Donyell Malen langsung memberikan jawaban luar biasa pada pertandingan pembuka Serie A musim 2026/2027. Penyerang asal Belanda tersebut tampil sebagai bintang utama ketika AS Roma menghancurkan Fiorentina dengan skor telak 4-0 di Stadio Olimpico, Senin malam.
Malen mencetak hat-trick sempurna dalam pertandingan tersebut. Tidak hanya mencetak tiga gol, ketiga golnya juga lahir dengan cara yang berbeda, sekaligus menunjukkan kualitas lengkap sang penyerang di depan gawang.
Kemenangan besar itu membuat Roma langsung menempati posisi teratas klasemen Serie A. Sementara bagi Malen, penampilan tersebut menjadi awal yang sangat menjanjikan setelah sebelumnya tampil impresif bersama Giallorossi pada musim lalu.
Malen sebenarnya bukan pemain baru bagi Roma. Ia sebelumnya sempat memperkuat klub ibu kota Italia tersebut dengan status pinjaman dari Aston Villa pada paruh kedua musim lalu. Dalam periode tersebut, ia langsung memberikan dampak besar dengan mencetak 15 gol dan menyumbangkan tiga assist dari 20 pertandingan di semua kompetisi.
Performa tersebut membuat Roma yakin untuk mempermanenkannya. Pada musim panas ini, klub akhirnya menebus Malen dari Aston Villa dengan biaya sekitar 25 juta euro.
Keputusan tersebut langsung mendapatkan pembuktian pada pertandingan pertama musim baru.
Malen seolah ingin menunjukkan bahwa investasi yang dikeluarkan Roma untuk mendapatkannya bukan sebuah kesalahan. Baru menjalani pertandingan pembuka, ia sudah tampil sebagai pemain paling menentukan dan membawa Roma meraih kemenangan dengan margin empat gol.
Pertandingan melawan Fiorentina sebenarnya tidak langsung berjalan mudah bagi Roma. Tuan rumah sempat mencetak gol melalui Mario Hermoso, tetapi gol tersebut dianulir karena offside.
Namun, kegagalan tersebut tidak membuat Roma kehilangan momentum.
Pada menit ke-27, Malen membuka keunggulan Roma. Ia mendapatkan bola di dalam kotak penalti dan kemudian menyelesaikan peluang tersebut untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Gol tersebut menjadi awal dari malam luar biasa bagi mantan pemain Borussia Dortmund tersebut.
Roma memasuki babak kedua dengan keunggulan tipis, tetapi Malen kemudian kembali menunjukkan ketajamannya. Dalam waktu kurang dari 15 menit, ia berhasil mencetak dua gol tambahan dan memastikan hat-trick.
Gol kedua Malen lahir melalui kaki kirinya. Ia melepaskan tembakan keras ke arah tiang dekat yang tidak mampu dihentikan kiper Fiorentina.
Tidak lama kemudian, gol ketiga datang.
Kali ini, Malen memanfaatkan umpan tarik dari Paulo Dybala. Penyerang Belanda itu menyelesaikan peluang tersebut dengan tenang sekaligus memastikan dirinya mencetak tiga gol dalam satu pertandingan.
Menariknya, Dybala juga tampil luar biasa dalam pertandingan tersebut. Jika Malen mencatat hat-trick gol, Dybala mencatat hat-trick assist karena memberikan umpan untuk seluruh gol Malen.
Kombinasi keduanya menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Fiorentina. Roma memiliki dua pemain yang mampu menentukan pertandingan dan membuat serangan Giallorossi terlihat sangat berbahaya.
Setelah menyelesaikan hat-trick, Malen mendapatkan tepuk tangan meriah dari para pendukung Roma ketika ditarik keluar lapangan.
Tugasnya sudah selesai.
Roma sudah unggul 3-0 dan pertandingan praktis berada dalam kendali mereka. Namun, tuan rumah belum berhenti menyerang.
Niccolò Pisilli kemudian mencetak gol keempat dan memastikan kemenangan Roma menjadi semakin sempurna.
Skor 4-0 bertahan hingga pertandingan berakhir. Roma pun langsung mengawali musim dengan tiga poin sekaligus menempatkan diri di puncak klasemen.
Bagi Malen, malam tersebut menjadi salah satu penampilan terbaiknya sejak bergabung dengan Roma.
Ia bukan hanya mencetak tiga gol, tetapi juga memperlihatkan berbagai karakter seorang penyerang. Gol pertamanya menunjukkan instingnya di dalam kotak penalti, gol kedua memperlihatkan kualitas penyelesaian menggunakan kaki kiri, sedangkan gol ketiga lahir melalui pergerakan dan penyelesaian yang tenang setelah menerima umpan Dybala.
Hat-trick tersebut juga memperlihatkan bahwa Malen sudah semakin nyaman dengan sistem permainan yang diterapkan Gian Piero Gasperini.
Roma memasuki musim baru dengan ekspektasi besar. Setelah menjalani periode positif pada musim lalu, mereka ingin meningkatkan pencapaian dan bersaing di papan atas Serie A.
Malen menjadi salah satu pemain yang diharapkan menjadi pusat kekuatan lini depan.
Keputusan Roma mempermanenkan sang penyerang dari Aston Villa menunjukkan besarnya kepercayaan klub terhadap kemampuannya. Dan pada pertandingan pertama musim ini, Malen langsung membalas kepercayaan tersebut dengan penampilan spektakuler.
Situasinya tentu sangat berbeda dibandingkan ketika ia pertama kali tiba di Roma.
Saat berstatus pemain pinjaman, Malen harus membuktikan bahwa dirinya pantas mendapatkan kontrak permanen. Ia berhasil melakukan hal tersebut dengan mencetak banyak gol dan memberikan kontribusi penting.
Kini, statusnya sudah berubah.
Malen bukan lagi pemain pinjaman yang datang untuk mencari kesempatan. Ia adalah salah satu pemain utama Roma dan menjadi bagian penting dari proyek klub untuk musim 2026/2027.
Tekanan tentu menjadi lebih besar, tetapi Malen justru memulai musim dengan cara yang sempurna.
Hat-trick melawan Fiorentina juga menjadi sinyal bagi para pesaing Roma bahwa mereka memiliki penyerang yang sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi.
Hal tersebut sangat penting bagi tim yang ingin bersaing di papan atas. Seorang striker yang mampu mencetak gol secara konsisten dapat menjadi pembeda dalam pertandingan-pertandingan ketat.
Apalagi, Roma tidak hanya akan menghadapi Serie A musim ini. Mereka juga memiliki agenda kompetisi Eropa yang membuat kedalaman skuad dan produktivitas lini depan menjadi semakin penting.
Malen diperkirakan akan menjadi salah satu pemain yang paling sering diandalkan Gasperini.
Pelatih Roma tersebut tentu bisa merasa puas melihat bagaimana anak asuhnya tampil pada pertandingan pembuka. Malen mampu menjalankan tugasnya dengan sangat baik, sementara Dybala memberikan dukungan luar biasa dari belakang.
Koneksi antara Malen dan Dybala bisa menjadi salah satu senjata utama Roma sepanjang musim.
Ketiga gol Malen semuanya berasal dari kontribusi Dybala. Hal tersebut menunjukkan bahwa keduanya memiliki pemahaman yang cukup baik di lapangan.
Dybala mampu menemukan ruang untuk memberikan umpan, sedangkan Malen memiliki pergerakan dan penyelesaian yang dibutuhkan untuk mengubah peluang menjadi gol.
Jika kombinasi ini terus berkembang, Roma bisa memiliki salah satu duet paling berbahaya di Serie A.
Namun, pertandingan melawan Fiorentina baru menjadi langkah pertama.
Malen masih harus mempertahankan konsistensinya dalam pertandingan-pertandingan berikutnya. Lawan akan mulai memberikan perhatian lebih besar setelah melihat performanya pada laga pembuka.
Pertahanan lawan tentu akan mencoba memutus hubungan antara Malen dan Dybala. Karena itu, Gasperini harus menemukan variasi serangan agar Roma tidak terlalu mudah ditebak.
Kabar baiknya, Roma memiliki sejumlah pemain lain yang mampu memberikan kontribusi.
Gol keempat yang dicetak Pisilli menjadi contoh bahwa ancaman Roma tidak hanya datang dari Malen dan Dybala.
Semakin banyak pemain yang mampu mencetak gol, semakin sulit lawan menghentikan Roma.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa Malen akan menjadi pusat perhatian setelah hat-trick tersebut.
Ia kini langsung memimpin perburuan gol sejak pertandingan pertama. Tiga gol tentu menjadi modal psikologis yang sangat besar.
Bagi seorang striker, kepercayaan diri sangat penting.
Ketika seorang penyerang mulai mencetak gol secara konsisten, kepercayaan dirinya biasanya meningkat. Pergerakan menjadi lebih berani, penyelesaian lebih tenang, dan keputusan di depan gawang menjadi lebih cepat.
Malen kini memiliki modal tersebut.
Ia juga memiliki pengalaman bermain di berbagai kompetisi Eropa. Sebelum bergabung dengan Roma, ia pernah memperkuat PSV Eindhoven, Borussia Dortmund, dan Aston Villa.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin matang sebagai pemain.
Kini, di usia 27 tahun, Malen memasuki fase penting dalam kariernya. Ia bukan lagi pemain muda yang sekadar menjanjikan potensi. Ia sudah berada pada usia ketika seorang penyerang diharapkan mampu menjadi pemain utama dan menghasilkan gol secara konsisten.
Roma memberikan panggung tersebut.
Dan pertandingan melawan Fiorentina menunjukkan bahwa Malen siap mengambil tanggung jawab itu.
Tiga gol dalam satu pertandingan tentu menjadi awal yang sangat bagus. Namun, target Roma bukan hanya memenangkan pertandingan pembuka.
Mereka ingin bersaing di papan atas Serie A dan mencapai target besar di kompetisi Eropa.
Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka membutuhkan Malen dalam performa terbaik sepanjang musim.
Gasperini juga memiliki pekerjaan penting untuk menjaga kondisi fisik sang penyerang. Musim yang panjang akan menghadirkan banyak pertandingan, sehingga rotasi dan pengelolaan tenaga menjadi sangat penting.
Malen tidak bisa terus bermain dengan intensitas maksimal tanpa adanya pengaturan yang tepat.
Namun, jika ia mampu menjaga kebugaran dan konsistensi, Roma memiliki alasan kuat untuk optimistis.
Hat-trick melawan Fiorentina juga memperlihatkan bahwa Malen tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan ritmenya.
Ia langsung mencetak gol pada pertandingan pertama.
Bahkan, ia mencetak tiga gol sekaligus.
Bagi Aston Villa, penjualan Malen senilai sekitar 25 juta euro mungkin menjadi keputusan bisnis yang harus diterima. Sementara bagi Roma, transfer tersebut sudah terlihat menjanjikan sejak awal.
Malen sendiri tampaknya menikmati kehidupannya di ibu kota Italia.
Setelah menjalani masa pinjaman yang sukses, ia kini mendapatkan kesempatan untuk benar-benar membangun karier bersama Roma.
Dan para pendukung Giallorossi tentu berharap hat-trick melawan Fiorentina bukan sekadar pertunjukan satu malam.
Mereka ingin melihat Malen terus mencetak gol.
Jika performanya terus berlanjut, bukan tidak mungkin ia menjadi salah satu kandidat kuat pencetak gol terbanyak Serie A musim ini.
Untuk saat ini, Malen sudah mengirimkan pesan yang sangat jelas.
Ia datang ke musim baru bukan untuk beradaptasi.
Ia datang untuk mencetak gol.
Tiga kali ia membobol gawang Fiorentina, tiga kali pula ia membuat publik Olimpico bersorak.
Sementara Roma mendapatkan kemenangan 4-0 dan langsung menduduki puncak klasemen.
Malam tersebut menjadi awal yang nyaris sempurna bagi Giallorossi.
Malen mencetak hat-trick, Dybala memberikan tiga assist, Pisilli melengkapi pesta gol, dan Roma mendapatkan tiga poin.
Jika performa seperti ini dapat dipertahankan, Roma berpotensi menjadi salah satu tim yang sangat menarik untuk diperhatikan sepanjang musim 2026/2027.
Dan satu hal sudah jelas setelah pertandingan melawan Fiorentina: Donyell Malen siap menjadi mesin gol utama Roma.
Musim baru baru saja dimulai, tetapi penyerang Belanda tersebut sudah membuat pernyataan besar.
Roma mungkin baru memainkan satu pertandingan, namun Malen sudah menunjukkan bahwa dirinya ingin menjadikan musim ini sebagai salah satu musim terbaik dalam kariernya.
