Michael Carrick akhirnya angkat bicara mengenai kontroversi besar yang mewarnai kekalahan Manchester United dari Manchester City dalam derby Manchester. Pelatih United tersebut mengakui bahwa kesalahan wasit dan VAR memang memberikan dampak besar terhadap pertandingan, tetapi ia menolak menjadikan insiden tersebut sebagai alasan yang menghancurkan perjalanan timnya sepanjang musim.

Pernyataan Carrick muncul setelah badan perwasitan Inggris, Pro Ref, mengakui bahwa keputusan VAR dalam mengesahkan gol kemenangan Erling Haaland seharusnya ditinjau kembali melalui monitor di sisi lapangan. Pengakuan tersebut datang beberapa hari setelah United kalah 0-1 dari Manchester City di Old Trafford.

Namun bagi Carrick, permintaan maaf setelah pertandingan tidak akan mengubah hasil yang sudah terjadi.

Bahkan ketika ditanya mengenai pengakuan kesalahan tersebut, Carrick memberikan respons yang cukup tegas.

Menurutnya, United memang bisa merasa dirugikan, tetapi mereka harus segera meninggalkan kontroversi itu dan kembali fokus pada pertandingan berikutnya.

“Permintaan maaf itu tidak berarti banyak,” menjadi inti respons Carrick ketika membahas pengakuan dari pihak perwasitan.

Masalahnya semakin besar karena setelah kalah dari Manchester City, United kembali mengalami kekalahan di Old Trafford. Kali ini mereka tersingkir dari Carabao Cup setelah membuang keunggulan 2-0 dan kalah 2-3 dari Brighton & Hove Albion.

Dalam hitungan beberapa hari, United mengalami dua kekalahan beruntun di kandang.

Tekanan pun semakin besar.

Namun Carrick menegaskan bahwa timnya tidak boleh membiarkan kontroversi VAR atau hasil buruk tersebut menentukan arah musim mereka.

Pro Ref Mengakui Kesalahan VAR

Kontroversi dimulai ketika Manchester City mencetak gol kemenangan di Old Trafford.

Erling Haaland menjadi pencetak gol yang akhirnya membuat City menang 1-0.

Namun proses terjadinya gol tersebut menimbulkan perdebatan panjang.

Dalam proses serangan, Enzo Fernández berada dalam posisi offside dan berusaha memainkan bola. Ia tidak menyentuh bola, tetapi keberadaannya dinilai berpotensi memengaruhi situasi pertahanan Manchester United.

Gol Haaland sempat dianulir oleh hakim garis.

Namun setelah pemeriksaan VAR, keputusan tersebut diubah.

Gol disahkan.

Manchester City akhirnya menang.

Beberapa hari kemudian, Pro Ref mengakui bahwa VAR seharusnya mempertimbangkan pengaruh posisi Fernández terhadap permainan dan merekomendasikan wasit melakukan pemeriksaan langsung melalui monitor di lapangan.

Howard Webb, kepala badan perwasitan tersebut, bahkan menyatakan dirinya sangat kecewa dengan keputusan yang diambil dalam insiden itu.

Menurut penjelasan Pro Ref, Haaland memang berada dalam posisi onside ketika menerima bola. Namun persoalannya bukan semata-mata posisi Haaland.

Posisi Fernández yang offside dan mencoba memainkan bola juga harus diperhitungkan.

VAR dinilai gagal mengenali dampak dari posisi pemain tersebut.

Karena itu, rekomendasi untuk melakukan pemeriksaan di lapangan seharusnya diberikan.

Pro Ref kemudian menghubungi Manchester United untuk mengakui apa yang mereka sebut sebagai kesalahan penilaian.

Pengakuan itu tentu tidak mengubah skor.

City tetap membawa pulang tiga poin.

United tetap mengalami kekalahan.

Dan Carrick harus menghadapi kenyataan bahwa sebuah keputusan kontroversial menjadi salah satu pembicaraan terbesar setelah pertandingan.

Carrick Tidak Lagi Ingin Terjebak dalam Kontroversi

Carrick sebelumnya sudah menunjukkan kemarahannya terhadap keputusan tersebut.

Setelah pertandingan, ia mempertanyakan bagaimana VAR bisa tidak melihat pengaruh Fernández terhadap fase permainan.

Namun setelah Pro Ref mengakui kesalahan, sikap Carrick mulai berubah.

Bukan karena ia menganggap masalah tersebut tidak penting.

Justru sebaliknya.

Ia memahami bahwa keputusan tersebut mempunyai dampak besar.

Tetapi Carrick juga sadar bahwa terlalu lama membicarakannya tidak akan memberikan keuntungan kepada Manchester United.

“Ini mungkin berdampak pada satu momen tertentu dan mungkin dampaknya besar, tetapi kami tidak boleh membiarkannya memengaruhi sisa musim,” kata Carrick sebagaimana diberitakan Goal.

Pesan tersebut cukup jelas.

United boleh kecewa.

United boleh merasa dirugikan.

Namun setelah itu, para pemain harus kembali bermain.

Karena tidak ada pertandingan berikutnya yang akan memberikan poin tambahan hanya karena sebuah keputusan VAR pada pertandingan sebelumnya dinyatakan salah.

“Permintaan Maaf Tidak Berarti Banyak”

Carrick juga memberikan komentar yang cukup keras mengenai permintaan maaf dari pihak perwasitan.

Menurutnya, permintaan maaf memang menunjukkan bahwa kesalahan tersebut diakui.

Tetapi dari perspektif Manchester United, hasil akhirnya tetap sama.

Mereka kehilangan pertandingan.

Mereka kehilangan tiga poin.

Dan mereka harus melanjutkan musim dengan posisi yang sama seperti sebelum pengakuan tersebut.

Itulah sebabnya Carrick tidak ingin timnya terlalu larut.

Permintaan maaf tidak akan mengembalikan tiga poin.

Permintaan maaf juga tidak akan mengubah catatan kekalahan.

Yang bisa dilakukan United hanyalah memberikan respons di pertandingan berikutnya.

Carrick tetap mendukung keberadaan VAR secara umum.

Menurutnya, sistem tersebut memang dibuat untuk membantu wasit mengambil keputusan yang lebih tepat.

Namun ketika teknologi tidak digunakan secara maksimal, kesalahan yang terjadi justru bisa terasa semakin berat.

Sebab ada banyak lapisan pemeriksaan, layar, dan petugas yang seharusnya membantu wasit.

Ketika semuanya tetap menghasilkan keputusan yang keliru, rasa frustrasi menjadi lebih besar.

Carrick Tidak Menjadikan VAR sebagai Alibi

Hal yang menarik dari sikap Carrick adalah ia tetap mengambil tanggung jawab atas performa Manchester United.

Meskipun keputusan VAR menjadi penentu skor, sang pelatih tidak mengatakan bahwa United bermain sempurna.

Sebaliknya, ia mengakui bahwa timnya juga memiliki kesempatan untuk mengubah pertandingan.

Manchester City bermain dengan 10 pemain setelah Phil Foden mendapat kartu merah pada menit ke-23.

Artinya, United sebenarnya memiliki keunggulan jumlah pemain selama sebagian besar pertandingan.

Namun mereka gagal memanfaatkannya.

City tetap mampu menciptakan peluang.

Haaland akhirnya mencetak gol.

Dan United tidak mampu membalas.

Carrick memahami bahwa jika timnya lebih efektif dalam menciptakan peluang dan memanfaatkan situasi, keputusan kontroversial tersebut mungkin tidak menjadi satu-satunya faktor penentu pertandingan.

“Keputusan itu bukan penyebab kami hari ini. Tugas kami adalah menciptakan peluang dan mencetak gol setelah itu,” kata Carrick dalam komentar setelah pertandingan.

Kalimat tersebut memperlihatkan bahwa Carrick tidak ingin pemainnya berlindung di balik kontroversi.

Kekalahan Brighton Membuat Situasi Semakin Sulit

Masalahnya, United gagal memberikan respons yang diharapkan.

Beberapa hari setelah kalah dari Manchester City, mereka menghadapi Brighton dalam putaran ketiga Carabao Cup.

Pertandingan itu seharusnya menjadi kesempatan ideal untuk bangkit.

Apalagi mereka bermain di Old Trafford.

United bahkan memulai pertandingan dengan sangat baik.

Shea Lacey mencetak gol senior pertamanya untuk klub.

Tidak lama kemudian Mason Mount menggandakan keunggulan.

2-0.

Suasana stadion berubah menjadi optimistis.

Namun keunggulan tersebut tidak bertahan.

Brighton bangkit.

Charalampos Kostoulas memperkecil ketertinggalan sebelum babak pertama berakhir.

Setelah jeda, Pascal Gross menyamakan kedudukan.

Kemudian Maxim De Cuyper mencetak gol ketiga.

United kalah 2-3.

Brighton menjadi tim pertama sejak 1976 yang mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal dua gol dan memenangkan pertandingan di Old Trafford.

Bagi Carrick, kekalahan tersebut jelas lebih sulit diterima karena tidak ada kontroversi VAR yang bisa dijadikan pembenaran.

United memang kehilangan kendali pertandingan.

Mereka gagal mempertahankan keunggulan.

Dan akhirnya tersingkir dari kompetisi.

Dua Kekalahan Beruntun di Old Trafford

Kekalahan dari Brighton juga menghasilkan catatan yang tidak menyenangkan bagi Carrick.

Untuk pertama kalinya sejak ia mulai menangani Manchester United pada Januari, timnya mengalami dua kekalahan kandang secara beruntun.

Sebelumnya, kekalahan dari Manchester City sudah membuat suasana Old Trafford sedikit tegang.

Kekalahan dari Brighton kemudian memperbesar tekanan.

Suporter mencemooh tim setelah pertandingan.

Carrick sendiri mengakui bahwa situasi tersebut tidak bisa diterima.

Ia mengambil tanggung jawab dan meminta pemainnya memberikan reaksi ketika menghadapi Fulham.

Menurutnya, United harus kembali memenangkan pertandingan secepat mungkin.

Inilah sebabnya Carrick begitu ingin menghentikan pembicaraan mengenai VAR.

Jika kontroversi tersebut terus menjadi pusat perhatian, United berisiko kehilangan fokus terhadap persoalan yang sebenarnya ada di dalam tim.

Musim United Tidak Boleh Ditentukan Satu Keputusan

Pesan Carrick sebenarnya sangat sederhana.

Satu keputusan wasit dapat menentukan hasil sebuah pertandingan.

Tetapi satu keputusan wasit tidak boleh menentukan seluruh musim.

United masih memiliki banyak pertandingan.

Masih ada kesempatan untuk memperbaiki posisi.

Masih ada waktu untuk memperbaiki performa.

Dan masih banyak poin yang bisa diperebutkan.

Karena itu, Carrick tidak ingin para pemain terus memikirkan apa yang terjadi dalam derby.

Ia ingin mereka melihat ke depan.

Pertandingan berikutnya harus menjadi fokus.

Bukan VAR.

Bukan wasit.

Bukan permintaan maaf.

Tetapi bagaimana Manchester United bisa kembali memenangkan pertandingan.

Tekanan terhadap Carrick Mulai Membesar

Tentu saja, situasi tersebut juga berdampak terhadap posisi Carrick.

United telah kehilangan tiga dari enam pertandingan mereka di semua kompetisi pada awal musim ini, termasuk kekalahan dari Brighton setelah sebelumnya unggul 2-0.

Namun Carrick tidak ingin memikirkan spekulasi mengenai masa depannya.

Ia mengatakan bahwa membahas berapa lama dirinya akan bertahan bukan sesuatu yang sedang ada dalam pikirannya.

Baginya, tugas utama adalah meningkatkan performa.

Carrick juga menolak konsep saling menyalahkan.

Ia bahkan mengatakan bahwa jika seseorang ingin menyalahkan, dirinya siap menerima tanggung jawab tersebut.

“Ini tanggung jawab saya dan saya tidak masalah dengan itu. Ini bukan permainan saling menyalahkan. Salahkan saya, tidak masalah, tetapi ini bukan tentang menyalahkan orang. Ini tentang menemukan solusi,” ujar Carrick.

Pernyataan tersebut memperlihatkan pendekatan Carrick dalam menghadapi tekanan.

Ia tidak ingin menyalahkan pemain muda.

Tidak ingin menyalahkan VAR.

Tidak ingin menjadikan cedera sebagai alasan.

Fokusnya adalah mencari solusi.

VAR Tetap Didukung, tetapi Harus Lebih Baik

Meskipun kecewa, Carrick tidak menyerukan penghapusan VAR.

Ia masih percaya teknologi tersebut dapat membantu sepak bola.

Masalahnya adalah bagaimana teknologi itu digunakan.

Dalam kasus gol Haaland, VAR memiliki kesempatan untuk memeriksa kembali situasi Fernández.

Tetapi menurut pengakuan Pro Ref, pemeriksaan tersebut tidak mempertimbangkan seluruh konteks.

Inilah yang menurut Carrick menjadi persoalan.

Jika teknologi sudah tersedia, maka penggunaannya harus benar-benar membantu pengambilan keputusan.

Kesalahan manusia tetap bisa terjadi.

Tetapi sistem harus dirancang untuk mengurangi kemungkinan kesalahan tersebut.

Dalam kasus Manchester derby, justru muncul pertanyaan mengenai mengapa kesalahan yang bisa ditinjau ulang tetap menghasilkan keputusan yang salah.

Pro Ref kini akan melakukan evaluasi terhadap insiden tersebut.

Namun bagi United, evaluasi itu datang setelah pertandingan selesai.

Fulham Menjadi Kesempatan untuk Bangkit

Kini perhatian Carrick sepenuhnya diarahkan kepada pertandingan Premier League berikutnya menghadapi Fulham.

Laga tersebut menjadi kesempatan bagi United untuk menghentikan tren negatif.

Setelah kalah dari City dan Brighton, mereka membutuhkan kemenangan.

Bukan hanya untuk tiga poin.

Tetapi juga untuk membangun kembali kepercayaan diri.

Carrick memahami bahwa kemenangan akan menjadi cara terbaik untuk menghentikan narasi negatif yang berkembang di sekitar klub.

Tidak ada pernyataan media yang lebih kuat daripada hasil pertandingan.

Jika United menang, pembicaraan mengenai VAR perlahan akan mereda.

Jika kembali gagal, kontroversi dan kritik kemungkinan akan semakin besar.

Karena itu, pertandingan melawan Fulham memiliki arti penting.

Bukan karena ini pertandingan penentu musim.

Tetapi karena United membutuhkan respons.

Pemain United Harus Belajar dari Pekan yang Sulit

Pekan terakhir memberikan banyak pelajaran bagi Manchester United.

Melawan Manchester City, mereka belajar bahwa keunggulan jumlah pemain dan performa yang cukup baik tidak menjamin kemenangan jika peluang tidak dimanfaatkan.

Melawan Brighton, mereka belajar bahwa keunggulan dua gol tidak berarti apa-apa jika konsentrasi hilang.

Dan dari kontroversi VAR, mereka belajar bahwa keputusan di luar kendali tim tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan fokus.

Carrick ingin para pemain mengambil semua pelajaran tersebut.

Bukan membawa rasa frustrasi ke pertandingan berikutnya.

Sepak bola memiliki satu karakteristik yang tidak bisa dihindari: pertandingan berikutnya selalu datang.

Ketika peluit akhir berbunyi, pertandingan sebelumnya sudah menjadi sejarah.

Yang tersisa hanyalah bagaimana tim merespons.

Carrick Memilih Bergerak Maju

Pada akhirnya, sikap Carrick terhadap kontroversi VAR dapat dirangkum dalam satu pesan: United tidak boleh membiarkan kesalahan wasit menghancurkan musim mereka.

Ya, gol Haaland menjadi kontroversi.

Ya, Pro Ref mengakui VAR melakukan kesalahan dalam menangani situasi tersebut.

Ya, keputusan itu memberikan dampak besar terhadap derby Manchester.

Tetapi Manchester United juga memiliki persoalan sendiri yang harus diperbaiki.

Mereka harus menciptakan lebih banyak peluang.

Mereka harus lebih efektif di depan gawang.

Mereka harus mampu mengontrol pertandingan ketika unggul.

Dan mereka harus belajar menutup pertandingan.

Itulah alasan Carrick tidak ingin terus membahas permintaan maaf.

Baginya, permintaan maaf tidak akan memberikan poin.

Pengakuan kesalahan tidak akan mengubah skor.

Dan penyesalan tidak akan memenangkan pertandingan berikutnya.

Yang bisa dilakukan Manchester United hanyalah memberikan jawaban di lapangan.

Setelah dua kekalahan kandang beruntun, tekanan memang semakin besar.

Namun musim masih panjang.

Carrick masih memiliki kesempatan untuk mengubah keadaan.

Dan para pemain masih memiliki banyak kesempatan untuk membuktikan diri.

Kontroversi VAR mungkin telah menjadi bagian dari perjalanan musim ini.

Tetapi Carrick tidak ingin kontroversi tersebut menjadi identitas Manchester United.

Ia ingin timnya dikenal karena bagaimana mereka merespons kesulitan.

Karena pada akhirnya, sebuah musim tidak ditentukan oleh satu keputusan wasit, satu gol kontroversial, atau satu kekalahan.

Musim ditentukan oleh bagaimana sebuah tim bangkit setelah semua itu terjadi.

Dan sekarang, Manchester United harus membuktikannya di lapangan.