Carlo Ancelotti harus menerima kenyataan bahwa perjalanan panjangnya ke Inggris tidak berjalan sesuai rencana.

Pelatih tim nasional Brasil tersebut sebenarnya memiliki agenda yang cukup jelas ketika datang ke London. Ancelotti ingin menyaksikan secara langsung pertandingan Tottenham Hotspur melawan Newcastle United sekaligus memantau sejumlah pemain yang berpotensi menjadi bagian penting dari proyek Tim Samba.

Namun, rencana tersebut justru berantakan.

Sebagian besar pemain yang ingin dilihat langsung oleh Ancelotti tidak berada di lapangan.

Ada yang mengalami cedera.

Ada yang tidak masuk skuad.

Ada pula yang masih menghadapi ketidakpastian mengenai masa depannya.

Pada akhirnya, perjalanan Ancelotti ke Inggris berubah menjadi pengalaman yang mengecewakan.

Lebih menarik lagi, kekecewaan tersebut datang hanya sehari setelah Ancelotti mengalami drama lain di Prancis.

Pelatih berusia 67 tahun itu sebelumnya berada di Prancis untuk menyaksikan pertandingan Lille yang dilatih putranya, Davide Ancelotti, menghadapi Paris Saint-Germain.

Ia tentu berharap bisa menikmati malam yang menyenangkan bersama putranya.

Namun, harapan itu juga tidak terwujud.

Lille yang sudah berada dalam posisi sangat menguntungkan justru kehilangan kemenangan di penghujung pertandingan.

Ancelotti Berangkat ke Prancis Demi Putranya

Agenda Ancelotti sebenarnya cukup padat.

Sebelum terbang menuju Inggris, ia terlebih dahulu berada di Prancis untuk menyaksikan pertandingan Lille melawan PSG.

Kehadiran Ancelotti bukan semata-mata berkaitan dengan tugasnya sebagai pelatih Brasil.

Ia juga datang untuk memberikan dukungan kepada Davide Ancelotti.

Davide kini menjadi pelatih Lille.

Karena itu, pertandingan tersebut memiliki arti khusus bagi keluarga Ancelotti.

Dan pertandingan itu awalnya berjalan sangat baik.

Lille mampu memberikan perlawanan kuat kepada PSG.

Bahkan, mereka sempat unggul dua gol dan berada dalam posisi ideal untuk mengamankan kemenangan.

Namun, sepak bola kembali menunjukkan bahwa pertandingan belum selesai sebelum peluit panjang dibunyikan.

PSG mulai bangkit pada menit-menit akhir.

Vitinha memperkecil ketertinggalan pada menit ke-91.

Harapan Lille untuk mempertahankan keunggulan mulai goyah.

Kemudian, pada menit ke-95, Marquinhos mencetak gol penyama kedudukan.

Dua gol dalam waktu tambahan membuat Lille kehilangan kemenangan yang sebenarnya sudah berada di depan mata.

Bagi Davide Ancelotti, hasil tersebut tentu mengecewakan.

Bagi Carlo, malam itu juga bukan awal yang ideal sebelum melanjutkan perjalanan ke Inggris.

Perjalanan Dilanjutkan ke London

Setelah pertandingan di Prancis selesai, Carlo Ancelotti kemudian menuju London.

Tujuannya adalah Tottenham Hotspur Stadium.

Di sana, Tottenham akan menghadapi Newcastle United dalam pertandingan Premier League.

Ancelotti datang dengan misi khusus.

Ia ingin melihat sejumlah pemain yang memiliki hubungan dengan tim nasional Brasil.

Selain itu, Roberto Mancini juga hadir.

Pelatih Italia tersebut memiliki kepentingan berbeda.

Mancini ingin memantau Sandro Tonali yang bermain untuk Newcastle.

Karena itu, pertandingan Tottenham kontra Newcastle sebenarnya menjadi kesempatan penting bagi kedua pelatih.

Namun, situasi skuad kedua tim membuat rencana tersebut tidak berjalan sempurna.

Banyak Pemain yang Ingin Dipantau Justru Absen

Ancelotti memiliki beberapa nama yang ingin diamati.

Salah satunya adalah Richarlison.

Penyerang Tottenham tersebut selama ini menjadi salah satu pemain yang masuk dalam radar tim nasional Brasil.

Namun, Richarlison tidak turun dalam pertandingan.

Situasi tersebut semakin menarik karena masa depannya di Tottenham juga sedang menjadi bahan spekulasi.

Ancelotti tentu kehilangan kesempatan untuk melihat kondisi Richarlison secara langsung.

Selain Richarlison, ada pula Savio.

Pemain Brasil tersebut baru saja bergabung dengan Tottenham dari Manchester City.

Savio didatangkan dengan nilai transfer sekitar £85 juta.

Kedatangannya sempat menjadi salah satu transfer besar Tottenham pada musim panas.

Savio bahkan sudah mencetak gol dalam pertandingan debutnya bersama Spurs saat menghadapi Charlton Athletic di Carabao Cup.

Namun, saat Ancelotti datang untuk melihatnya bermain di Premier League, sang pemain justru tidak tersedia karena cedera.

Savio Gagal Menunjukkan Kemampuan di Depan Ancelotti

Situasi tersebut tentu sangat disayangkan.

Savio merupakan salah satu pemain yang menarik perhatian Ancelotti.

Pemain muda Brasil itu memiliki karakter menyerang, kecepatan, dan kemampuan bermain di sektor sayap.

Tottenham bahkan mengeluarkan biaya besar untuk mendatangkannya.

Namun, cedera membuat Savio harus menonton pertandingan dari luar lapangan.

Ancelotti pun tidak mendapatkan kesempatan untuk menilai perkembangan sang winger secara langsung.

Padahal, setiap pertandingan Premier League dapat menjadi kesempatan penting bagi pemain yang ingin mendapatkan tempat di tim nasional Brasil.

Joelinton Juga Tidak Tersedia

Dari kubu Newcastle, Ancelotti sebenarnya juga memiliki alasan untuk memperhatikan Joelinton.

Pemain asal Brasil tersebut sudah cukup lama menjadi bagian dari Newcastle.

Ia juga memiliki kemampuan bermain di beberapa posisi.

Namun, Joelinton juga tidak bisa tampil karena cedera.

Dengan demikian, satu lagi pemain yang ingin dipantau Ancelotti harus dicoret dari daftar.

Satu per satu nama yang diharapkan hadir justru menghilang dari pertandingan.

Souza Masih Berada di Belakang Pemain Lain

Ada pula nama Souza.

Pemain tersebut belum menjadi pilihan utama di Tottenham.

Ia masih berada di belakang pemain seperti Andy Robertson dan Destiny Udogie dalam urutan pilihan.

Situasi tersebut membuat peluang Souza untuk tampil di hadapan Ancelotti semakin kecil.

Dengan banyaknya pemain yang absen atau tidak menjadi pilihan, perjalanan Ancelotti ke London semakin jauh dari tujuan awalnya.

Mancini Setidaknya Bisa Melihat Tonali

Berbeda dengan Ancelotti, Roberto Mancini masih mendapatkan kesempatan untuk memantau pemain yang menjadi targetnya.

Sandro Tonali tampil sebagai starter untuk Newcastle.

Mancini tentu memperhatikan performa gelandang tersebut.

Tonali merupakan salah satu pemain penting bagi tim nasional Italia.

Pengalaman dan kualitasnya membuat Mancini memiliki alasan kuat untuk terus memantau kondisinya.

Dengan tampil sejak menit pertama, Tonali memberikan kesempatan kepada Mancini untuk melihatnya secara langsung.

Namun, Ancelotti tidak mendapatkan keberuntungan yang sama.

Ancelotti Harus Melihat Pertandingan dengan Daftar Pemain yang Berkurang

Ketika pertandingan dimulai, Ancelotti akhirnya harus menyesuaikan harapannya.

Ia tetap bisa menyaksikan pertandingan.

Ia tetap dapat melihat bagaimana pemain-pemain Premier League bermain.

Tetapi sebagian besar nama yang menjadi alasan utamanya datang tidak berada di lapangan.

Ini merupakan salah satu risiko yang harus diterima oleh seorang pelatih tim nasional.

Tidak seperti pelatih klub yang dapat bekerja dengan pemain setiap hari, pelatih tim nasional harus mengumpulkan informasi dari berbagai pertandingan.

Karena itu, kesempatan melihat pemain secara langsung sangat berharga.

Pertandingan Tetap Berjalan Menarik

Meskipun kehilangan sejumlah pemain yang ingin dipantau, pertandingan Tottenham melawan Newcastle tetap memberikan tontonan menarik.

Kedua tim memiliki kepentingan masing-masing.

Tottenham ingin mendapatkan kemenangan setelah memulai musim dengan hasil buruk.

Newcastle juga membutuhkan tiga poin untuk memperbaiki posisi.

Pada akhirnya, Newcastle tampil lebih efektif.

The Magpies mampu mencetak dua gol dan mengamankan kemenangan 2-0.

Anthony Elanga Membuka Keunggulan

Gol pertama Newcastle dicetak Anthony Elanga.

Pemain asal Swedia tersebut menjadi salah satu pemain yang memberikan perbedaan di pertandingan.

Golnya datang pada menit ke-60.

Keunggulan tersebut membuat Newcastle semakin percaya diri.

Tottenham dipaksa meningkatkan intensitas serangan.

Namun, Spurs justru semakin kesulitan menemukan celah.

Newcastle Mengunci Kemenangan

Newcastle kemudian berhasil menambah keunggulan.

Tottenham tidak mampu membalas.

Pertandingan berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Newcastle.

Hasil tersebut memberikan tiga poin penting bagi tim tamu.

Sebaliknya, Tottenham harus menerima kekalahan kedua secara beruntun di Premier League.

Lebih buruk lagi, Spurs masih belum mencetak gol dalam dua pertandingan awal liga.

Kemenangan Newcastle Menjadi Pukulan Lain

Bagi Ancelotti, hasil pertandingan itu sendiri mungkin bukan masalah utama.

Ia datang bukan untuk mendukung Tottenham ataupun Newcastle.

Namun, hasil tersebut tetap memberikan konsekuensi bagi misi pemantauan pemain.

Ia tidak mendapatkan kesempatan melihat sejumlah pemain Brasil yang diharapkan.

Sementara pemain yang tersedia tidak semuanya menjadi fokus utama Ancelotti.

Alhasil, perjalanan ke Inggris tidak memberikan informasi sebanyak yang diharapkan.

Misi Ancelotti Semakin Rumit

Ancelotti sedang membangun masa depan Brasil.

Sebagai pelatih tim nasional, ia harus terus memantau perkembangan pemain.

Ia perlu mengetahui siapa yang berada dalam kondisi terbaik.

Ia juga harus mengetahui siapa yang mengalami penurunan performa.

Karena itu, pertandingan Premier League memiliki nilai penting.

Liga Inggris dihuni banyak pemain Brasil.

Tottenham dan Newcastle memiliki beberapa nama yang bisa menjadi bagian dari persaingan tim nasional.

Namun, cedera dan keputusan pelatih klub membuat Ancelotti harus bersabar.

Savio Menjadi Salah Satu Nama Menarik

Savio menjadi salah satu pemain yang sangat menarik untuk dipantau.

Transfer senilai £85 juta menunjukkan bahwa Tottenham memiliki kepercayaan tinggi terhadap kualitasnya.

Savio juga sudah memberikan respons positif pada debutnya dengan mencetak gol.

Namun, satu pertandingan tidak cukup untuk menentukan masa depannya bersama Brasil.

Ancelotti membutuhkan lebih banyak data.

Ia perlu melihat bagaimana Savio menghadapi lawan-lawan kuat.

Ia juga perlu melihat konsistensi dan kemampuannya bermain dalam tekanan.

Sayangnya, cedera membuat proses tersebut tertunda.

Richarlison Juga Menjadi Tanda Tanya

Situasi Richarlison bahkan lebih kompleks.

Ia tidak tampil melawan Newcastle.

Pada saat yang sama, masa depannya di Tottenham masih menjadi bahan pembicaraan.

Bagi Ancelotti, situasi seperti ini tentu membuat proses evaluasi menjadi lebih sulit.

Richarlison sudah memiliki pengalaman bersama Brasil.

Ia juga memahami sistem sepak bola internasional.

Namun, persaingan untuk mendapatkan tempat di tim nasional tetap sangat ketat.

Jika ia tidak bermain secara reguler di klub, peluangnya bisa terpengaruh.

Joelinton Tetap Penting bagi Brasil

Joelinton juga merupakan pemain yang menarik.

Ia memiliki kemampuan bermain sebagai gelandang maupun pemain yang lebih menyerang.

Karakter serbabisa seperti itu sangat berharga dalam sepak bola modern.

Namun, cedera membuat Ancelotti tidak bisa menilainya dalam pertandingan tersebut.

Pelatih Brasil itu harus menunggu kesempatan berikutnya.

Ancelotti Harus Bersabar

Situasi seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi pelatih tim nasional.

Ancelotti tentu sudah memahami bahwa tidak semua rencana berjalan sesuai keinginan.

Pemain bisa cedera.

Pelatih klub bisa membuat keputusan berbeda.

Jadwal pertandingan juga sangat padat.

Namun, perjalanan ke London tetap memiliki nilai.

Ancelotti bisa mendapatkan gambaran umum mengenai kondisi Premier League.

Ia juga bisa berbicara dengan pemain atau staf klub.

Informasi tersebut tetap berguna untuk persiapan Brasil.

Perjalanan dari Prancis ke Inggris Sangat Melelahkan

Yang membuat perjalanan ini semakin menarik adalah jadwal Ancelotti yang sangat padat.

Ia berada di Prancis pada Jumat malam.

Kemudian harus segera menuju Inggris untuk pertandingan pada Sabtu.

Perjalanan tersebut dilakukan demi dua tujuan berbeda.

Pertama, memberikan dukungan kepada putranya.

Kedua, menjalankan tugas sebagai pelatih Brasil.

Namun, kedua pertandingan tersebut sama-sama memberikan hasil yang tidak sesuai harapan.

Lille kehilangan kemenangan di Prancis.

Sementara di Inggris, banyak pemain yang ingin dipantau Ancelotti tidak tampil.

Dua Kekecewaan dalam Dua Negara

Situasi ini membuat perjalanan Ancelotti terasa seperti sebuah akhir pekan yang penuh kekecewaan.

Di Prancis, ia melihat putranya kehilangan kemenangan pada menit-menit terakhir.

Di Inggris, ia melihat Tottenham dikalahkan Newcastle tanpa bisa memantau sebagian besar pemain Brasil yang menjadi perhatiannya.

Dua pertandingan.

Dua pengalaman berbeda.

Namun, keduanya sama-sama tidak memberikan hasil ideal.

Tetap Ada Hal Positif

Meski begitu, bukan berarti perjalanan Ancelotti sia-sia.

Ia tetap bisa menyaksikan beberapa pemain.

Ia juga dapat melihat perkembangan kompetisi Premier League secara langsung.

Sebagai pelatih tim nasional, informasi sekecil apa pun bisa memiliki nilai.

Ancelotti mungkin tidak mendapatkan apa yang ia harapkan.

Namun, ia bisa menggunakan pengalaman tersebut untuk menentukan langkah berikutnya.

Fokus pada Brasil

Pada akhirnya, tujuan utama Ancelotti tetap sama.

Ia ingin membangun Brasil menjadi tim yang lebih kuat.

Untuk melakukan itu, ia harus terus mencari pemain terbaik.

Ia tidak bisa hanya bergantung kepada nama-nama besar.

Pemain muda juga harus diberikan kesempatan.

Savio menjadi salah satu contoh pemain yang potensial.

Jika mampu pulih dan tampil konsisten, ia bisa kembali masuk radar Ancelotti.

Richarlison juga harus memastikan dirinya mendapatkan menit bermain reguler.

Joelinton pun harus kembali fit.

Tottenham Justru Menghadapi Masalah Sendiri

Sementara Ancelotti memikirkan Brasil, Tottenham harus menghadapi masalah internal.

Kekalahan 0-2 dari Newcastle membuat mereka menelan dua kekalahan dari dua pertandingan awal.

Spurs bahkan belum mencetak gol.

Situasi tersebut memberikan tekanan besar kepada Roberto De Zerbi.

Menariknya, Tottenham justru mengeluarkan dana besar untuk memperkuat skuad.

Savio dan Omar Marmoush menjadi bagian dari investasi tersebut.

Namun, hasil di lapangan belum menunjukkan perubahan signifikan.

Newcastle Menikmati Malam yang Berbeda

Di sisi lain, Newcastle pulang dari London dengan senyum lebar.

Kemenangan 2-0 menjadi modal penting.

Mereka juga menunjukkan pertahanan yang solid.

Anthony Elanga mencetak gol.

Dan tim berhasil mendapatkan tiga poin.

Bagi Newcastle, malam itu merupakan salah satu langkah penting dalam perjalanan musim baru.

Ancelotti Kini Menunggu Kesempatan Berikutnya

Kegagalan memantau sejumlah pemain bukan berarti Ancelotti akan menghapus nama-nama tersebut dari daftar.

Sebaliknya, ia kemungkinan akan terus mengikuti perkembangan mereka.

Ia memiliki tim kepelatihan yang dapat membantu mengumpulkan informasi.

Pertandingan berikutnya juga masih terbuka.

Ketika Savio kembali fit, Ancelotti dapat kembali mengamatinya.

Begitu pula dengan Joelinton dan Richarlison.

Kesimpulan

Carlo Ancelotti menjalani akhir pekan yang tidak sesuai harapan ketika melakukan perjalanan dari Prancis ke Inggris.

Pelatih Brasil tersebut terlebih dahulu menyaksikan Lille yang dilatih putranya, Davide Ancelotti, menghadapi Paris Saint-Germain. Lille sempat unggul dua gol, tetapi PSG mampu mencetak dua gol di masa tambahan melalui Vitinha dan Marquinhos sehingga pertandingan berakhir imbang.

Setelah itu, Ancelotti menuju London untuk menyaksikan Tottenham Hotspur menghadapi Newcastle United.

Tujuannya cukup jelas: memantau sejumlah pemain yang berpotensi menjadi bagian dari tim nasional Brasil.

Namun, rencana tersebut tidak berjalan mulus.

Savio absen karena cedera, padahal pemain tersebut baru saja bergabung dengan Tottenham dari Manchester City dengan nilai transfer sekitar £85 juta dan sebelumnya mencetak gol dalam debutnya melawan Charlton Athletic.

Richarlison juga tidak bermain di tengah spekulasi mengenai masa depannya.

Joelinton, yang bermain untuk Newcastle, juga harus absen karena cedera.

Sementara Souza belum mendapatkan tempat utama di Tottenham.

Artinya, sebagian besar pemain Brasil yang ingin dilihat langsung oleh Ancelotti justru tidak tersedia.

Berbeda dengan Ancelotti, Roberto Mancini masih mendapatkan kesempatan memantau pemain yang menjadi perhatiannya. Sandro Tonali tampil sebagai starter bersama Newcastle.

Pertandingan sendiri berakhir dengan kemenangan Newcastle 2-0.

Anthony Elanga membuka keunggulan Newcastle pada menit ke-60, sebelum The Magpies memastikan tiga poin dan membuat Tottenham semakin terpuruk.

Bagi Ancelotti, hasil pertandingan tersebut bukanlah tujuan utama.

Yang lebih mengecewakan adalah hilangnya kesempatan untuk mengamati secara langsung sejumlah pemain yang mungkin menjadi bagian dari rencananya bersama Brasil.

Namun, situasi tersebut bukan berarti misi Ancelotti gagal sepenuhnya.

Ia masih bisa memperoleh gambaran mengenai perkembangan pemain-pemain di Premier League.

Ia juga dapat terus memantau Savio, Richarlison, dan Joelinton melalui pertandingan berikutnya.

Pada akhirnya, seorang pelatih tim nasional memang harus memiliki kesabaran.

Pemain tidak selalu tersedia.

Cedera bisa datang kapan saja.

Dan keputusan pelatih klub tidak selalu sesuai dengan kebutuhan tim nasional.

Ancelotti mungkin pulang dari Inggris dengan kekecewaan karena gagal melihat mayoritas pemain yang diincarnya. Namun, perjalanan ini juga menjadi pengingat bahwa tugas seorang pelatih tim nasional tidak pernah sederhana. Ia harus terus mencari, mengamati, dan menunggu kesempatan berikutnya. Bagi Brasil, proses membangun generasi baru tetap berjalan, meski kali ini Ancelotti harus menerima satu pukulan telak dari Inggris.