Deniz Undav sedang menghadapi periode sulit dalam kariernya. Setelah melewati musim yang penuh sorotan bersama VfB Stuttgart dan tampil gemilang bersama tim nasional Jerman di Piala Dunia 2026, penyerang berusia 30 tahun tersebut justru kesulitan menemukan performa terbaiknya pada awal musim baru.
Situasi itu menjadi semakin serius setelah Undav tidak masuk dalam skuad terbaru tim nasional Jerman yang diumumkan pelatih baru Jürgen Klopp. Keputusan tersebut langsung menimbulkan pertanyaan karena Undav sebelumnya menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian bersama Die Mannschaft di Piala Dunia.
Di tengah situasi tersebut, legenda sepak bola Jerman Lothar Matthäus memberikan analisis mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada Undav. Menurut Matthäus, persoalan sang striker bukan hanya berkaitan dengan jumlah gol dan assist yang menurun, tetapi juga menyangkut pengaruhnya terhadap permainan Stuttgart secara keseluruhan.
Lebih jauh lagi, Matthäus menilai perjalanan Undav dalam beberapa bulan terakhir mungkin terlalu berat secara mental. Dalam pandangannya, rangkaian peristiwa yang terjadi setelah Piala Dunia bisa saja membuat ekspektasi terhadap Undav meningkat terlalu tinggi.
Nama Julian Nagelsmann pun ikut terseret dalam pembahasan tersebut.
Nagelsmann memang sudah tidak lagi menjadi pelatih tim nasional Jerman setelah pergantian era, tetapi hubungan antara dirinya dan Undav sempat menjadi salah satu cerita menarik sepak bola Jerman sepanjang periode menuju Piala Dunia.
Undav sebelumnya harus melalui perjalanan yang cukup berliku untuk mendapatkan tempat di skuad Jerman. Bahkan, beberapa bulan sebelum Piala Dunia, hubungan antara dirinya dan Nagelsmann menjadi bahan pemberitaan setelah sang penyerang secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya karena tidak dipanggil.
Namun, performa luar biasa Undav bersama Stuttgart akhirnya membuatnya sulit diabaikan.
Pada musim 2025/26, ia menjadi salah satu pemain Jerman dengan kontribusi gol dan assist paling tinggi. Statistiknya membuat Nagelsmann kembali mempertimbangkan namanya dan akhirnya membawa sang penyerang ke Piala Dunia.
Di turnamen tersebut, Undav kemudian membayar kepercayaan itu dengan penampilan yang sangat efektif.
Ia mencetak tiga gol dan memberikan dua assist untuk Jerman. Angka tersebut membuatnya menjadi salah satu titik terang dalam perjalanan Jerman di turnamen.
Masalahnya, setelah semua kesuksesan tersebut, ekspektasi terhadap Undav berubah secara drastis.
Ia bukan lagi sekadar penyerang Stuttgart yang tampil bagus.
Ia sudah dianggap sebagai salah satu penyerang utama Jerman.
Ia menjadi pemain yang mendapatkan perhatian lebih besar dari media dan publik.
Bahkan, menurut Matthäus, Undav kemudian mendapatkan status sebagai kapten Stuttgart dan kontrak terbaik yang pernah ia tanda tangani bersama klub tersebut.
Semua pencapaian itu tentu merupakan sesuatu yang positif.
Namun, Matthäus melihat ada kemungkinan perubahan besar tersebut turut memberikan tekanan kepada sang pemain.
Menurutnya, rangkaian peristiwa dalam beberapa bulan terakhir mungkin membuat semuanya terasa sedikit berlebihan bagi Undav.
“Drama dengan Julian Nagelsmann selama berbulan-bulan menjelang Piala Dunia, menjadi pemain timnas, langsung mencetak gol di Piala Dunia, di-hype setinggi langit secara layak. Setelah itu menjadi kapten, mendapat kontrak terbaik yang pernah ditandatangani di Stuttgart,” kata Matthäus dalam komentarnya yang dikutip Goal.
Menurut Matthäus, semua pengalaman tersebut berpotensi memengaruhi kondisi seorang pemain.
Bukan berarti Undav kehilangan kemampuan.
Bukan pula berarti keberhasilannya sebelumnya merupakan kebetulan.
Namun, sepak bola profesional sangat bergantung pada konsistensi. Ketika seorang pemain tiba-tiba mendapatkan perhatian jauh lebih besar, ekspektasi juga ikut meningkat.
Kesalahan kecil yang sebelumnya mungkin tidak terlalu diperhatikan bisa berubah menjadi bahan kritik.
Penampilan yang biasa saja bisa dianggap sebagai penurunan.
Dan ketika gol tidak kunjung datang, tekanan semakin besar.
Itulah situasi yang sedang dihadapi Undav.
Pada awal musim baru, kontribusinya bersama Stuttgart belum seperti yang diharapkan. Ia belum mencetak gol di kompetisi resmi musim ini dan keterlibatannya dalam permainan juga disebut menurun.
Jürgen Klopp kemudian memutuskan untuk tidak memasukkannya ke dalam skuad Jerman pada jeda internasional September dan Oktober.
Keputusan tersebut sebenarnya tidak menutup pintu Undav untuk kembali ke tim nasional.
Klopp menegaskan bahwa tidak ada keputusan final terhadap pemain mana pun hanya karena mereka tidak dipanggil dalam satu periode.
Namun, tetap saja, absennya Undav menjadi sinyal bahwa persaingan di lini depan Jerman semakin ketat.
Klopp memilih sejumlah penyerang lain untuk mengisi skuadnya, sementara Undav harus kembali fokus menemukan bentuk permainan terbaiknya di Stuttgart.
“Deniz memiliki masalah. Dia belum benar-benar masuk ke musim ini,” kata Klopp ketika menjelaskan keputusan tersebut.
Data yang ada memang menunjukkan bahwa Undav sedang mengalami kesulitan.
Padahal, beberapa bulan sebelumnya situasinya sangat berbeda.
Pada musim 2025/26, Undav tampil produktif dan menjadi salah satu pemain Jerman dengan kontribusi ofensif paling besar. Sebuah laporan pada Maret bahkan mencatat bahwa ia sudah mengoleksi 18 gol dan 11 assist dalam 33 pertandingan di semua kompetisi bersama Stuttgart.
Performa tersebut membuat perdebatan mengenai tempatnya di tim nasional semakin besar.
Undav bahkan sempat menyatakan bahwa dirinya tidak perlu terlalu banyak berbicara dengan Nagelsmann karena ia bisa menjawab semuanya melalui penampilan di lapangan.
Pesannya sederhana: jika ia terus mencetak gol, akan semakin sulit bagi pelatih untuk mengabaikannya.
Pada akhirnya, performa tersebut memang membawa Undav kembali ke tim nasional.
Namun, setelah Piala Dunia, situasinya berubah.
Matthäus melihat bahwa ada beberapa hal yang mungkin membuat Undav tidak lagi tampil sebebas sebelumnya.
“Dia saat ini tidak hanya kurang dalam hal gol dan assist, tetapi juga lebih jarang terlibat dalam permainan,” ujar Matthäus.
Komentar tersebut penting karena Undav sebenarnya bukan hanya dinilai berdasarkan jumlah gol.
Sebagai penyerang Stuttgart, ia memiliki peran dalam membangun serangan, membuka ruang, melakukan kombinasi dengan rekan setim, serta menjadi titik akhir serangan.
Ketika keterlibatannya menurun, pengaruhnya terhadap keseluruhan permainan Stuttgart juga ikut berkurang.
Namun, Matthäus tidak sepenuhnya menyalahkan Undav.
Ia justru mencoba melihat persoalan dari berbagai sisi.
Menurutnya, perjalanan Undav dalam beberapa bulan terakhir memang sangat padat.
Perseteruan atau ketegangan dengan Nagelsmann menjelang Piala Dunia membuat namanya terus menjadi bahan pembicaraan.
Kemudian ia mendapatkan kesempatan bermain untuk Jerman.
Ia mencetak gol.
Ia memberikan assist.
Ia mendapatkan pujian.
Ekspektasi terhadapnya melonjak.
Kemudian ia kembali ke Stuttgart dengan status yang berbeda.
Ia menjadi pemain tim nasional yang sukses di Piala Dunia.
Ia mendapat ban kapten.
Ia mendapatkan kontrak besar.
Semua itu terjadi dalam waktu relatif singkat.
Bagi seorang pemain, perubahan drastis seperti itu bisa membawa tantangan tersendiri.
Matthäus bahkan menyebut kemungkinan ada “satu atau dua persen” fokus yang hilang di sana-sini.
Bukan perubahan besar.
Namun, di level sepak bola profesional, selisih kecil bisa menghasilkan perbedaan besar.
Jika seorang striker terlambat sepersekian detik ketika masuk ke kotak penalti, peluang mencetak gol bisa hilang.
Jika konsentrasi sedikit menurun ketika menerima bola, serangan bisa terputus.
Jika pergerakan tanpa bola tidak lagi seagresif sebelumnya, ruang yang biasanya tercipta juga bisa menghilang.
Itulah mengapa penurunan kecil dalam performa bisa terlihat sangat besar ketika dialami pemain yang sebelumnya berada di level tinggi.
Namun, ada satu hal yang harus diperhatikan.
Undav masih memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan.
Pintu tim nasional belum tertutup.
Klopp sendiri sudah menegaskan bahwa tidak dipanggil kali ini bukan keputusan permanen.
Artinya, jika Undav kembali tampil konsisten bersama Stuttgart, peluang untuk mendapatkan panggilan berikutnya tetap terbuka.
Situasi tersebut sebenarnya bisa menjadi motivasi bagi sang striker.
Ia kini tidak perlu lagi berdebat mengenai statusnya.
Ia tidak perlu menjelaskan kepada publik bahwa dirinya pantas dipanggil.
Ia hanya perlu melakukan hal yang sudah pernah membawanya kembali ke tim nasional: mencetak gol dan memberikan kontribusi.
Stuttgart juga memiliki kepentingan yang sama.
Klub membutuhkan Undav dalam kondisi terbaik.
Ia merupakan salah satu pemain yang dapat menjadi pembeda ketika Stuttgart menghadapi pertandingan sulit.
Ketika Undav menemukan ruang di dalam kotak penalti, ia memiliki kemampuan menyelesaikan peluang.
Ia juga memiliki karakter berbeda dibanding beberapa penyerang lainnya karena mampu bermain sebagai pemain depan yang terlibat dalam kombinasi.
Karena itu, kebangkitan Undav bukan hanya penting bagi dirinya sendiri.
Stuttgart juga membutuhkan performa terbaiknya untuk menjalani musim yang panjang.
Pelatih Sebastian Hoeneß sebelumnya juga menunjukkan bahwa ia tidak ingin terlalu cepat menghakimi sang pemain.
Dalam kemenangan 4-1 Stuttgart atas Köln, misalnya, performa Undav tidak terlalu menonjol dibanding beberapa pencetak gol lainnya. Ia bahkan ditarik keluar pada menit ke-70 dan setelah pertandingan mengalami masalah pada area Achilles.
Namun, Hoeneß tetap memberikan perlindungan kepada pemainnya.
Hal itu menunjukkan bahwa Stuttgart memahami seorang pemain tidak selalu bisa berada di level tertinggi dalam setiap pertandingan.
Masalah Undav juga tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan satu orang.
Nagelsmann memang memiliki sejarah hubungan yang cukup rumit dengan sang striker dalam konteks tim nasional, tetapi pelatih Jerman saat ini bukan lagi Nagelsmann.
Sekarang Klopp yang memegang kendali.
Dan Klopp memberikan kesempatan kepada Undav untuk membuktikan dirinya kembali dari level klub.
Karena itu, menganggap Nagelsmann sebagai penyebab langsung krisis Undav tentu terlalu sederhana.
Komentar Matthäus lebih merupakan sebuah analisis bahwa rangkaian pengalaman selama periode Nagelsmann dan Piala Dunia mungkin memberikan dampak terhadap tekanan yang dirasakan Undav.
Apalagi Undav sebelumnya harus bekerja keras untuk mendapatkan pengakuan.
Ia bukan pemain yang sejak usia muda selalu berada di pusat perhatian.
Perjalanannya menuju level tertinggi justru penuh perjuangan.
Karena itulah perubahan status yang begitu cepat bisa menjadi pengalaman yang sangat berbeda.
Dari pemain yang harus membuktikan diri menjadi pemain yang dituntut membuktikan dirinya setiap pertandingan.
Tekanan semacam itu bisa terasa berat.
Namun, Undav juga sudah menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan untuk melewati situasi sulit.
Sebelum Piala Dunia, ia pernah menghadapi keraguan mengenai tempatnya di tim nasional.
Ia menjawab keraguan tersebut dengan performa.
Ia pernah tidak mendapatkan panggilan.
Ia kembali dengan mencetak gol dan assist.
Kini situasinya berbalik lagi.
Ia kehilangan tempat di skuad Jerman.
Jawaban berikutnya kembali berada di tangannya sendiri.
Jika Undav bisa kembali produktif bersama Stuttgart, pembicaraan tentang krisis ini dapat segera berubah.
Tidak ada yang tahu apakah analisis Matthäus mengenai tekanan setelah Piala Dunia benar-benar menjadi faktor utama.
Sepak bola memiliki terlalu banyak variabel untuk menyimpulkan masalah seorang pemain hanya dari satu penyebab.
Taktik tim, kondisi fisik, kualitas lawan, kepercayaan diri, ritme pertandingan, hingga situasi pribadi semuanya dapat memengaruhi performa.
Namun, satu hal jelas: Undav memang sedang berada dalam fase yang berbeda dibanding beberapa bulan lalu.
Dari pemain yang menjadi salah satu kejutan terbesar Jerman di Piala Dunia, kini ia harus berjuang untuk mendapatkan kembali tempatnya di tim nasional.
Dari pemain yang dipuji karena produktivitasnya, kini ia dituntut kembali menemukan gol.
Dan dari pemain yang menjadi pusat perhatian, kini ia harus menghadapi periode ketika kritik mulai berdatangan.
Justru dalam situasi seperti inilah karakter seorang pemain benar-benar diuji.
Undav memiliki pengalaman untuk mengetahui bagaimana rasanya berada di bawah tekanan.
Ia juga memiliki bukti bahwa dirinya mampu bangkit.
Karena itu, absennya dari skuad Jerman seharusnya tidak dilihat sebagai akhir perjalanan.
Klopp sendiri telah memberikan pesan bahwa pintu tetap terbuka.
Tantangannya sekarang adalah bagaimana Undav merespons.
Apakah ia mampu kembali menjadi penyerang yang agresif, terlibat dalam permainan, menciptakan peluang, dan mencetak gol seperti musim sebelumnya?
Jawabannya akan ditentukan oleh penampilannya bersama Stuttgart dalam beberapa pekan ke depan.
Sementara itu, nama Nagelsmann mungkin akan terus muncul setiap kali perjalanan Undav bersama Jerman dibahas.
Namun, untuk saat ini, fokus utama seharusnya berada pada masa depan.
Nagelsmann sudah menjadi bagian dari cerita masa lalu.
Klopp adalah pelatih Jerman saat ini.
Dan Undav memiliki kesempatan untuk menulis bab berikutnya dengan caranya sendiri.
Mungkin benar bahwa dalam beberapa bulan terakhir semuanya memang terasa sedikit berlebihan.
Terlalu banyak perhatian.
Terlalu banyak ekspektasi.
Terlalu banyak perubahan status dalam waktu singkat.
Tetapi perjalanan seorang pemain tidak ditentukan oleh satu periode buruk.
Jika Undav mampu menemukan kembali ketajamannya bersama Stuttgart, kritik yang saat ini mengarah kepadanya bisa berubah menjadi cerita tentang kebangkitan.
Dan untuk pemain yang pernah berjuang begitu keras demi mendapatkan tempat di tim nasional Jerman, kesempatan untuk kembali membuktikan diri masih terbuka lebar.
