Manchester United sedang memasuki fase yang sangat penting pada bursa transfer musim panas 2026. Waktu yang tersedia semakin sedikit, sementara masih ada sejumlah persoalan besar yang harus segera diselesaikan oleh Michael Carrick dan manajemen klub.

Jendela transfer musim panas akan ditutup pada 1 September. Dengan demikian, Manchester United hanya memiliki waktu terbatas untuk memastikan komposisi skuad mereka benar-benar sesuai dengan kebutuhan menghadapi musim 2026/2027.

Situasi tersebut menjadi semakin penting karena Setan Merah memiliki ambisi untuk tampil lebih kompetitif. Setelah melakukan sejumlah perubahan dalam skuad, masih ada beberapa posisi yang membutuhkan tambahan pemain. Pada saat yang sama, klub juga harus menentukan masa depan sejumlah pemain yang belum jelas apakah akan bertahan atau meninggalkan Old Trafford.

Beberapa persoalan tersebut bahkan memiliki hubungan satu sama lain. Keputusan mengenai seorang pemain bisa memengaruhi kebutuhan transfer di posisi lain. Karena itu, Carrick dan manajemen Manchester United tidak bisa mengambil keputusan secara terburu-buru.

Mereka harus menghitung setiap langkah dengan cermat.

Ada setidaknya empat persoalan utama yang perlu segera dibereskan Manchester United sebelum bursa transfer ditutup. Masalah tersebut mencakup kebutuhan memperkuat lini belakang dan tengah, masa depan Marcus Rashford, kemungkinan kepergian Joshua Zirkzee, serta pemain-pemain yang harus dilepas atau dipinjamkan.

1. Memperkuat Bek Sayap dan Lini Tengah

Masalah pertama yang harus segera mendapatkan perhatian adalah kedalaman di posisi bek sayap dan lini tengah.

Manchester United saat ini masih memiliki keterbatasan di sektor bek kiri. Luke Shaw menjadi satu-satunya pilihan senior yang tersedia untuk posisi tersebut. Kondisi seperti ini tentu berisiko, terutama karena musim Premier League akan berlangsung panjang dan jadwal pertandingan bisa sangat padat.

Seorang pemain tidak mungkin tampil dalam seluruh pertandingan tanpa mengalami kelelahan, cedera, atau masalah kebugaran. Karena itu, Manchester United membutuhkan pemain pelapis yang memiliki kualitas cukup untuk menjaga level permainan ketika pilihan utama tidak tersedia.

Kebutuhan tersebut membuat klub mulai mencari alternatif.

Salah satu nama yang disebut masuk dalam pertimbangan adalah Joaquin Seys dari Club Brugge. Pemain tersebut dinilai sebagai opsi yang cukup menarik karena memiliki harga sekitar 30 juta poundsterling. Nilai tersebut relatif lebih terjangkau dibandingkan beberapa target lain yang tersedia di pasar transfer.

Kehadiran pemain seperti Seys bisa memberikan Carrick fleksibilitas tambahan. Ia tidak harus selalu bergantung kepada Luke Shaw ketika membutuhkan bek kiri. Rotasi pun dapat dilakukan dengan lebih leluasa.

Bagi Manchester United, kedalaman skuad bukan lagi sekadar pelengkap. Jika ingin bersaing di berbagai kompetisi, mereka membutuhkan setidaknya dua pemain yang dapat diandalkan untuk setiap posisi penting.

Selain bek sayap, lini tengah juga menjadi perhatian.

Carrick disebut telah mengidentifikasi Adam Wharton sebagai salah satu target untuk memperkuat sektor tersebut. Gelandang Crystal Palace itu memiliki harga yang jauh lebih tinggi, sekitar 85 juta poundsterling.

Nilai tersebut tentu membuat Manchester United harus mempertimbangkan kembali strategi mereka.

Di satu sisi, Wharton merupakan pemain yang memiliki potensi besar dan dapat menjadi investasi jangka panjang. Di sisi lain, Manchester United sudah melakukan sejumlah pembelian di lini tengah dan masih memiliki kebutuhan di posisi lain.

Karena itu, manajemen harus menentukan prioritas.

Jika Joaquin Seys dan Adam Wharton berhasil didatangkan, Carrick akan mendapatkan tambahan kekuatan signifikan. Skuad Manchester United menjadi lebih lengkap dan memiliki lebih banyak opsi ketika menghadapi jadwal padat.

Namun, mendatangkan dua pemain tersebut sekaligus tentu membutuhkan biaya besar.

Situasi finansial dan keseimbangan skuad harus menjadi pertimbangan. Manchester United tidak bisa hanya melihat satu posisi tanpa memperhitungkan kebutuhan lainnya.

Terlebih lagi, klub kini semakin dekat dengan transfer Carlos Baleba dari Brighton. United dilaporkan mengajukan paket sekitar 65 juta poundsterling untuk gelandang berusia 22 tahun tersebut. Jika transfer itu terwujud, kebutuhan lini tengah memang mendapatkan tambahan solusi.

Dengan demikian, fokus berikutnya bisa diarahkan ke posisi bek kiri.

Namun, persoalan tetap belum selesai.

2. Menentukan Masa Depan Marcus Rashford

Masalah kedua yang harus segera diputuskan adalah masa depan Marcus Rashford.

Penyerang Inggris tersebut kembali ke Manchester United setelah menjalani masa peminjaman bersama Barcelona. Klub asal Spanyol itu tidak mempermanenkan status Rashford sehingga sang pemain kembali ke Old Trafford untuk mengikuti persiapan pramusim.

Rashford bahkan telah kembali berlatih bersama skuad Manchester United dan masuk dalam rencana Carrick.

Namun, belum ada kepastian mutlak mengenai apakah Rashford akan bertahan sepanjang musim atau kembali meninggalkan klub.

Persoalan tersebut harus segera diselesaikan karena memiliki dampak langsung terhadap rencana lini depan Manchester United.

Jika Rashford bertahan, Carrick dapat memasukkannya ke dalam proyek musim 2026/2027. Ia akan memiliki opsi tambahan di lini serang dan Rashford dapat menjadi salah satu pemain yang bersaing untuk mendapatkan tempat utama.

Sebaliknya, jika Rashford kembali meninggalkan Manchester United, klub harus mencari pengganti.

Itulah sebabnya keputusan mengenai Rashford tidak dapat terus ditunda.

Manchester United perlu mengetahui apakah sang pemain benar-benar menjadi bagian dari rencana Carrick atau justru akan dilepas apabila terdapat tawaran yang sesuai.

Situasinya menjadi semakin menarik karena Rashford masih memiliki kualitas yang sangat besar. Wayne Rooney bahkan baru-baru ini menyampaikan pesan tegas kepada sang penyerang agar memperbaiki etos kerja, bahasa tubuh, dan komitmennya jika ingin kembali sukses di Old Trafford.

Rooney menilai Rashford masih memiliki kemampuan untuk menjadi pemain penting Manchester United. Bahkan, ia melihat sang penyerang sebagai salah satu pemain yang berpotensi memecahkan rekor 253 gol miliknya bersama Setan Merah.

Artinya, persoalan Rashford bukan semata-mata mengenai kemampuan.

Manchester United harus menentukan apakah Rashford masih memiliki tempat dalam proyek mereka.

Jika Carrick percaya kepadanya, Rashford memiliki kesempatan untuk memulai kembali kariernya di Old Trafford. Namun, jika klub memilih melepasnya, mereka harus bergerak cepat untuk mendapatkan pengganti yang sepadan.

Keputusan tersebut juga berkaitan dengan komposisi pemain di lini depan.

Manchester United tidak boleh kehilangan satu pemain tanpa memiliki rencana alternatif.

Karena itu, masa depan Rashford menjadi salah satu persoalan transfer paling penting yang harus segera diselesaikan sebelum deadline.

3. Mencari Penyerang Pelapis Joshua Zirkzee

Persoalan ketiga berkaitan dengan Joshua Zirkzee.

Penyerang asal Belanda tersebut telah lama dikaitkan dengan kemungkinan meninggalkan Manchester United. Juventus menjadi salah satu klub yang disebut tertarik kepada Zirkzee sepanjang musim panas.

Jika transfer tersebut benar-benar terjadi, Manchester United akan menghadapi persoalan baru di posisi penyerang tengah.

Saat ini Benjamin Sesko menjadi satu-satunya striker tengah murni dalam skuad. Manchester United memang memiliki pemain seperti Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo yang dapat dimainkan di posisi tersebut.

Namun, keduanya bukan penyerang nomor sembilan murni.

Karena itu, kepergian Zirkzee akan membuat Carrick membutuhkan pemain baru.

Manchester United tentu tidak ingin memasuki musim panjang hanya dengan satu striker natural. Risiko cedera, kelelahan, atau penurunan performa akan selalu ada.

Jika Sesko harus absen, Carrick akan membutuhkan solusi lain.

Bamba Dieng dari Lorient disebut sebagai salah satu kandidat yang dapat dipertimbangkan. Penyerang asal Senegal tersebut mencetak 15 gol pada musim sebelumnya dan dianggap dapat memberikan kedalaman tambahan di lini depan Manchester United.

Dieng mungkin bukan nama sebesar beberapa striker yang sering dikaitkan dengan klub-klub Premier League, tetapi karakter tersebut justru bisa membuat transfernya lebih realistis.

Manchester United membutuhkan pemain yang bersedia menjadi bagian dari rotasi, tetapi tetap memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi ketika mendapatkan kesempatan.

Kehadiran penyerang pelapis juga akan membuat persaingan di lini depan menjadi lebih sehat.

Sesko tidak harus bermain dalam setiap pertandingan. Ia dapat dirotasi ketika jadwal padat atau ketika Carrick membutuhkan pendekatan berbeda.

Sementara itu, pemain baru bisa mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan.

Namun, transfer penyerang baru hanya akan menjadi prioritas jika Zirkzee benar-benar pergi.

Inilah mengapa masa depan Zirkzee harus segera dipastikan.

Jika ia bertahan, Manchester United mungkin tidak perlu terburu-buru mendatangkan striker baru. Sebaliknya, jika Juventus atau klub lain berhasil membawanya pergi, manajemen harus segera mencari pengganti.

Waktu menjadi faktor yang sangat penting.

Semakin dekat deadline, semakin sulit mendapatkan pemain berkualitas dengan harga masuk akal. Klub penjual tentu mengetahui bahwa Manchester United berada dalam posisi membutuhkan pemain dan bisa saja menaikkan harga.

Karena itu, keputusan mengenai Zirkzee harus diambil secepat mungkin.

4. Merapikan Pemain yang Akan Pergi

Masalah keempat mungkin tidak sebesar perekrutan pemain baru, tetapi tetap sangat penting.

Manchester United perlu merapikan daftar pemain yang akan meninggalkan klub sebelum bursa transfer ditutup.

Tidak semua pemain harus dijual secara permanen. Sebagian bisa dipinjamkan agar mendapatkan menit bermain lebih banyak dan berkembang di lingkungan yang lebih sesuai.

Harry Amass menjadi salah satu pemain yang menarik perhatian klub lain. West Ham dan Norwich City disebut menjadi dua klub yang tertarik kepada pemain tersebut.

Bagi Amass, peminjaman bisa menjadi solusi yang bagus jika peluang bermain di tim utama Manchester United masih terbatas.

Daripada menghabiskan sebagian besar musim di bangku cadangan, pemain muda membutuhkan kesempatan tampil secara reguler. Pengalaman tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan dan kematangan mereka.

Manchester United juga harus menentukan masa depan sejumlah pemain akademi lainnya.

Toby Collyer, Dan Gore, dan Chido Obi termasuk pemain yang diperkirakan dapat mempertimbangkan kepindahan sementara.

Keputusan seperti ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Manchester United tidak boleh kehilangan pemain muda yang memiliki potensi hanya karena keputusan transfer jangka pendek. Di sisi lain, klub juga tidak boleh menahan pemain di skuad utama jika mereka tidak mendapatkan kesempatan bermain yang cukup.

Peminjaman bisa menjadi jalan tengah.

Pemain mendapatkan pengalaman, sementara Manchester United tetap memiliki kendali atas perkembangan mereka.

Bagi Carrick, pengelolaan pemain muda juga penting dalam membangun skuad jangka panjang.

Klub membutuhkan pemain yang siap bermain sekarang, tetapi juga harus memikirkan regenerasi untuk beberapa musim mendatang.

Karena itu, setiap keputusan mengenai pemain yang pergi harus mempertimbangkan perkembangan karier mereka.

Selain pemain muda, Manchester United juga perlu melihat kemungkinan menjual pemain yang sudah tidak masuk dalam rencana utama.

Penjualan pemain dapat memberikan ruang di skuad sekaligus membantu klub mendapatkan dana tambahan untuk mendatangkan target baru.

Ini merupakan bagian penting dari strategi transfer.

Manchester United tidak bisa terus menambah pemain tanpa mengurangi jumlah pemain yang tidak lagi dibutuhkan.

Jika terlalu banyak pemain berada dalam skuad, persaingan menjadi tidak sehat dan sejumlah pemain akan kesulitan mendapatkan menit bermain.

Carrick membutuhkan skuad yang lebih ramping tetapi memiliki kualitas.

Setiap pemain harus memiliki peran yang jelas.

Pemain inti harus mengetahui tanggung jawabnya, sementara pemain pelapis juga harus memahami bahwa mereka tetap memiliki kesempatan untuk tampil.

Dengan demikian, keseimbangan skuad dapat terjaga sepanjang musim.

Waktu Manchester United Semakin Sempit

Keempat masalah tersebut menunjukkan bahwa Manchester United masih memiliki banyak pekerjaan sebelum bursa transfer ditutup.

Kebutuhan bek sayap dan lini tengah harus diselesaikan. Masa depan Rashford harus dipastikan. Situasi Zirkzee juga perlu mendapatkan keputusan. Di saat bersamaan, klub harus mengatur pemain yang akan pergi.

Semua keputusan tersebut saling berhubungan.

Jika Rashford pergi, kebutuhan penyerang baru bisa meningkat. Jika Zirkzee hengkang, Manchester United mungkin harus mencari striker tambahan. Jika Baleba datang, kebutuhan lini tengah bisa berkurang, tetapi perhatian terhadap posisi bek kiri semakin besar.

Carrick dan manajemen klub harus membuat prioritas.

Tidak semua target bisa dikejar sekaligus.

Manchester United harus menentukan pemain mana yang paling penting untuk kebutuhan tim dan mana yang bisa ditunda.

Kedatangan Carlos Baleba dapat menjadi salah satu jawaban untuk lini tengah. Manchester United dilaporkan sudah berada dalam tahap lanjut negosiasi dengan Brighton dan mengajukan tawaran sekitar 65 juta poundsterling.

Namun, masalah bek kiri masih menjadi perhatian.

Luke Shaw merupakan satu-satunya pilihan senior di posisi tersebut, sehingga cedera atau masalah kebugaran dapat menciptakan persoalan serius.

Joaquin Seys menjadi salah satu opsi yang dinilai cukup realistis dengan harga sekitar 30 juta poundsterling.

Sementara itu, Adam Wharton merupakan target yang jauh lebih mahal. Crystal Palace disebut meminta sekitar 85 juta poundsterling. Manchester United harus mempertimbangkan apakah investasi tersebut memang diperlukan setelah kedatangan sejumlah gelandang baru.

Di lini depan, situasinya tidak kalah rumit.

Rashford kembali dan saat ini berlatih bersama tim. Zirkzee masih dikaitkan dengan kemungkinan pindah. Sesko menjadi striker utama, sementara Cunha dan Mbeumo dapat dimainkan sebagai alternatif.

Carrick membutuhkan kepastian agar dapat menyusun rencana taktik.

Sebuah skuad tidak bisa dibangun berdasarkan kemungkinan.

Pelatih harus mengetahui siapa yang tersedia, siapa yang pergi, dan siapa yang akan datang.

Karena itu, dua pekan terakhir bursa transfer akan menjadi periode yang sangat menentukan bagi Manchester United.

Klub harus bekerja cepat tetapi tetap hati-hati.

Kesalahan dalam mengambil keputusan dapat berdampak sepanjang musim.

Jika terlalu lambat mendatangkan pemain, Carrick bisa memasuki musim dengan skuad yang tidak lengkap. Jika terlalu agresif membeli pemain, Manchester United berisiko mengeluarkan dana besar untuk pemain yang sebenarnya bukan prioritas.

Inilah tantangan besar manajemen klub.

Manchester United sedang membangun kembali tim di bawah Michael Carrick. Proses tersebut membutuhkan keseimbangan antara kebutuhan jangka pendek dan rencana jangka panjang.

Baleba, misalnya, merupakan investasi untuk memperkuat lini tengah sekaligus masa depan. Seys dapat memberikan kedalaman di bek kiri. Sementara keputusan mengenai Rashford dan Zirkzee akan menentukan komposisi lini depan.

Di sisi lain, pemain muda seperti Amass, Collyer, Gore, dan Obi membutuhkan keputusan yang tepat agar perkembangan mereka tidak terhambat.

Semua itu harus diselesaikan sebelum deadline.

Jika Manchester United mampu menyelesaikan seluruh persoalan tersebut dengan baik, Carrick akan memiliki skuad yang lebih seimbang untuk menghadapi musim baru.

Namun jika beberapa persoalan dibiarkan berlarut-larut, masalah tersebut dapat muncul kembali ketika kompetisi sudah berjalan.

Old Trafford memang belum berada dalam kondisi darurat dalam arti sebenarnya. Namun, dari sudut pandang bursa transfer, situasinya jelas mendesak.

Waktu terus berjalan.

Manchester United harus segera menentukan siapa yang datang, siapa yang bertahan, dan siapa yang pergi.

Empat masalah besar sudah berada di depan mata: memperkuat bek sayap dan lini tengah, menentukan masa depan Marcus Rashford, mencari penyerang pelapis jika Joshua Zirkzee pergi, serta merapikan daftar pemain yang akan meninggalkan klub.

Jika semuanya dapat diselesaikan sebelum 1 September, Carrick bisa memasuki musim baru dengan skuad yang jauh lebih siap.

Jika tidak, Manchester United berpotensi membawa sejumlah persoalan transfer tersebut ke dalam kompetisi.

Dan bagi klub sebesar Manchester United, itu adalah risiko yang tidak boleh dianggap remeh.