Arsenal resmi berpisah dengan Reiss Nelson. The Gunners dan winger berusia 26 tahun tersebut sepakat mengakhiri kontrak secara mutual, sehingga sang pemain kini berstatus bebas transfer dan dapat menentukan sendiri klub berikutnya.

Keputusan ini sekaligus mengakhiri perjalanan panjang Nelson bersama Arsenal yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Ia merupakan salah satu produk akademi Hale End yang sempat digadang-gadang memiliki masa depan cerah di tim utama.

Namun, perjalanan tersebut ternyata tidak berjalan sesuai harapan.

Nelson memang berhasil menembus tim senior Arsenal, tetapi ia tidak pernah benar-benar mampu mengamankan posisi sebagai pemain utama. Berbagai masa peminjaman, persaingan di lini depan, serta masalah cedera membuat perkembangannya berjalan tidak konsisten.

Kini, setelah memasuki usia 26 tahun, Nelson memilih membuka lembaran baru.

Arsenal pun mengambil keputusan untuk melepasnya tanpa menunggu kontraknya berakhir.

Arsenal dan Nelson Sepakat Berpisah

Arsenal mengumumkan bahwa Nelson meninggalkan klub setelah kedua pihak mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kontraknya secara bersama-sama.

Keputusan tersebut membuat Nelson langsung berstatus sebagai pemain tanpa klub.

Sebenarnya, kontrak sang winger masih menyisakan satu musim. Kesepakatan sebelumnya berlaku hingga Juni 2027 dan Arsenal bahkan memiliki opsi untuk memperpanjangnya selama satu tahun lagi.

Namun, klub memilih tidak menggunakan opsi tersebut.

Arsenal justru mengambil jalan yang lebih cepat dengan mengakhiri kontrak Nelson melalui kesepakatan bersama.

Bagi klub, keputusan tersebut memberikan kesempatan untuk membersihkan skuad dari pemain yang sudah tidak masuk dalam rencana utama Mikel Arteta.

Sementara bagi Nelson, status bebas transfer membuatnya lebih leluasa menentukan tujuan berikutnya.

Ia tidak perlu menunggu klub peminat mencapai kesepakatan transfer dengan Arsenal.

Kini, Nelson bisa langsung bernegosiasi dengan klub mana pun yang tertarik menggunakan jasanya.

Nelson Membutuhkan Kesempatan Bermain

Salah satu alasan utama perpisahan ini adalah kebutuhan Nelson untuk mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten.

Selama beberapa musim terakhir, Nelson kesulitan mendapatkan tempat reguler di Arsenal.

Persaingan di lini depan The Gunners sangat ketat.

Arteta memiliki sejumlah pilihan untuk posisi sayap dan lini serang. Kondisi tersebut membuat Nelson harus menerima kenyataan bahwa peluang bermainnya semakin terbatas.

Bagi pemain berusia 26 tahun, situasi tersebut tentu bukan sesuatu yang ideal.

Nelson membutuhkan klub yang bisa memberikan kepercayaan dan kesempatan bermain secara reguler.

Karena itu, meninggalkan Arsenal dianggap sebagai langkah yang masuk akal untuk menyelamatkan kariernya.

Ia sekarang berada pada usia ketika pengalaman dan konsistensi sangat penting untuk menentukan tahap berikutnya dalam karier profesional.

Minat terhadap Nelson Sudah Ada

Meski meninggalkan Arsenal sebagai pemain bebas transfer, Nelson tidak diperkirakan akan kesulitan mencari klub baru.

Beberapa klub di Inggris dan luar negeri disebut memantau situasinya.

West Ham United bahkan sebelumnya sudah melakukan pembicaraan dengan Arsenal mengenai kemungkinan transfer permanen Nelson.

Namun, pembicaraan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.

Pada akhirnya, Arsenal memilih mengakhiri kontrak sang pemain secara mutual.

Situasi ini justru bisa membuat Nelson semakin menarik bagi klub-klub peminat.

Mereka tidak perlu membayar biaya transfer kepada Arsenal.

Klub yang berminat hanya perlu mencapai kesepakatan mengenai kontrak dan gaji dengan sang pemain.

Nelson pun kini memiliki kebebasan untuk menilai seluruh pilihan yang tersedia sebelum menentukan tujuan berikutnya.

Musim Terakhir di Brentford Tidak Berjalan Mulus

Nelson menghabiskan musim 2025/26 sebagai pemain pinjaman di Brentford.

Namun, periode tersebut tidak memberikan perkembangan yang signifikan.

Masalah fisik dan persaingan membuat kesempatan bermainnya terbatas.

Nelson hanya mencatatkan 13 penampilan di semua kompetisi bersama Brentford.

Lebih mengejutkan lagi, ia hanya tiga kali tampil sebagai starter, dan ketiga kesempatan tersebut terjadi di kompetisi piala domestik.

Situasi tersebut menggambarkan betapa sulitnya perjalanan Nelson dalam beberapa tahun terakhir.

Ia membutuhkan kesempatan bermain untuk membangun kembali kepercayaan diri, tetapi cedera dan persaingan justru membuatnya semakin sulit mendapatkan posisi reguler.

Sebelumnya Juga Dipinjamkan ke Fulham

Sebelum bergabung dengan Brentford, Nelson juga sempat menjalani masa peminjaman di Fulham.

Ia memperkuat Fulham pada musim 2024/25.

Namun, perjalanan tersebut juga tidak berjalan sesuai rencana.

Cedera hamstring serius membuat musimnya berakhir lebih cepat pada Desember 2024.

Masalah tersebut kembali menghambat perkembangan Nelson.

Padahal, kepindahan ke Fulham seharusnya menjadi kesempatan baginya untuk mendapatkan menit bermain yang lebih banyak dan membuktikan bahwa ia masih mampu bersaing di level Premier League.

Sayangnya, cedera membuat rencana tersebut tidak berjalan.

Pernah Merasakan Sepak Bola Jerman

Perjalanan Nelson bersama Arsenal juga pernah membawanya ke Bundesliga.

Pada musim 2018/19, ia dipinjamkan ke Hoffenheim.

Di Jerman, Nelson menunjukkan beberapa tanda positif.

Ia mencetak tiga gol dalam 22 pertandingan bersama Hoffenheim.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu fase penting dalam perkembangan kariernya.

Setelah kembali ke Arsenal, Nelson masih belum mampu mendapatkan tempat reguler.

Persaingan yang ketat membuatnya kembali harus mempertimbangkan masa depan.

Pernah Bermain untuk Feyenoord

Pada Agustus 2021, Nelson kembali menjalani masa peminjaman.

Kali ini ia bergabung dengan Feyenoord di Belanda.

Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi Nelson untuk bermain di lingkungan berbeda.

Ia juga membantu Feyenoord mencapai final Liga Konferensi Europa.

Namun, setelah kembali ke Arsenal, masalah yang sama kembali muncul.

Nelson memiliki kemampuan untuk memberikan dampak ketika dimainkan, tetapi ia kesulitan mempertahankan konsistensi dalam jangka panjang.

Karena itu, statusnya di Arsenal terus berada di antara pemain utama dan pemain pelapis.

Hale End Pernah Melihat Nelson sebagai Bintang Masa Depan

Ketika masih berada di akademi, Nelson dianggap sebagai salah satu talenta paling menjanjikan Arsenal.

Ia berkembang melalui sistem akademi Hale End dan menunjukkan kemampuan yang membuat banyak pihak percaya bahwa dirinya bisa menjadi bintang masa depan.

Nelson kemudian menandatangani kontrak profesional pertamanya pada Desember 2016.

Tidak lama setelah itu, ia mendapatkan kesempatan tampil di tim senior.

Debutnya terjadi pada Agustus 2017 ketika Arsenal menghadapi Chelsea di Community Shield.

Saat itu, Nelson masih sangat muda.

Namun, kemampuannya membuat dirinya mendapatkan perhatian besar.

Banyak yang berharap ia bisa berkembang menjadi salah satu pemain penting Arsenal.

Perjalanan yang Tidak Sesuai Prediksi

Sayangnya, sepak bola tidak selalu berjalan sesuai prediksi.

Nelson memang berhasil mencapai tim utama.

Namun, ia tidak pernah benar-benar menjadi pemain reguler dalam jangka panjang.

Berbagai masa peminjaman menjadi bagian dari perjalanan kariernya.

Ia juga harus menghadapi sejumlah cedera.

Ketika kembali ke Arsenal, persaingan semakin berat.

Pemain-pemain baru datang.

Sementara pemain lain berkembang lebih cepat.

Situasi tersebut membuat Nelson semakin sulit mendapatkan tempat.

Meski demikian, ia tetap mampu memberikan beberapa momen berkesan.

Gol Dramatis Melawan Bournemouth

Salah satu momen paling dikenang dari karier Nelson bersama Arsenal terjadi ketika menghadapi Bournemouth pada 2023.

Nelson mencetak gol kemenangan dramatis pada menit ke-97.

Gol tersebut menjadi salah satu momen yang sangat emosional bagi para pendukung Arsenal.

Saat pertandingan tampaknya akan berakhir, Nelson muncul dan memberikan kemenangan penting bagi tim.

Momen tersebut menunjukkan kualitas yang sebenarnya dimiliki sang pemain.

Ia memiliki kemampuan untuk menjadi penentu pertandingan.

Namun, masalahnya adalah kemampuan tersebut tidak selalu muncul secara konsisten.

Kontrak Baru pada 2023

Setelah beberapa periode peminjaman, Arsenal sempat memberikan kontrak baru kepada Nelson pada 2023.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa klub masih percaya terhadap kemampuannya.

Nelson dipandang sebagai pemain yang bisa memberikan kedalaman skuad.

Ia juga memiliki fleksibilitas untuk bermain di sejumlah posisi ofensif.

Namun, kontrak baru tersebut pada akhirnya tidak menghasilkan perubahan besar dalam kariernya.

Nelson tetap kesulitan menjadi pilihan utama.

Hingga akhirnya Arsenal mengambil keputusan untuk berpisah.

90 Penampilan Bersama Arsenal

Sepanjang kariernya bersama tim utama Arsenal, Nelson mencatatkan tepat 90 penampilan.

Dalam periode tersebut, ia mencetak delapan gol dan memberikan sembilan assist.

Angka tersebut tentu bukan catatan luar biasa jika dibandingkan dengan ekspektasi ketika ia masih menjadi pemain akademi.

Namun, Nelson tetap menjadi bagian dari sejarah Arsenal.

Ia merupakan pemain yang tumbuh dari akademi klub dan berhasil mencapai level senior.

Ia juga menjadi bagian dari skuad yang memenangkan beberapa trofi.

Nelson turut merasakan keberhasilan Arsenal menjuarai FA Cup pada 2020 serta Community Shield pada 2017 dan 2020.

Akhir Sebuah Era

Kepergian Nelson memiliki makna lebih besar daripada sekadar keluarnya seorang pemain.

Ia disebut sebagai pemain terakhir di skuad Arsenal yang pernah bermain di bawah Arsene Wenger.

Dengan kepergian Nelson, era Wenger benar-benar berakhir dari komposisi pemain Arsenal saat ini.

Nelson merupakan bagian dari masa transisi klub dari era Wenger menuju periode berikutnya.

Ia tumbuh ketika Wenger masih menjadi manajer.

Ia kemudian melewati perubahan besar yang terjadi di klub.

Kini, setelah hampir dua dekade berada dalam lingkungan Arsenal, perjalanan tersebut resmi berakhir.

Arsenal Kini Hanya Menyisakan Saka dari Era Awal Arteta

Kepergian Nelson juga membuat Bukayo Saka menjadi satu-satunya pemain yang masih bertahan dari pertandingan pertama Mikel Arteta sebagai pelatih Arsenal.

Arteta menjalani pertandingan pertamanya sebagai manajer Arsenal melawan Bournemouth pada Desember 2019.

Saka tampil dalam pertandingan tersebut.

Nelson juga merupakan bagian dari periode awal tersebut.

Kini, Nelson pergi.

Saka tetap bertahan dan bahkan berkembang menjadi salah satu pemain terpenting Arsenal.

Perbedaan perjalanan kedua pemain tersebut menjadi gambaran bagaimana perkembangan karier pemain akademi bisa sangat berbeda meskipun memulai dari tempat yang sama.

Arsenal Tidak Mendapatkan Uang Transfer

Salah satu konsekuensi dari keputusan ini adalah Arsenal tidak mendapatkan biaya transfer.

Jika Nelson dijual ketika masih memiliki kontrak, klub sebenarnya berpeluang mendapatkan sejumlah uang.

Namun, dengan mengakhiri kontrak secara mutual, Nelson menjadi pemain bebas transfer.

Arsenal harus mengorbankan kemungkinan mendapatkan pemasukan transfer.

Sebagai gantinya, klub dapat segera menghapus gaji Nelson dari struktur pengeluaran.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Arsenal lebih memilih solusi cepat dibandingkan menunggu klub lain datang dengan tawaran yang sesuai.

Nelson Kini Bisa Memilih Klub

Bagi Nelson, menjadi pemain bebas transfer juga memiliki sisi positif.

Ia kini tidak terikat dengan Arsenal.

Ia bisa mempertimbangkan semua tawaran yang datang.

Klub dari Premier League bisa merekrutnya.

Klub dari luar Inggris juga memiliki peluang yang sama.

Situasi tersebut memberikan Nelson kesempatan untuk memilih proyek yang paling sesuai dengan kebutuhannya.

Yang paling penting tentu adalah kesempatan bermain.

Setelah beberapa musim mengalami kesulitan mendapatkan menit bermain reguler, Nelson membutuhkan klub yang benar-benar percaya kepadanya.

Usia 26 Tahun Belum Terlambat

Nelson kini berusia 26 tahun.

Artinya, kariernya masih jauh dari selesai.

Ia belum memasuki fase akhir sebagai pesepak bola profesional.

Jika mampu menjaga kebugaran dan menemukan klub yang tepat, Nelson masih memiliki kesempatan untuk membangun kembali kariernya.

Ia sudah memiliki pengalaman di Premier League.

Ia pernah bermain di Bundesliga.

Ia pernah merasakan sepak bola Belanda.

Ia juga memiliki pengalaman di kompetisi Eropa.

Semua pengalaman tersebut menjadi modal berharga.

Tantangan Berikutnya Menentukan Masa Depan

Kini Nelson harus membuat keputusan penting.

Ia tidak boleh salah memilih klub berikutnya.

Jika kembali bergabung dengan klub yang memiliki persaingan sangat ketat, masalah lama bisa terulang.

Sebaliknya, jika memilih klub yang benar-benar membutuhkan pemain dengan karakteristiknya, Nelson bisa mendapatkan kesempatan untuk kembali bersinar.

Prioritasnya jelas.

Bermain secara reguler.

Menjaga kebugaran.

Mencetak gol.

Dan membangun kembali kepercayaan diri.

Arsenal Juga Harus Melihat Pelajaran dari Kasus Nelson

Dari sisi Arsenal, kepergian Nelson juga memberikan pelajaran.

Pemain akademi selalu memiliki nilai sentimental.

Ketika seorang pemain tumbuh di Hale End, klub tentu berharap ia bisa menjadi bintang di tim utama.

Namun, tidak semua pemain akademi bisa mencapai level tersebut.

Karena itu, klub harus mengambil keputusan pada waktu yang tepat.

Dalam kasus Nelson, Arsenal akhirnya memilih mengakhiri kontrak daripada menunggu lebih lama.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari proses membangun skuad yang lebih efisien.

Babak Baru Segera Dimulai

Kini, setelah meninggalkan Arsenal, Nelson memiliki kesempatan untuk menulis cerita baru.

Ia tidak lagi membawa tekanan sebagai pemain akademi Arsenal.

Ia tidak lagi harus dibandingkan dengan pemain-pemain yang tumbuh bersamanya.

Ia bisa memulai dari awal.

Klub baru akan menilai dirinya berdasarkan kemampuan yang ia tunjukkan sekarang.

Jika mampu tampil konsisten, bukan tidak mungkin Nelson kembali menjadi pemain yang diperhitungkan.

Pengalamannya bisa menjadi keuntungan.

Usianya juga masih cukup ideal untuk melakukan kebangkitan karier.

Kesimpulan

Reiss Nelson resmi meninggalkan Arsenal setelah kedua pihak sepakat mengakhiri kontrak secara mutual. Winger berusia 26 tahun tersebut kini berstatus bebas transfer dan bebas memilih klub berikutnya.

Nelson sebenarnya masih memiliki kontrak hingga Juni 2027 dengan opsi perpanjangan satu tahun di tangan Arsenal. Namun, klub memilih mengakhiri kerja sama lebih cepat karena sang pemain membutuhkan kesempatan bermain yang lebih konsisten.

Beberapa klub disebut tertarik, baik dari Premier League maupun luar Inggris. West Ham United sebelumnya juga sempat berdiskusi mengenai kemungkinan transfer, tetapi kesepakatan tersebut tidak terwujud.

Nelson menghabiskan musim 2025/26 sebagai pemain pinjaman di Brentford dan hanya mencatatkan 13 penampilan, dengan tiga di antaranya sebagai starter. Sebelumnya, ia juga pernah dipinjamkan ke Hoffenheim, Feyenoord, dan Fulham.

Sepanjang membela tim utama Arsenal, Nelson mencatatkan 90 pertandingan dengan delapan gol dan sembilan assist.

Ia mungkin tidak pernah berkembang menjadi bintang besar seperti yang diprediksi ketika masih di Hale End, tetapi ia tetap meninggalkan beberapa kenangan indah, terutama gol dramatisnya pada menit ke-97 ketika menghadapi Bournemouth pada 2023.

Kepergian Nelson juga menandai berakhirnya sebuah era.

Ia merupakan pemain terakhir dalam skuad Arsenal yang pernah bermain di bawah Arsene Wenger.

Kini, Nelson harus menentukan langkah berikutnya.

Setelah hampir dua dekade menjadi bagian dari Arsenal, kisah Reiss Nelson di Emirates akhirnya berakhir. Status bebas transfer memberinya kebebasan untuk memilih klub baru. Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah ia mampu menembus tim utama Arsenal, melainkan di mana Nelson akan menemukan panggung baru untuk menghidupkan kembali kariernya.