Barcelona mulai memasuki tahap akhir persiapan menyambut musim La Liga 2026/2027. Setelah menjalani serangkaian pertandingan pramusim, Hansi Flick kini menghadapi satu pekerjaan penting yang belum sepenuhnya terjawab, yakni menentukan komposisi terbaik di lini depan.

Salah satu posisi yang paling menarik perhatian adalah sektor sayap kiri.

Barcelona memiliki dua rekrutan baru yang sama-sama bisa dimainkan di posisi tersebut, yaitu Anthony Gordon dan Karim Adeyemi. Keduanya memiliki karakter permainan yang berbeda, tetapi sama-sama menawarkan kecepatan, agresivitas, serta kemampuan untuk memberikan ancaman dari sisi lapangan.

Persaingan Gordon dan Adeyemi pun semakin menarik setelah keduanya mendapatkan kesempatan bermain pada pramusim.

Perkembangan terbaru justru menunjukkan bahwa Adeyemi mulai berada di posisi yang lebih menguntungkan. Penampilan impresifnya ketika Barcelona menghadapi Basel menjadi salah satu alasan utama mengapa winger asal Jerman tersebut mulai dianggap lebih dekat dengan posisi starter dibandingkan Gordon.

Namun, persaingan tersebut belum benar-benar selesai.

Gordon masih memiliki waktu untuk menunjukkan kualitasnya. Flick juga memiliki banyak kemungkinan taktik untuk memanfaatkan kedua pemain tersebut.

Dengan musim baru yang segera dimulai, pertanyaan besarnya adalah: siapa yang akan memenangkan persaingan untuk posisi sayap kiri Barcelona?

Adeyemi Mulai Unggul dalam Persaingan

Karim Adeyemi datang ke Barcelona dengan harapan besar.

Pemain asal Jerman tersebut didatangkan dari Borussia Dortmund dengan kesepakatan kontrak hingga 2031. Nilai transfernya berada di angka 22 juta euro, dengan tambahan hingga 7 juta euro dalam bentuk bonus atau variabel.

Pada awal kedatangannya, Adeyemi membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Hal tersebut cukup wajar.

Ia datang ke klub sebesar Barcelona dengan tuntutan yang jauh lebih tinggi. Sistem permainan berbeda, rekan setim baru, bahasa baru, serta tekanan dari suporter membuat seorang pemain membutuhkan waktu untuk benar-benar menemukan ritmenya.

Namun, perkembangan Adeyemi selama pramusim mulai menunjukkan tanda-tanda positif.

Ia semakin nyaman dengan permainan Barcelona.

Pergerakannya semakin agresif.

Kecepatannya mulai menjadi senjata.

Dan yang paling penting, ia mulai memberikan kontribusi nyata dalam pertandingan.

Penampilan melawan Basel menjadi bukti terbaru.

Dalam kemenangan 5-2 Barcelona atas klub Swiss tersebut, Adeyemi tampil selama 79 menit dan terlibat langsung dalam dua gol timnya. Catatan tersebut menjadi modal penting menjelang pertandingan pertama La Liga.

Dua Kontribusi yang Membuat Adeyemi Menonjol

Menariknya, Adeyemi tidak hanya bermain di satu posisi selama pertandingan melawan Basel.

Ia mengawali pertandingan dari sisi kanan.

Anthony Gordon justru dimainkan di kiri.

Sementara itu, Raphinha dipercaya menjalankan peran sebagai false nine.

Formasi tersebut memberikan gambaran mengenai fleksibilitas yang dimiliki Barcelona.

Flick tidak terpaku pada posisi tradisional para pemainnya.

Adeyemi kemudian berpindah ke sisi kiri setelah jeda.

Perubahan tersebut tidak membuat ancamannya berkurang.

Justru sebaliknya.

Adeyemi tetap mampu memanfaatkan kecepatannya untuk menyerang ruang di belakang pertahanan lawan.

Ia juga menunjukkan kualitas dalam memberikan umpan dari area sayap.

Gol pertama Barcelona menjadi salah satu contoh paling jelas.

Adeyemi bergerak dari sisi kanan menuju kotak penalti, kemudian menyelesaikan umpan yang diberikan Raphinha.

Setelah berpindah ke kiri, ia kembali memperlihatkan kecepatannya. Adeyemi melakukan sprint menuju garis akhir sebelum melepaskan umpan silang yang kemudian diselesaikan Hamza Abdelkarim.

Dua kontribusi tersebut membuat momentum Adeyemi meningkat.

Ia bukan hanya terlihat cepat.

Ia juga terlihat mampu memberikan dampak langsung.

Bagi seorang pemain baru, situasi tersebut tentu sangat positif.

Gordon Masih Membutuhkan Waktu

Di sisi lain, Anthony Gordon menghadapi situasi yang sedikit berbeda.

Winger asal Inggris tersebut juga merupakan rekrutan baru Barcelona dan memiliki kualitas yang membuat klub tertarik mendatangkannya.

Gordon dikenal sebagai pemain yang agresif.

Ia mampu membawa bola dengan cepat, menyerang ruang, serta memberikan tekanan kepada lawan.

Namun, persoalan utama saat ini adalah kebugaran.

Menurut laporan Mundo Deportivo yang dikutip Bola.net, Gordon bergabung lebih lambat sehingga masih membutuhkan waktu untuk mengejar kondisi kebugaran pertandingan.

Faktor tersebut membuat Gordon sedikit tertinggal dalam persaingan.

Bukan berarti kualitasnya kalah.

Hanya saja, Adeyemi saat ini memiliki momentum yang lebih baik.

Flick membutuhkan pemain yang sudah siap secara fisik untuk pertandingan kompetitif.

Karena itu, jika pertandingan pembuka La Liga dimainkan dalam waktu dekat, Adeyemi lebih berpeluang mendapatkan kesempatan sebagai starter.

Gordon masih harus mengejar.

Perbedaan Karakter Gordon dan Adeyemi

Jika dibandingkan, Gordon dan Adeyemi memiliki sejumlah persamaan.

Keduanya cepat.

Keduanya agresif.

Keduanya dapat bermain melebar.

Dan keduanya mampu menyerang ruang.

Namun, gaya permainan keduanya tidak sepenuhnya sama.

Gordon lebih sering mengandalkan kombinasi antara kecepatan, keberanian membawa bola, dan kemampuan bermain langsung.

Ia bisa menerima bola di sisi lapangan kemudian mencoba melewati lawan.

Gordon juga memiliki kemampuan untuk bekerja keras ketika tim kehilangan bola.

Karakter tersebut sangat penting dalam sistem Flick yang membutuhkan pressing dari lini depan.

Adeyemi memiliki keunggulan lain.

Kecepatan eksplosif menjadi salah satu senjata utamanya.

Ia sangat berbahaya ketika mendapatkan ruang untuk berlari.

Jika lawan memainkan garis pertahanan tinggi, Adeyemi dapat menjadi ancaman besar.

Ia bisa melakukan sprint di belakang bek.

Ia juga mampu berpindah posisi dengan cepat.

Pertandingan melawan Basel menunjukkan bahwa Adeyemi tidak hanya nyaman di kanan, tetapi juga mampu memberikan ancaman ketika dimainkan di kiri.

Fleksibilitas Menjadi Nilai Tambah

Flick tentu menyukai pemain yang bisa dimainkan di beberapa posisi.

Adeyemi memiliki kemampuan tersebut.

Ia dapat bermain di kanan.

Ia dapat bermain di kiri.

Bahkan, ia bisa digunakan sebagai penyerang ketika situasi membutuhkan.

Gordon juga memiliki fleksibilitas.

Ia terutama dikenal sebagai winger kiri, tetapi dapat bergerak ke posisi lain ketika dibutuhkan.

Kondisi tersebut memberikan Flick banyak pilihan.

Pelatih asal Jerman itu tidak harus menggunakan satu formasi sepanjang pertandingan.

Ia bisa mengubah posisi pemain berdasarkan situasi.

Misalnya, Adeyemi dapat memulai pertandingan di kanan sementara Gordon berada di kiri.

Setelah pertandingan berjalan, keduanya bisa bertukar sisi.

Dengan pergerakan seperti itu, bek lawan akan kesulitan menentukan siapa yang harus dikawal.

Lamine Yamal Tetap di Sisi Kanan

Persaingan Gordon dan Adeyemi juga tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Lamine Yamal.

Pemain muda tersebut diperkirakan tetap menjadi pilihan utama di sisi kanan.

Yamal telah menjadi salah satu pemain terpenting Barcelona.

Kemampuan menciptakan peluang dan melakukan penetrasi membuatnya sangat sulit digantikan.

Karena itu, posisi kanan relatif lebih aman.

Persoalan utama justru berada di sisi kiri.

Siapa yang akan menjadi pasangan Yamal?

Jika Adeyemi dipilih, Barcelona akan memiliki dua pemain yang sangat cepat di kedua sisi.

Yamal dapat beroperasi dari kanan.

Adeyemi dapat menusuk dari kiri.

Struktur tersebut memberikan ancaman besar dalam serangan balik.

Namun, jika Gordon yang dipilih, Barcelona akan mendapatkan winger yang memiliki karakter agresif dan kemampuan pressing yang juga sangat sesuai dengan sistem Flick.

Raphinha Bisa Mengubah Segalanya

Ada satu pemain lain yang membuat persaingan ini semakin menarik.

Namanya Raphinha.

Pemain Brasil tersebut selama ini menjadi salah satu pemain penting Barcelona.

Namun, Flick memiliki opsi untuk menggesernya ke posisi false nine.

Jika skenario tersebut digunakan, maka Gordon atau Adeyemi dapat mengisi sisi kiri sementara Yamal tetap berada di kanan.

Itulah salah satu kemungkinan yang muncul setelah pertandingan melawan Basel.

Adeyemi di kiri.

Yamal di kanan.

Raphinha di tengah.

Formasi tersebut memberikan Barcelona trio yang sangat fleksibel.

Raphinha bisa turun menjemput bola.

Yamal dapat bergerak masuk ke tengah.

Adeyemi bisa menyerang ruang dari sisi kiri.

Ketiganya memiliki kemampuan untuk bertukar posisi.

Sistem seperti itu bisa membuat pertahanan lawan kesulitan membaca arah serangan Barcelona.

Adeyemi Punya Momentum Lebih Baik

Jika hanya melihat perkembangan pramusim, Adeyemi saat ini memang berada di depan Gordon.

Performa melawan Basel memberikan dorongan besar.

Ia terlibat dalam dua gol.

Ia mampu bermain di dua sisi.

Ia menunjukkan akselerasi.

Ia memberikan umpan silang.

Dan yang tidak kalah penting, ia terlihat semakin memahami rekan-rekan barunya.

Semua faktor tersebut membuat Adeyemi memiliki momentum.

Sementara Gordon masih membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi fisik terbaik.

Situasi tersebut membuat laporan Mundo Deportivo menempatkan Adeyemi sebagai pemain yang lebih diunggulkan untuk tampil sejak menit pertama melawan Elche.

Namun, keputusan final tetap berada di tangan Flick.

Pertandingan Melawan Elche Bisa Menjadi Penentu

Pertandingan pertama Barcelona di La Liga akan memberikan gambaran yang jauh lebih jelas.

Barcelona dijadwalkan menghadapi Elche pada 24 Agustus 2026.

Pertandingan tersebut akan menjadi kesempatan penting bagi Flick untuk menunjukkan komposisi lini depan yang dianggap paling ideal.

Jika Adeyemi benar-benar menjadi starter, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa ia telah memenangkan persaingan awal.

Namun, Gordon tidak boleh langsung dianggap kalah.

Musim berlangsung panjang.

Ada banyak pertandingan.

Ada rotasi.

Ada cedera.

Ada perubahan strategi.

Dan ada pertandingan dengan karakter lawan yang berbeda.

Seorang pemain yang menjadi starter pada pekan pertama belum tentu tetap menjadi starter pada pekan ke-20.

Karena itu, persaingan Gordon dan Adeyemi kemungkinan akan terus berlangsung sepanjang musim.

Gordon Tetap Memiliki Peluang Besar

Gordon memiliki satu keuntungan penting.

Ia sudah terbiasa bermain di sepak bola Inggris dengan intensitas tinggi.

Ia juga memiliki pengalaman menghadapi pertandingan besar.

Kecepatan dan agresivitasnya bisa menjadi senjata bagi Barcelona.

Jika kebugarannya sudah mencapai level terbaik, Gordon dapat memberikan tekanan besar kepada Adeyemi.

Ia tidak perlu memenangkan persaingan pada pertandingan pertama.

Yang dibutuhkan adalah konsistensi.

Begitu mendapatkan kesempatan, Gordon harus menunjukkan bahwa dirinya mampu mencetak gol, menciptakan assist, dan membantu tim ketika melakukan pressing.

Jika ia mampu melakukan itu, Flick akan memiliki dilema yang menyenangkan.

Memilih Gordon atau Adeyemi tidak akan menjadi keputusan mudah.

Adeyemi Harus Menjaga Konsistensi

Sebaliknya, Adeyemi juga tidak boleh merasa sudah aman.

Satu pertandingan bagus belum cukup.

Penampilan melawan Basel memang sangat positif, tetapi musim baru akan berlangsung panjang.

Ia harus membuktikan bahwa performa tersebut bukan sekadar momen.

Adeyemi harus mampu tampil konsisten.

Ia perlu meningkatkan pemahaman dengan Yamal, Raphinha, Pedri, dan pemain lainnya.

Ia juga harus semakin memahami pola pressing Barcelona.

Jika semua aspek tersebut berjalan baik, posisi starter bisa menjadi miliknya.

Namun, jika performanya menurun, Gordon siap mengambil kesempatan.

Persaingan Ini Justru Menguntungkan Barcelona

Dari sudut pandang Barcelona, persaingan Gordon dan Adeyemi merupakan kabar baik.

Flick memiliki dua pemain berkualitas untuk satu posisi.

Artinya, tidak ada tempat yang benar-benar aman.

Setiap pemain harus terus bekerja keras.

Jika Gordon tampil bagus, Adeyemi harus meningkatkan levelnya.

Jika Adeyemi tampil bagus, Gordon harus merespons.

Persaingan internal seperti itu dapat meningkatkan kualitas skuad.

Selain itu, Flick juga memiliki opsi untuk melakukan rotasi.

Barcelona akan menjalani banyak pertandingan sepanjang musim.

La Liga, Liga Champions, dan kompetisi domestik akan membutuhkan kedalaman skuad.

Tidak mungkin seorang pemain tampil dalam seluruh pertandingan.

Karena itu, memiliki dua winger dengan kualitas yang relatif berimbang sangat penting.

Fleksibilitas Taktik Barcelona Semakin Besar

Kehadiran Gordon dan Adeyemi memberikan Flick lebih banyak variasi.

Dalam pertandingan tertentu, ia bisa memilih Gordon karena membutuhkan pressing yang lebih intens.

Pada pertandingan lain, Adeyemi bisa dipilih karena lawan memainkan garis pertahanan tinggi.

Jika Barcelona membutuhkan kecepatan, Adeyemi bisa menjadi solusi.

Jika mereka membutuhkan agresivitas dan kemampuan bekerja tanpa bola, Gordon dapat menjadi pilihan.

Flick juga bisa menggunakan keduanya secara bersamaan.

Gordon di kiri.

Adeyemi di kanan.

Yamal bergerak lebih ke tengah.

Atau sebaliknya.

Kemungkinan tersebut membuat lini depan Barcelona semakin fleksibel.

Lamine Yamal Bisa Mendapat Keuntungan

Persaingan Gordon dan Adeyemi juga dapat memberikan keuntungan bagi Yamal.

Jika kedua winger mampu memberikan ancaman dari sisi masing-masing, lawan tidak bisa terlalu fokus kepada pemain muda tersebut.

Selama ini, Yamal sering menjadi salah satu pemain yang paling diperhatikan pertahanan lawan.

Bek lawan akan mencoba membatasi ruang geraknya.

Namun, jika Barcelona memiliki winger lain yang juga berbahaya, perhatian pertahanan akan terbagi.

Situasi tersebut dapat menciptakan ruang lebih besar bagi Yamal.

Dan ketika Yamal mendapatkan ruang, ia bisa menjadi pemain yang sangat sulit dihentikan.

Raphinha Bisa Menjadi Senjata Tambahan

Raphinha juga bisa mendapatkan manfaat dari perubahan tersebut.

Jika ia benar-benar dimainkan sebagai false nine, Barcelona akan memiliki penyerang yang dapat bergerak bebas.

Raphinha tidak harus terus menunggu bola di sayap.

Ia bisa masuk ke tengah.

Ia dapat turun membantu membangun serangan.

Ia juga dapat membuka ruang bagi Gordon atau Adeyemi.

Dalam sistem seperti itu, Barcelona tidak memiliki striker tradisional yang berdiri di antara dua bek tengah.

Sebaliknya, mereka memiliki tiga atau empat pemain yang terus bertukar posisi.

Jika berhasil diterapkan, struktur tersebut bisa sangat sulit dihentikan.

Barcelona Sedang Membangun Lini Depan Baru

Persaingan Gordon dan Adeyemi juga merupakan bagian dari perubahan besar Barcelona.

Klub telah kehilangan sejumlah pemain depan dan harus menemukan sumber produktivitas baru.

Karena itu, dua winger anyar tersebut memiliki tanggung jawab besar.

Mereka bukan sekadar pelapis.

Mereka didatangkan untuk membantu mengisi kekosongan di lini depan.

Dengan keduanya berada dalam skuad, Barcelona memiliki pilihan lebih banyak.

Mereka tidak harus mengandalkan satu pemain untuk mencetak semua gol.

Gol bisa datang dari Yamal.

Raphinha.

Gordon.

Adeyemi.

Dani Olmo.

Fermin Lopez.

Dan pemain lain yang masuk dari lini kedua.

Inilah yang membuat persaingan posisi sayap kiri menjadi penting.

Siapa yang Lebih Layak Jadi Starter?

Jika berdasarkan perkembangan terbaru, Adeyemi memang memiliki keunggulan.

Ia tampil bagus melawan Basel.

Ia terlibat langsung dalam dua gol.

Ia mampu bermain di kanan dan kiri.

Ia juga mulai menunjukkan koneksi dengan rekan-rekan barunya.

Sementara Gordon masih mengejar kebugaran karena bergabung lebih lambat.

Jadi, untuk pertandingan awal musim, Adeyemi lebih layak dipertimbangkan sebagai starter.

Namun, keputusan tersebut tidak berarti Gordon kalah secara permanen.

Musim baru saja dimulai.

Performa latihan, pertandingan, dan konsistensi akan menentukan siapa yang benar-benar menjadi pilihan utama.

Adeyemi Unggul Sekarang, Gordon Masih Bisa Membalikkan Keadaan

Inilah kesimpulan paling masuk akal dari persaingan tersebut.

Adeyemi unggul untuk saat ini.

Namun, persaingan belum selesai.

Gordon memiliki kualitas untuk mengubah situasi.

Ia hanya membutuhkan kondisi fisik yang lebih baik dan kesempatan bermain.

Jika Gordon mampu memberikan dampak ketika mendapat menit bermain, Flick akan menghadapi pilihan yang semakin sulit.

Bahkan, bukan tidak mungkin keduanya mendapatkan menit bermain secara rutin.

Barcelona bisa menggunakan sistem rotasi tergantung lawan.

Adeyemi bermain melawan tim yang memberikan ruang.

Gordon dimainkan ketika Barcelona membutuhkan pressing dan duel yang lebih intens.

Atau keduanya dimainkan bersama dalam formasi yang fleksibel.

Musim Panjang Membutuhkan Banyak Pemain

Barcelona tidak bisa menjalani satu musim hanya dengan mengandalkan 11 pemain.

Kompetisi yang padat membuat rotasi menjadi kebutuhan.

Karena itu, persaingan Gordon dan Adeyemi bukan sekadar perebutan posisi.

Ini adalah bagian dari strategi Barcelona untuk memiliki kedalaman skuad.

Jika salah satu mengalami cedera, yang lain siap bermain.

Jika salah satu mengalami penurunan performa, pemain lainnya bisa mengambil alih.

Situasi seperti itu justru membuat Barcelona lebih kuat.

Flick memiliki pilihan.

Dan pilihan tersebut sangat berharga ketika memasuki fase penting musim.

Kesimpulan

Persaingan Anthony Gordon dan Karim Adeyemi untuk posisi sayap kiri Barcelona menjadi salah satu duel menarik menjelang musim 2026/2027.

Keduanya memiliki kelebihan masing-masing.

Gordon menawarkan agresivitas, kecepatan, pressing, dan pengalaman bermain di level tinggi.

Adeyemi memiliki akselerasi luar biasa, kemampuan menyerang ruang, serta fleksibilitas untuk bermain di kedua sisi lapangan.

Namun, perkembangan pramusim terbaru membuat Adeyemi sedikit lebih unggul.

Penampilannya ketika Barcelona mengalahkan Basel 5-2 menjadi faktor penting. Ia terlibat langsung dalam dua gol dan mampu memberikan ancaman baik ketika bermain di kanan maupun setelah berpindah ke kiri.

Kondisi tersebut membuat Adeyemi lebih berpeluang mengisi posisi starter ketika Barcelona menghadapi Elche pada pertandingan pembuka La Liga.

Sementara itu, Gordon masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan.

Ia perlu meningkatkan kebugaran dan menunjukkan bahwa dirinya layak mendapatkan kepercayaan Flick.

Tetapi jangan lupa, musim masih sangat panjang.

Satu pertandingan tidak menentukan seluruh musim.

Jika Gordon mampu menemukan ritme terbaiknya, persaingan bisa kembali seimbang.

Bahkan, sangat mungkin Flick justru memanfaatkan keduanya secara bergantian sesuai kebutuhan pertandingan.

Bagi Barcelona, hal tersebut merupakan keuntungan.

Mereka memiliki dua winger baru yang sama-sama mampu memberikan kecepatan dan ancaman.

Lamine Yamal tetap menjadi pilihan utama di kanan, sementara Raphinha dapat digunakan sebagai winger maupun false nine.

Dengan begitu, Flick memiliki banyak kemungkinan untuk menyusun lini depan.

Untuk saat ini, Karim Adeyemi boleh disebut sebagai pemenang sementara dalam persaingan dengan Anthony Gordon.

Namun, mahkota tersebut belum benar-benar aman.

Gordon masih memiliki kesempatan untuk mengejar.

Dan ketika musim dimulai, hanya konsistensi yang akan menentukan siapa yang benar-benar menjadi pilihan utama.

Pertarungan antara dua winger anyar tersebut pun dipastikan menjadi salah satu cerita menarik yang akan mengikuti perjalanan Barcelona sepanjang musim 2026/2027