BARCELONA — Anthony Gordon mengungkap alasan di balik keputusannya meninggalkan Newcastle United dan melanjutkan karier bersama Barcelona. Winger Timnas Inggris itu mengaku merasa kemampuan teknis dan kecerdasan bermainnya tidak mendapatkan penghargaan yang semestinya selama berkarier di Premier League.
Gordon resmi meninggalkan Newcastle pada musim panas 2026 untuk bergabung dengan Barcelona. Transfer tersebut bernilai sekitar €70 juta atau £60 juta, dengan tambahan bonus potensial €10 juta. Pemain berusia 25 tahun itu menandatangani kontrak hingga 2031 bersama raksasa Catalan tersebut.
Kepindahan itu menjadi salah satu langkah terbesar dalam perjalanan karier Gordon. Setelah bertahun-tahun berkarier di sepak bola Inggris, ia kini mendapat kesempatan bermain di LaLiga dan menjadi bagian dari proyek Barcelona.
Menariknya, Gordon menilai kepindahan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan tantangan baru. Ia merasa perubahan lingkungan sepak bola membuat publik melihat sisi lain dari permainannya yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian di Inggris.
Dalam wawancara dengan ITV, Gordon mengungkapkan bahwa selama bermain di Premier League, dirinya lebih sering dikenal karena kecepatan dan agresivitasnya ketika melakukan pressing.
Namun, menurut Gordon, penilaian tersebut membuat kualitas lain dalam permainannya seolah tidak terlihat.
"Saya merasa menjadi pemain yang berbeda di mata banyak orang. Di Inggris, saya selalu merasa dihormati karena kecepatan dan pressing saya, tetapi mereka tidak pernah benar-benar menghormati kualitas dan kecerdasan dalam cara saya bermain," ujar Gordon.
Ia bahkan menyebut hanya rekan-rekan setimnya yang benar-benar mengetahui kemampuan tersebut.
"Saya rasa saya tidak pernah benar-benar dihormati sepenuhnya di Inggris," lanjutnya.
Barcelona Mengubah Persepsi terhadap Gordon
Gordon melihat adanya perbedaan cara publik menilai seorang pemain antara Inggris dan Spanyol.
Menurutnya, karakter permainan Barcelona membuat kemampuan teknis dan pemahaman taktik menjadi lebih mudah terlihat. Di klub seperti Barcelona, seorang pemain tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan atau kemampuan fisik.
Sistem permainan yang menuntut penguasaan bola, pergerakan tanpa bola, pemahaman ruang, serta pengambilan keputusan cepat membuat kualitas intelektual seorang pemain menjadi bagian penting dari permainan.
Gordon merasa lingkungan tersebut justru cocok dengan kemampuan yang selama ini ingin ia tunjukkan.
"Di Spanyol, mereka benar-benar menghargai kecerdasan dan kualitas saya," kata Gordon.
Ia juga menjelaskan bahwa gaya bermain Newcastle turut membentuk persepsi terhadap dirinya. Selama membela klub asal Tyneside tersebut, Gordon bermain dalam sistem dengan intensitas tinggi yang mengutamakan pressing, transisi cepat, dan eksploitasi ruang.
Karakter permainan tersebut membuat atribut fisiknya sangat menonjol.
Kini, ketika bermain di Barcelona, Gordon menghadapi tuntutan yang berbeda. Ia dituntut lebih sering terlibat dalam permainan kombinasi dan mampu memahami berbagai perubahan posisi di lini depan.
Menurut Gordon, perbedaan tersebut memberikan kesempatan baginya untuk memperlihatkan kemampuan yang sebelumnya kurang terlihat.
"Di Barcelona, jika Anda tidak terampil atau tidak cerdas, Anda akan langsung terlihat," ujarnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana Gordon melihat tantangan barunya di Catalunya. Ia tidak hanya ingin membuktikan bahwa dirinya mampu bermain di luar Inggris, tetapi juga ingin menunjukkan bahwa dirinya memiliki kualitas lebih lengkap daripada sekadar pemain cepat dan agresif.
Awal Karier di Barcelona Berjalan Positif
Sejauh ini, Gordon memiliki alasan untuk merasa percaya diri dengan keputusan pindah ke Barcelona.
Pada awal musim 2026/2027, ia langsung memberikan kontribusi kepada tim. Gordon mencatatkan lima assist dalam tujuh penampilan di semua kompetisi berdasarkan laporan Goal.
Salah satu penampilan yang mendapat perhatian terjadi ketika Barcelona menghadapi Elche. Gordon masuk sebagai pemain pengganti dan memberikan dua assist dalam kemenangan telak 5-0.
Ia kemudian mendapatkan kesempatan menjadi starter dan kembali memberikan kontribusi dalam beberapa pertandingan berikutnya. Gordon juga mencatatkan assist ketika Barcelona menghadapi Rayo Vallecano dan Valencia.
Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa Gordon mulai beradaptasi dengan sistem permainan Barcelona.
Ia tidak selalu dimainkan dengan posisi yang sama. Selain bermain melebar, Gordon dapat bergerak ke area tengah dan bahkan menjalankan peran sebagai penyerang tengah.
Fleksibilitas tersebut memberikan opsi tambahan bagi pelatih Barcelona dalam mengatur lini depan.
Barcelona sendiri mengumumkan kesepakatan dengan Newcastle pada Mei 2026. Klub Catalan tersebut menyebut Gordon menandatangani kontrak selama lima musim hingga 2031.
Meninggalkan Zona Nyaman
Gordon menyadari bahwa meninggalkan Premier League berarti mengambil risiko. Inggris merupakan lingkungan yang sudah sangat dikenalnya, sementara Barcelona menghadirkan tantangan baru dengan tuntutan taktik yang berbeda.
Namun, keputusan tersebut memang menjadi bagian dari rencananya untuk berkembang sebagai pesepak bola.
Gordon ingin mendapatkan pengalaman di luar Inggris dan membuktikan dirinya dalam kompetisi yang memiliki karakter berbeda.
Ia juga ingin mengubah persepsi mengenai dirinya.
"Saya merasa memiliki lebih banyak hal untuk ditawarkan daripada yang orang-orang kira, dan saya ingin membuktikannya di panggung terbesar dunia. Pergi ke luar negeri sangat penting bagi saya," ungkapnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa perpindahan ke Barcelona bukan sekadar langkah karier biasa. Gordon ingin menggunakan kesempatan tersebut untuk menunjukkan perkembangan permainannya.
Rekam Jejak di Newcastle
Sebelum bergabung dengan Barcelona, Gordon menghabiskan beberapa musim bersama Newcastle setelah sebelumnya berkembang di Everton.
Ia menjadi salah satu pemain penting Newcastle dan mendapatkan panggilan rutin ke Timnas Inggris. Namun, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus.
Penampilannya di Premier League sempat mendapat kritik, terutama ketika kontribusi statistiknya dianggap belum konsisten.
Musim terakhirnya bersama Newcastle menjadi salah satu contohnya. Gordon mencetak enam gol dalam 26 pertandingan Premier League dan menyumbangkan dua assist. Namun, catatan di Liga Champions jauh lebih produktif, dengan 10 gol dalam 12 penampilan, meski lima di antaranya berasal dari titik penalti.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa performa Gordon memang dapat berubah tergantung konteks pertandingan dan sistem yang digunakan.
Di Liga Champions, Gordon beberapa kali tampil sebagai pemain yang mampu memberikan ancaman melalui pergerakan agresifnya. Salah satu penampilan yang menonjol terjadi ketika Newcastle menghadapi Barcelona.
Kini, ia justru berada di sisi yang berbeda. Gordon tidak lagi berusaha membongkar pertahanan Barcelona, melainkan menjadi bagian dari lini serang klub tersebut.
Tantangan Besar Menanti
Meski mengawali karier di Barcelona dengan kontribusi positif, perjalanan Gordon masih panjang.
Barcelona memiliki persaingan ketat di lini depan. Kehadiran pemain seperti Lamine Yamal dan Raphinha membuat Gordon harus terus mempertahankan level permainannya untuk mendapatkan tempat utama.
Di bawah sistem Barcelona, konsistensi menjadi faktor penting. Kecepatan dan kemampuan melakukan pressing tetap menjadi keunggulan Gordon, tetapi ia juga dituntut memperlihatkan kualitas dalam penguasaan bola, kombinasi permainan, serta pengambilan keputusan.
Hal tersebut justru menjadi tantangan yang ingin dihadapi Gordon.
Ia ingin membuktikan bahwa kualitas yang selama ini ia yakini ada dalam dirinya memang dapat diterapkan di level tertinggi sepak bola Eropa.
Kepindahannya juga menjadi kesempatan untuk mengubah persepsi publik Inggris. Gordon percaya bahwa jika ia mampu tampil konsisten bersama Barcelona, orang-orang di Inggris akan melihat permainannya dari sudut pandang berbeda.
Ia tidak ingin lagi hanya dikenal sebagai pemain yang mengandalkan kecepatan dan agresivitas.
Membuktikan Diri di Panggung Terbesar
Barcelona memberikan Gordon lingkungan baru untuk mengembangkan permainannya. Di klub tersebut, tuntutan taktik jauh lebih kompleks dan setiap pemain dituntut memahami struktur permainan secara menyeluruh.
Bagi Gordon, kondisi itu justru menjadi kesempatan.
Ia ingin memperlihatkan bahwa kemampuan membaca permainan, memahami ruang, serta kualitas teknis merupakan bagian dari permainannya yang selama ini kurang mendapat perhatian.
Awal yang positif bersama Barcelona menjadi modal penting untuk mewujudkan ambisi tersebut. Lima assist dalam tujuh pertandingan menjadi kontribusi awal yang cukup berarti bagi pemain yang baru beradaptasi dengan lingkungan baru.
Namun, Gordon masih harus membuktikan konsistensinya dalam jangka panjang.
Keputusan meninggalkan Premier League dan Newcastle kini memasuki tahap pembuktian. Barcelona telah memberikan kepercayaan besar melalui kontrak hingga 2031 dan biaya transfer yang mencapai puluhan juta euro.
Gordon memiliki waktu panjang untuk menunjukkan bahwa dirinya memang memiliki kemampuan lebih dari sekadar kecepatan dan pressing.
Baginya, sepak bola Spanyol memberikan ruang untuk memperlihatkan sisi lain tersebut. Ia merasa lebih dihargai atas kecerdasan dan kualitas teknisnya, sesuatu yang menurutnya kurang terlihat ketika masih bermain di Inggris.
Kini, tugas Gordon adalah memastikan persepsi tersebut tidak berhenti sebagai pernyataan. Ia harus membuktikannya melalui performa di lapangan, pertandingan demi pertandingan, bersama Barcelona.
