Barcelona kembali memperlihatkan wajah mengerikan mereka di awal musim 2026/27. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Camp Nou, pasukan Hansi Flick tampil begitu agresif dan berhasil menghancurkan Racing Santander dengan skor telak 7-2.

Pertandingan yang berlangsung dalam kondisi hujan tersebut berubah menjadi pesta gol Barcelona. Raphinha menjadi bintang utama setelah mencetak hat-trick, sementara João Cancelo juga tampil luar biasa dengan kontribusi dua gol. Gabriel Jesus dan Lamine Yamal kemudian ikut mencatatkan nama di papan skor untuk memastikan kemenangan besar tuan rumah.

Hasil tersebut bukan sekadar kemenangan biasa. Barcelona berhasil mempertahankan rekor sempurna di La Liga dengan enam kemenangan dari enam pertandingan. Secara keseluruhan, kemenangan atas Racing juga menjadi kemenangan kompetitif ketujuh Barcelona secara beruntun sejak awal musim.

Catatan tersebut membuat Hansi Flick menciptakan sejarah baru. Belum pernah sebelumnya Barcelona memenangkan tujuh pertandingan kompetitif pertama mereka dalam satu musim. Flick kini menjadi pelatih pertama yang membawa klub melewati batas tersebut.

Yang semakin mengesankan adalah produktivitas Barcelona. Dalam tujuh pertandingan kompetitif pertama musim ini, mereka telah mencetak 33 gol. Artinya, rata-rata Barcelona menghasilkan hampir lima gol dalam setiap pertandingan.

Sementara di La Liga saja, kemenangan atas Racing membuat Barcelona mengoleksi 18 poin dari enam pertandingan dan mempertahankan posisi puncak klasemen, unggul tiga angka dari Real Madrid.

Cancelo Buka Pesta dengan Gol Spektakuler

Barcelona tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan siapa yang menguasai pertandingan.

Baru delapan menit laga berjalan, João Cancelo sudah membuat Camp Nou bergemuruh.

Bek asal Portugal tersebut menerima kesempatan dari luar kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang meluncur ke arah gawang Racing. Bola menghantam bagian bawah mistar sebelum masuk ke gawang.

Gol tersebut menjadi pembuka sempurna bagi Barcelona.

Cancelo sendiri mendapatkan kesempatan bermain sebagai starter di pertandingan tersebut dan langsung menjawab kepercayaan Flick dengan penampilan yang sangat agresif.

Ia bukan hanya membantu pertahanan, tetapi juga aktif naik ke area lawan.

Racing yang mencoba bertahan dengan rapat kesulitan menghadapi pergerakan pemain Barcelona. Tekanan demi tekanan terus diberikan tuan rumah.

Setelah gol pertama, Barcelona semakin nyaman menguasai pertandingan.

Dan hanya beberapa menit kemudian, giliran Raphinha yang mengambil alih panggung.

Raphinha Mulai Menunjukkan Kelasnya

Pada menit ke-25, Barcelona mendapatkan hadiah penalti setelah Raphinha dijatuhkan Pedro Felipe di dalam kotak terlarang.

Raphinha sendiri yang mengambil tanggung jawab.

Dengan tenang, pemain Brasil tersebut mengeksekusi penalti dan mengubah skor menjadi 2-0.

Gol itu menjadi awal dari malam luar biasa bagi Raphinha.

Namun Racing tidak menyerah begitu saja.

Tim tamu berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 pada menit ke-30 melalui Maguette Gueye.

Gol tersebut sempat memberikan harapan kepada Racing bahwa mereka masih dapat membuat pertandingan menjadi lebih sulit bagi Barcelona.

Tetapi harapan tersebut hanya bertahan sebentar.

Barcelona kembali menekan.

Lima menit kemudian, Cancelo kembali melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Kali ini bola mengenai Asier Villalibre sebelum berubah arah dan masuk ke gawang.

Gol tersebut tercatat sebagai gol bunuh diri Villalibre.

Barcelona kembali unggul dua gol dengan skor 3-1.

Raphinha Menambah Gol Sebelum Jeda

Barcelona belum selesai.

Sebelum babak pertama berakhir, Raphinha kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Kali ini prosesnya berbeda.

Barcelona melakukan tekanan tinggi dan berhasil mendapatkan bola. Karim Adeyemi ikut terlibat dalam rangkaian serangan tersebut sebelum Dani Olmo memberikan umpan kepada Raphinha.

Tanpa membuang kesempatan, Raphinha menyelesaikan peluang tersebut dengan tenang.

Skor berubah menjadi 4-1.

Raphinha mencetak dua gol hanya dalam babak pertama.

Dan Barcelona memasuki ruang ganti dengan keunggulan tiga gol.

Statistik babak pertama memperlihatkan betapa dominannya tuan rumah. Barcelona mampu mengontrol permainan dan terus menciptakan ancaman di lini pertahanan Racing.

Namun masih ada satu drama sebelum jeda.

Barcelona mendapatkan kesempatan penalti lainnya setelah Adeyemi dilanggar.

Kali ini Lamine Yamal maju sebagai eksekutor.

Sayangnya, pemain muda Barcelona tersebut gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya berhasil dihentikan oleh kiper Racing, Julen Agirrezabala.

Kegagalan tersebut membuat Yamal harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan golnya.

Namun pada akhirnya, malam tersebut tetap berakhir manis untuk sang pemain muda.

Cedera Joan Garcia dan Kesalahan Szczesny

Babak kedua membawa cerita berbeda.

Barcelona harus melakukan pergantian penjaga gawang.

Joan Garcia mengalami masalah fisik dan tidak dapat melanjutkan pertandingan. Wojciech Szczesny kemudian masuk untuk menggantikannya.

Awalnya, pergantian tersebut tampak tidak terlalu berpengaruh.

Barcelona masih menguasai pertandingan.

Namun beberapa menit kemudian, Szczesny melakukan kesalahan yang jarang terlihat dari penjaga gawang veteran tersebut.

Szczesny terlalu lama menguasai bola di area pertahanannya sendiri.

Pemain Racing langsung memanfaatkannya.

Yassir Zabiri berhasil merebut bola dan kemudian menyelesaikan peluang dengan baik.

Skor berubah menjadi 4-2.

Tiba-tiba Racing kembali mendapatkan harapan.

Barcelona yang sebelumnya terlihat sangat nyaman harus sedikit meningkatkan kewaspadaan.

Kesalahan tersebut juga menjadi salah satu catatan negatif dari kemenangan besar Barcelona.

Meskipun mereka mencetak tujuh gol, tim Flick tetap menunjukkan bahwa lini pertahanan masih memiliki ruang untuk diperbaiki.

Namun bagi Racing, gol tersebut ternyata hanya menjadi hiburan sementara.

Raphinha Lengkapi Hat-trick

Barcelona kembali mengambil kendali.

Dan lagi-lagi Raphinha yang menjadi pembeda.

Pada menit ke-67, Barcelona mendapatkan penalti kedua yang berhasil dikonversi Raphinha.

Pemain Brasil tersebut tidak menunjukkan keraguan.

Tendangannya mengarah tepat ke gawang dan membuat skor berubah menjadi 5-2.

Hat-trick akhirnya menjadi milik Raphinha.

Tiga gol dalam satu pertandingan.

Dua di antaranya berasal dari titik penalti.

Gol tersebut juga semakin memperkuat posisi Raphinha sebagai salah satu pemain paling produktif di La Liga musim ini.

Ia kini menjadi salah satu simbol penting dari permainan menyerang Barcelona di bawah Hansi Flick.

Raphinha bukan hanya mencetak gol.

Ia juga aktif bergerak, membuka ruang, melakukan tekanan dan membantu tim mempertahankan intensitas serangan.

Performa seperti itu membuat Barcelona semakin sulit dihentikan.

Gabriel Jesus Ikut Pesta

Setelah Raphinha menyelesaikan hat-trick, Barcelona belum menurunkan intensitas.

Hansi Flick melakukan sejumlah pergantian pemain dan memberikan kesempatan kepada pemain lain untuk memberikan kontribusi.

Gabriel Jesus kemudian mencetak gol pada menit ke-79.

Penyerang Brasil tersebut menerima peluang di dalam kotak penalti dan dengan tenang menempatkan bola ke sudut gawang.

Skor berubah menjadi 6-2.

Gol tersebut juga memperlihatkan kedalaman lini depan Barcelona.

Ketika Raphinha menjadi bintang utama, pemain lain tetap mampu memberikan kontribusi.

Barcelona tidak bergantung kepada satu sumber gol.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa tim Flick mampu mencetak begitu banyak gol dalam tujuh pertandingan pertama musim ini.

Yamal Menebus Kegagalan Penalti

Cerita Lamine Yamal juga mendapatkan penutup yang indah.

Setelah gagal mengeksekusi penalti di babak pertama, Yamal terus berusaha mencari gol.

Ia beberapa kali mendapatkan peluang.

Dan akhirnya, pada menit ke-89, pemain muda tersebut berhasil menemukan momen yang ditunggu-tunggu.

Yamal menyelesaikan sebuah serangan balik Barcelona dan membuat bola bersarang di gawang Racing.

Skor menjadi 7-2.

Gol tersebut menutup pesta Barcelona.

Yamal akhirnya bisa menebus kegagalannya dari titik penalti.

Dan Barcelona mengakhiri pertandingan dengan kemenangan tujuh gol.

Start Sempurna Barcelona Terus Berlanjut

Kemenangan ini semakin memperkuat posisi Barcelona sebagai pemuncak klasemen La Liga.

Enam pertandingan.

Enam kemenangan.

18 poin.

28 gol telah dicetak Barcelona di La Liga.

Dan yang paling mengesankan, mereka belum kehilangan satu poin pun di kompetisi domestik.

Barcelona juga menjadi satu-satunya klub kasta tertinggi Spanyol yang masih memiliki rekor sempurna setelah enam pertandingan.

Real Madrid berada tiga poin di belakang mereka.

Artinya, tekanan terhadap rival utama Barcelona tersebut juga semakin besar.

Setiap kali Madrid memenangkan pertandingan, Barcelona harus menjawab.

Dan sejauh ini mereka selalu mampu melakukannya.

Bahkan bukan sekadar menang.

Barcelona menang dengan margin besar.

Mereka menghancurkan Elche 5-0.

Mengalahkan Athletic Club 2-0.

Menaklukkan Rayo Vallecano 5-2.

Menghantam Valencia 5-0.

Kemudian menundukkan Racing 7-2.

Sementara di Liga Champions, Feyenoord juga menjadi korban dengan kekalahan 1-5.

Total 33 gol dalam tujuh pertandingan kompetitif.

Hansi Flick Cetak Rekor Baru

Di balik semua pesta gol tersebut, ada satu nama yang mendapatkan tempat istimewa dalam sejarah Barcelona.

Hansi Flick.

Pelatih asal Jerman tersebut berhasil membawa Barcelona memenangkan tujuh pertandingan kompetitif pertama musim ini.

Sebelumnya, Barcelona pernah memulai musim dengan enam kemenangan beruntun, tetapi tidak pernah melewati batas tersebut.

Kini Flick berhasil menciptakan standar baru.

Tujuh pertandingan.

Tujuh kemenangan.

Tidak ada hasil imbang.

Tidak ada kekalahan.

Dan produktivitas mencapai 33 gol.

Pencapaian tersebut membuat awal musim Flick menjadi salah satu yang paling mengesankan dalam sejarah klub.

Namun Flick tentu menyadari bahwa rekor tersebut belum memberikan trofi.

Musim masih panjang.

Barcelona harus menghadapi lebih banyak pertandingan sulit.

Lawan-lawan juga akan mulai mempelajari cara menghentikan permainan mereka.

Karena itu, konsistensi menjadi faktor terpenting.

Masih Ada Masalah yang Harus Diperbaiki

Di balik kemenangan 7-2, Barcelona tetap memiliki beberapa pekerjaan rumah.

Dua gol Racing menunjukkan bahwa lini belakang mereka belum sepenuhnya sempurna.

Gol pertama Racing datang ketika Barcelona kehilangan konsentrasi dalam menghadapi serangan lawan.

Gol kedua bahkan berasal dari kesalahan Szczesny dalam menguasai bola.

Joan Garcia juga mengalami masalah fisik yang membuatnya harus meninggalkan pertandingan.

Situasi tersebut tentu akan menjadi perhatian Flick menjelang pertandingan berikutnya.

Sebab, Barcelona akan menghadapi Sevilla di Ramon Sanchez Pizjuan.

Pertandingan tandang tersebut akan menjadi ujian yang jauh lebih berat.

Sevilla tentu tidak akan memberikan ruang sebanyak Racing.

Mereka juga bermain di hadapan pendukung sendiri.

Karena itu, Barcelona harus memperbaiki aspek pertahanan jika ingin mempertahankan rekor sempurna.

Raphinha Jadi Simbol Barcelona Versi Flick

Di tengah semua catatan tersebut, Raphinha tetap menjadi pemain yang paling menonjol.

Hat-trick melawan Racing semakin menunjukkan bahwa pemain Brasil tersebut sedang menikmati periode luar biasa.

Ia kini bukan sekadar pemain sayap yang bertugas memberikan umpan.

Raphinha telah berkembang menjadi salah satu sumber gol utama Barcelona.

Ia juga terlihat semakin nyaman dengan kebebasan yang diberikan Flick.

Raphinha dapat bergerak melebar, masuk ke tengah, melakukan tekanan dan menyerang ruang kosong.

Kombinasi tersebut membuat pergerakannya sulit diprediksi.

Ketika Barcelona menguasai bola, Raphinha dapat muncul di berbagai area.

Ketika kehilangan bola, ia menjadi salah satu pemain pertama yang melakukan tekanan.

Karakter seperti inilah yang membuatnya sangat cocok dengan filosofi Flick.

Dan ketika performanya sedang seperti melawan Racing, hasilnya adalah tiga gol.

Barcelona Belum Mau Berhenti

Ada satu hal yang semakin jelas dari Barcelona musim ini.

Mereka tidak bermain hanya untuk menang.

Mereka ingin terus menyerang.

Ketika unggul 2-0, mereka mencari gol ketiga.

Ketika unggul 4-1, mereka masih mencari gol kelima.

Ketika lawan memperkecil skor menjadi 4-2, Barcelona langsung meningkatkan intensitas dan mencetak tiga gol tambahan.

Mentalitas tersebut menjadi salah satu faktor utama di balik tujuh kemenangan beruntun mereka.

Para pemain tidak mudah puas.

Dan Flick terus meminta mereka menjaga intensitas.

Itulah sebabnya Barcelona kini sudah mencetak 33 gol dalam tujuh pertandingan kompetitif.

Angka tersebut bukan kebetulan.

Ada pola permainan yang jelas.

Barcelona berusaha menekan lawan sejak awal, mengalirkan bola dengan cepat dan menyerang ruang kosong.

Raphinha menjadi salah satu pemain yang paling diuntungkan dari sistem tersebut.

Sevilla Menjadi Ujian Berikutnya

Setelah pesta tujuh gol di Camp Nou, Barcelona harus segera melupakan hasil tersebut.

Lawan berikutnya adalah Sevilla.

Pertandingan ini akan menjadi ujian penting karena dimainkan di kandang lawan.

Barcelona juga harus menunggu perkembangan kondisi Joan Garcia.

Jika sang kiper tidak bisa bermain, Szczesny kemungkinan besar akan kembali menjadi pilihan.

Kesalahan Szczesny melawan Racing tentu akan menjadi bahan evaluasi.

Namun Barcelona tidak boleh membiarkan satu kesalahan menghapus seluruh hal positif dari pertandingan tersebut.

Raphinha sedang dalam kondisi terbaik.

Yamal semakin percaya diri.

Gabriel Jesus mulai memberikan kontribusi.

Cancelo menunjukkan kemampuan mencetak gol dari jarak jauh.

Dan seluruh tim terlihat semakin memahami sistem Flick.

Pesta Gol yang Mengirim Pesan

Kemenangan 7-2 atas Racing Santander pada akhirnya bukan hanya tentang angka di papan skor.

Pertandingan tersebut mengirim pesan bahwa Barcelona versi Hansi Flick sedang berada dalam momentum yang sangat kuat.

Raphinha mencetak hat-trick.

Cancelo tampil spektakuler.

Gabriel Jesus ikut mencetak gol.

Yamal berhasil menebus kegagalan penalti.

Barcelona mempertahankan rekor 100 persen di La Liga.

Dan Flick mencatatkan namanya dalam sejarah klub melalui tujuh kemenangan kompetitif beruntun.

Namun, pertandingan tersebut juga memberikan peringatan.

Barcelona tidak boleh mengabaikan pertahanan.

Kesalahan Szczesny dan cedera Joan Garcia menjadi dua hal yang harus segera diperhatikan.

Sebab, pertandingan berikutnya akan berlangsung di tempat yang berbeda dengan tekanan yang berbeda pula.

Sevilla sudah menunggu.

Dan Barcelona harus membuktikan bahwa performa mereka bukan sekadar pesta gol di Camp Nou.

Untuk sementara, Raphinha boleh menikmati hat-tricknya.

Cancelo boleh menikmati gol spektakulernya.

Yamal boleh merayakan gol penutupnya.

Sementara Flick boleh tersenyum karena telah menciptakan sejarah.

Tetapi perjalanan musim masih sangat panjang.

Barcelona baru memulai.

Dan jika tujuh pertandingan pertama menjadi indikasi, tim Catalan tersebut tampaknya belum berniat memperlambat langkah.

Tujuh pertandingan, tujuh kemenangan, 33 gol. Barcelona sedang melaju kencang—dan Raphinha menjadi salah satu mesin utama di balik laju luar biasa tersebut.