Mikel Arteta tidak bisa menyembunyikan rasa puasnya setelah Arsenal berhasil melewati salah satu ujian terberat mereka di awal musim Premier League 2026/27.
Menghadapi rival sekota Chelsea di Emirates Stadium, Arsenal sempat dibuat terkejut oleh gol cepat Morgan Rogers. Bahkan ketika pertandingan baru berjalan kurang dari dua menit, The Gunners sudah harus melihat gawang mereka bergetar.
Namun bukannya kehilangan arah, Arsenal justru menunjukkan respons luar biasa.
Kai Havertz kemudian mencetak gol penyama kedudukan sebelum Martin Odegaard memastikan comeback melalui golnya pada babak kedua. Arsenal akhirnya menang 2-1 dan mempertahankan catatan sempurna mereka di Premier League.
Bagi Arteta, pertandingan tersebut bukan sekadar kemenangan biasa.
Sang manajer melihat sesuatu yang jauh lebih penting dari tiga poin, yakni karakter, keberanian, ketenangan, dan kemampuan para pemainnya untuk tetap menjalankan rencana meskipun situasi pertandingan sejak awal tidak berjalan sesuai harapan.
Arteta bahkan menggambarkan permainan Arsenal sebagai sesuatu yang menyenangkan untuk disaksikan.
Ia mengaku menikmati cara anak asuhnya bersaing menghadapi Chelsea yang menurutnya memiliki kualitas luar biasa.
“Bukan awal yang tepat, tetapi kami bereaksi dengan cara yang luar biasa,” ujar Arteta setelah pertandingan. Ia juga menilai timnya berani mengambil risiko dan mampu membatasi ancaman Chelsea dengan baik.
Baru Berjalan Dua Menit, Arsenal Sudah Tertinggal
Arsenal sebenarnya datang ke pertandingan dengan modal sangat bagus.
Dua kemenangan dari dua pertandingan awal Premier League membuat mereka percaya diri. Namun Chelsea langsung memberikan kejutan ketika pertandingan baru saja dimulai.
Morgan Rogers mencetak gol pembuka pada menit-menit awal dan membuat Emirates Stadium seketika terdiam.
Gol tersebut merupakan salah satu momen yang paling tidak diinginkan Arteta.
Arsenal bahkan kebobolan dalam dua menit pertama pertandingan Premier League untuk pertama kalinya sejak Agustus 2023 ketika menghadapi Fulham.
Situasi tersebut bisa saja membuat sebuah tim kehilangan konsentrasi.
Namun Arsenal menunjukkan reaksi berbeda.
Para pemain tidak terburu-buru. Mereka terus memainkan pola permainan yang sudah dipersiapkan dan mencoba mengambil alih penguasaan pertandingan.
Arteta pun mengakui bahwa respons setelah kebobolan menjadi salah satu aspek yang paling membuatnya puas.
Menurutnya, Arsenal memang tidak memulai pertandingan dengan cara yang diinginkan, tetapi karakter tim terlihat dari bagaimana mereka merespons kesulitan.
Dan itulah yang kemudian mengubah jalannya pertandingan.
Havertz Balas Mantan Klub
Arsenal akhirnya mendapatkan gol penyama kedudukan melalui Kai Havertz.
Gol tersebut memiliki cerita tersendiri karena Havertz merupakan mantan pemain Chelsea.
Penyerang asal Jerman tersebut pernah menjadi bagian penting Chelsea dan bahkan mencetak gol kemenangan di final Liga Champions 2021.
Kini, ia kembali menjadi mimpi buruk mantan klubnya.
Havertz mampu memanfaatkan peluang Arsenal dan membuat skor menjadi 1-1.
Gol tersebut membuat tekanan terhadap Chelsea meningkat.
Arsenal semakin percaya diri.
Para pemain tuan rumah mulai bermain lebih agresif, sementara Chelsea dipaksa bekerja lebih keras untuk mempertahankan struktur pertahanannya.
Bagi Arteta, gol tersebut merupakan hasil dari tekanan yang terus dilakukan timnya.
Arsenal tidak hanya mengandalkan satu momen keberuntungan. Mereka terus mencari ruang dan memaksa Chelsea melakukan kesalahan.
Dan setelah skor imbang, pertandingan berubah menjadi duel yang jauh lebih terbuka.
Odegaard Jadi Pahlawan
Jika Havertz menjadi pemain yang menghidupkan Arsenal, Martin Odegaard menjadi sosok yang akhirnya memastikan comeback sempurna.
Kapten Arsenal tersebut mencetak gol penentu pada awal babak kedua.
Gol tersebut membuat Arsenal berbalik unggul 2-1.
Menariknya, performa Odegaard menjadi salah satu aspek yang mendapatkan perhatian terbesar dari Arteta.
Musim lalu merupakan periode yang cukup membuat sang kapten frustrasi.
Cedera lutut membuatnya tidak bisa tampil secara maksimal dan jumlah golnya di Premier League sangat terbatas.
Namun awal musim 2026/27 menunjukkan cerita yang berbeda.
Odegaard telah mencetak dua gol dalam tiga penampilan Premier League.
Artinya, hanya dalam tiga pertandingan, ia sudah menggandakan jumlah gol liga yang dibuatnya sepanjang musim sebelumnya.
Arteta pun melihat perubahan besar dalam diri sang kapten.
Menurutnya, kondisi pribadi yang stabil, konsistensi latihan, kebugaran, serta rutinitas yang baik membantu Odegaard kembali menemukan performa terbaik.
Arteta bahkan menyebut penampilan Odegaard melawan Chelsea luar biasa.
Bagi Arsenal, kembalinya sang kapten ke level terbaik tentu menjadi kabar yang sangat menggembirakan.
Sebab mereka membutuhkan Odegaard bukan hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga sebagai pengatur permainan dan pemimpin di lapangan.
Arteta: Arsenal Berani Mengambil Risiko
Salah satu hal yang paling disukai Arteta dari pertandingan tersebut adalah keberanian para pemainnya.
Arsenal tidak memilih untuk bermain aman setelah tertinggal.
Sebaliknya, mereka tetap mencoba menyerang dan mengambil risiko.
Arteta menilai pertandingan tersebut sangat menarik karena kedua tim memiliki kualitas yang membuat situasi dapat berubah kapan saja.
Chelsea, menurutnya, memiliki pelatih hebat dan pemain berkualitas yang bisa menciptakan peluang bahkan ketika tidak terlihat memiliki banyak ruang.
Karena itu, Arteta sangat puas dengan cara Arsenal membatasi ancaman tersebut.
Chelsea memang sempat beberapa kali memberikan tekanan.
Namun Arsenal mampu menjaga struktur mereka dan tidak membiarkan tim tamu mendapatkan terlalu banyak peluang bersih.
Inilah salah satu alasan Arteta menganggap kemenangan tersebut sebagai penampilan yang sangat lengkap.
Arsenal bukan hanya menunjukkan kualitas ketika menyerang.
Mereka juga menunjukkan kedisiplinan ketika harus bertahan.
Mentalitas Juara Mulai Terlihat
Kemenangan atas Chelsea memiliki arti lebih besar karena Arsenal harus melakukannya setelah tertinggal lebih dahulu.
Dalam persaingan Premier League, kemampuan untuk memenangkan pertandingan ketika tidak berada dalam kondisi ideal sangat penting.
Sebuah tim yang ingin menjadi juara tidak mungkin selalu mencetak gol lebih dahulu.
Akan ada pertandingan ketika mereka tertinggal.
Akan ada pertandingan ketika lawan bermain lebih baik.
Akan ada pula pertandingan ketika rencana awal tidak berjalan.
Karena itu, reaksi Arsenal setelah kebobolan menjadi sinyal positif.
Arteta tentu tidak ingin timnya hanya menjadi bagus ketika segala sesuatu berjalan sesuai rencana.
Ia ingin Arsenal memiliki kemampuan untuk beradaptasi.
Dan pertandingan melawan Chelsea memberikan bukti bahwa timnya mulai memiliki kemampuan tersebut.
Tertinggal 0-1 tidak membuat Arsenal panik.
Mereka tetap bermain.
Mereka menyamakan kedudukan.
Kemudian mereka mencetak gol kedua dan mempertahankan keunggulan hingga pertandingan selesai.
Itulah jenis kemenangan yang biasanya sangat berharga dalam perjalanan panjang sebuah musim.
Arsenal Sempurna, Manchester City Juga Menang
Kemenangan tersebut membuat Arsenal mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan.
Catatan mereka sempurna.
Namun Arsenal tidak sendirian di puncak klasemen.
Manchester City juga mengawali musim dengan hasil sempurna sehingga kedua tim sama-sama mengumpulkan sembilan poin.
Situasi ini membuat persaingan di papan atas Premier League sudah mulai menarik sejak awal musim.
Arsenal tentu tahu bahwa tiga pertandingan belum bisa menjadi ukuran untuk menentukan siapa yang akan menjadi juara.
Namun mendapatkan sembilan poin dari tiga pertandingan memberikan fondasi yang sangat bagus.
Terlebih lagi, salah satu kemenangan tersebut datang dalam pertandingan besar melawan Chelsea.
Arsenal juga baru kebobolan satu gol di tiga pertandingan liga pertama mereka.
Menariknya, satu-satunya gol tersebut datang ketika pertandingan baru berlangsung kurang dari dua menit.
Setelah itu, Arsenal mampu menjaga gawang mereka dari kebobolan di sisa pertandingan tersebut.
Statistik ini tentu membuat Arteta semakin puas.
Pertahanan Arsenal menunjukkan konsistensi, sementara lini serang mereka mulai mendapatkan kontribusi dari beberapa pemain penting.
Dan yang paling menggembirakan, Odegaard terlihat kembali ke bentuk terbaiknya.
Arteta Tidak Mau Arsenal Cepat Puas
Meski sangat puas, Arteta tetap mengingatkan bahwa Arsenal masih memiliki banyak pekerjaan.
Sang manajer meminta para pemain untuk terus menaikkan standar.
Kemenangan atas Chelsea harus dinikmati, tetapi setelah itu fokus harus segera kembali kepada pertandingan berikutnya.
Arteta sadar bahwa musim baru saja dimulai.
Ada banyak pertandingan yang harus dimainkan.
Ada kompetisi Eropa.
Ada kompetisi domestik.
Dan tekanan akan semakin besar ketika Arsenal mulai memasuki periode padat.
Karena itu, kemenangan atas Chelsea tidak boleh membuat para pemain kehilangan fokus.
Sebaliknya, hasil tersebut harus menjadi motivasi untuk terus berkembang.
Arteta menilai masih ada banyak ruang untuk perbaikan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Arsenal belum menganggap performa mereka sempurna.
Mereka memang menang tiga kali.
Namun masih ada detail-detail kecil yang perlu diperbaiki.
Bagi Arteta, standar tinggi harus dipertahankan sepanjang musim.
Ujian Berikutnya Jauh Lebih Berat
Arsenal juga tidak memiliki banyak waktu untuk menikmati kemenangan tersebut.
Setelah menghadapi Chelsea, mereka harus segera mengalihkan perhatian ke Liga Champions.
Arsenal dijadwalkan bertandang ke markas Napoli pada pertengahan pekan.
Pertandingan tersebut akan menjadi ujian berbeda karena atmosfer, gaya permainan, dan tekanan kompetisi Eropa tidak sama dengan Premier League.
Setelah Napoli, Arsenal kembali menghadapi pertandingan tandang di Premier League melawan Sunderland.
Artinya, jadwal mereka langsung memasuki periode yang cukup padat.
Arteta tentu membutuhkan seluruh pemainnya dalam kondisi terbaik.
Kembalinya Odegaard ke performa terbaik menjadi sangat penting.
Begitu juga dengan Havertz yang mampu mencetak gol dalam derby London tersebut.
Arsenal membutuhkan lebih banyak pemain yang bisa menjadi penentu pertandingan.
Odegaard Bisa Menjadi Senjata Besar Arsenal
Jika Odegaard mampu mempertahankan performanya, Arsenal akan mendapatkan tambahan kekuatan yang sangat besar.
Kapten mereka bukan hanya mampu mencetak gol.
Ia juga memiliki kemampuan membaca permainan, mengatur tempo, menciptakan peluang dan menghubungkan lini tengah dengan lini depan.
Musim lalu, absennya Odegaard dalam beberapa pertandingan membuat Arsenal kehilangan salah satu pemain terpenting dalam sistem Arteta.
Kini situasinya berbeda.
Odegaard kembali tersedia.
Ia kembali rutin berlatih.
Dan yang paling penting, ia mulai menemukan kepercayaan diri di depan gawang.
Arteta melihat bahwa kondisi di luar lapangan juga memberikan pengaruh positif terhadap performa sang kapten.
Ketika seorang pemain merasa stabil, tersedia secara fisik, memiliki rutinitas latihan yang baik dan dikelilingi rekan-rekan yang berkualitas, peluang untuk tampil maksimal menjadi lebih besar.
Itulah yang sekarang terlihat pada Odegaard.
Dan Arsenal tentu berharap tren tersebut terus berlanjut.
Comeback yang Bisa Jadi Titik Penting
Pada akhirnya, kemenangan 2-1 atas Chelsea bukan hanya tentang tiga poin.
Pertandingan tersebut memberikan gambaran mengenai karakter Arsenal.
Mereka kebobolan sangat cepat.
Mereka menghadapi lawan berkualitas.
Mereka berada di bawah tekanan.
Tetapi mereka tidak runtuh.
Sebaliknya, Arsenal merespons dan membalikkan keadaan.
Havertz menjadi pemain yang menghidupkan harapan.
Odegaard menjadi pahlawan yang memastikan kemenangan.
Sementara Arteta berdiri di pinggir lapangan menyaksikan timnya menunjukkan karakter yang ia inginkan.
“Sungguh menyenangkan untuk disaksikan,” kurang lebih begitulah gambaran perasaan Arteta setelah pertandingan.
Namun di balik kegembiraan itu terdapat pesan yang lebih serius.
Arsenal harus terus meningkatkan standar.
Mereka harus menikmati kemenangan, tetapi tidak boleh terlena.
Sebab sembilan poin dari tiga pertandingan hanyalah awal.
Manchester City sudah menempel.
Kompetisi Eropa segera dimulai.
Dan setiap pertandingan berikutnya akan menghadirkan tantangan baru.
Tetapi jika Arsenal mampu mempertahankan mentalitas seperti yang mereka tunjukkan saat menghadapi Chelsea, mereka bisa menjadi salah satu tim yang sangat sulit dikalahkan musim ini.
Tertinggal setelah dua menit bukan akhir cerita.
Justru dari situ Arsenal menunjukkan siapa mereka.
Dan bagi Mikel Arteta, itulah bagian paling menyenangkan dari kemenangan tersebut: bukan hanya skor 2-1, melainkan bagaimana para pemainnya mampu bangkit ketika berada dalam situasi sulit.
Arsenal menang.
Odegaard kembali bersinar.
Havertz mencetak gol melawan mantan klubnya.
Dan Arteta kini memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa timnya sedang bergerak ke arah yang benar.
