Emiliano “Dibu” Martinez kembali bergabung dengan skuad Argentina dengan membawa satu misi emosional. Penjaga gawang yang kini memperkuat Chelsea itu ingin memastikan Lionel Messi mendapatkan perpisahan yang layak ketika sang kapten menjalani salah satu penampilan terakhirnya bersama Timnas Argentina di hadapan publik sendiri.

Bagi Martinez dan rekan-rekannya, momen tersebut bukan sekadar pertandingan internasional biasa. Ada suasana emosional yang sangat kuat karena Messi diproyeksikan menjalani penampilan terakhirnya bersama Argentina di kandang sendiri. Estadio Monumental di Buenos Aires pun dipersiapkan menjadi panggung penghormatan bagi pemain yang telah menjadi wajah utama sepak bola Argentina selama lebih dari satu dekade.

Martinez mengakui bahwa dirinya sempat tidak menyangka masih akan mendapatkan kesempatan melihat Messi mengenakan seragam Argentina di depan publik negaranya. Bahkan, ia sempat mengira sang kapten sudah benar-benar mengakhiri karier internasionalnya.

Namun, ketika kesempatan untuk menggelar laga perpisahan tersebut akhirnya datang, Martinez dan seluruh anggota skuad Argentina ingin membuatnya menjadi hari yang tidak terlupakan.

“Sejujurnya, saya pikir dia sudah pensiun,” ujar Martinez ketika membicarakan rencana perpisahan Messi, seperti dikutip dari laporan Goal yang mengacu pada wawancara dengan ESPN Argentina. Ia kemudian menambahkan bahwa kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Messi di Argentina merupakan sebuah mimpi bagi sang kapten.

Martinez juga menegaskan bahwa seluruh pemain Argentina ingin memberikan dukungan agar pertandingan tersebut berubah menjadi sebuah perayaan besar.

Bukan sekadar perpisahan, tetapi sebuah penghormatan kepada sosok yang sudah memberikan begitu banyak hal kepada tim nasional.

MESSI DAN ARGENTINA, SEBUAH PERJALANAN PANJANG

Hubungan antara Messi dan Timnas Argentina tentu bukan sekadar hubungan antara seorang pemain dengan negaranya. Selama bertahun-tahun, perjalanan Messi bersama La Albiceleste dipenuhi berbagai fase yang sangat berbeda.

Ada masa ketika Messi menjadi simbol harapan Argentina. Ada pula periode ketika kegagalan di berbagai turnamen membuat tekanan terhadap dirinya begitu besar.

Namun, semuanya berubah setelah keberhasilan Argentina menjuarai Copa America 2021, kemudian Piala Dunia 2022 di Qatar.

Gelar Piala Dunia tersebut menjadi puncak perjalanan Messi bersama Argentina. Sang kapten akhirnya mendapatkan trofi yang selama bertahun-tahun menjadi impiannya.

Martinez sendiri merupakan salah satu figur terpenting dalam perjalanan tersebut. Ia tampil sebagai penjaga gawang utama Argentina dan memainkan peran besar dalam keberhasilan mereka meraih trofi Piala Dunia.

Karena itu, momen ketika Messi akhirnya bersiap meninggalkan panggung internasional di hadapan publik Argentina juga memiliki makna khusus bagi Martinez.

Ia tidak hanya berbicara mengenai rekan setim. Ia berbicara mengenai seorang kapten yang telah melewati perjalanan panjang bersamanya.

Dan karena itulah, Martinez ingin memastikan tidak ada satu pun detail dari momen tersebut yang terasa biasa.

MONUMENTAL DIPERSIAPKAN UNTUK MOMEN EMOSIONAL

Pertandingan Argentina menghadapi Benin pada 6 Oktober mendatang diproyeksikan menjadi kesempatan bagi Messi untuk tampil di kandang sendiri dalam salah satu laga terakhirnya bersama tim nasional.

Estadio Monumental akan menjadi panggung utama. Stadion tersebut dilaporkan telah dipenuhi antusiasme suporter, dengan tiket pertandingan sudah terjual habis.

Atmosfer di Buenos Aires diperkirakan akan sangat berbeda dibandingkan pertandingan internasional biasa.

Para pendukung Argentina bukan hanya datang untuk menyaksikan pertandingan. Mereka juga datang untuk mengucapkan terima kasih kepada Messi.

Federasi sepak bola Argentina bahkan telah mengundang seluruh anggota skuad yang membawa pulang trofi Piala Dunia 2022 beserta keluarga mereka untuk hadir di tribun.

Kehadiran para pemain dari generasi juara tersebut tentu akan semakin memperkuat suasana nostalgia.

Mereka merupakan bagian dari perjalanan Messi menuju puncak karier internasionalnya.

Dari sinilah Martinez melihat kesempatan tersebut sebagai sesuatu yang sangat spesial.

Ia ingin seluruh pemain Argentina bersatu untuk memastikan Messi menikmati hari yang indah.

“Memiliki kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal di sini, di Argentina, adalah sebuah mimpi baginya dan kami akan berusaha menjadikannya hari yang luar biasa untuknya,” kata Martinez.

Pernyataan tersebut memperlihatkan betapa pentingnya laga tersebut bagi para pemain Argentina.

TETAPI ADA LUKA YANG BELUM SEPENUHNYA HILANG

Di balik rencana perayaan tersebut, Martinez juga tidak menutup-nutupi bahwa Argentina masih membawa luka dari kegagalan di final Piala Dunia 2026.

Argentina berhasil kembali mencapai partai puncak, tetapi harus mengakhiri turnamen dengan kekalahan 0-1 dari Spanyol.

Kekalahan itu terjadi hanya sekitar dua bulan sebelum Martinez berbicara mengenai persiapan untuk laga perpisahan Messi.

Dengan demikian, suasana hati skuad Argentina tidak sepenuhnya hanya dipenuhi kegembiraan.

Ada kebanggaan karena kembali mencapai final, tetapi juga rasa kecewa karena kesempatan mengangkat trofi kembali gagal diwujudkan.

Martinez menjadi salah satu pemain yang merasakan langsung kepedihan tersebut.

“Sangat menyenangkan bisa mencapai final lagi, tetapi sayangnya kami tidak bisa memenangkannya,” ujar Martinez.

Ia kemudian menggambarkan rasa sakit tersebut sebagai sesuatu yang akan terus melekat dalam dirinya untuk waktu yang lama.

“Duri itu akan menancap dalam diri saya untuk waktu yang sangat lama,” lanjutnya.

Kalimat tersebut menggambarkan bagaimana sebuah pertandingan final dapat meninggalkan kesan yang jauh lebih panjang daripada sekadar hasil akhir di papan skor.

Argentina sudah mencapai final, tetapi bagi Martinez, pencapaian tersebut tidak sepenuhnya dapat menghapus rasa kecewa karena mereka pulang tanpa trofi.

DARI KEKECEWAAN MENUJU MOMEN PERPISAHAN

Situasi inilah yang membuat agenda Messi di Monumental menjadi semakin menarik.

Argentina harus mampu menjalankan dua hal sekaligus.

Di satu sisi, mereka perlu memberikan penghormatan kepada Messi dan menikmati momen emosional bersama sang kapten.

Di sisi lain, mereka tetap memiliki kewajiban profesional untuk tampil kompetitif di lapangan.

Suasana pertandingan yang dipenuhi perayaan bisa saja membuat fokus pemain sedikit berbeda. Para pemain tentu memahami bahwa pertandingan tersebut memiliki nilai sentimental yang besar.

Namun, setelah seremoni dan penghormatan selesai, Argentina harus kembali memikirkan sepak bola.

Pelatih Lionel Scaloni dan stafnya juga menghadapi tantangan untuk mempersiapkan generasi berikutnya.

Sebab, ketika Messi benar-benar meninggalkan tim nasional, Argentina harus mulai menjalani fase baru tanpa pemain yang selama bertahun-tahun menjadi pusat permainan mereka.

Perubahan tersebut tentu tidak akan sederhana.

Messi bukan hanya pencetak gol atau pencipta peluang. Ia juga merupakan figur sentral yang menjadi simbol identitas Argentina di level internasional.

Karena itu, laga perpisahan di Monumental dapat menjadi semacam jembatan antara dua era.

Era yang dipimpin Messi selama bertahun-tahun dan era berikutnya yang harus dijalani Argentina tanpa sang megabintang.

MARTINEZ MASIH MENJADI BAGIAN PENTING ARGENTINA

Sementara perhatian tertuju kepada Messi, Martinez sendiri tetap menjadi salah satu pemain penting dalam skuad Argentina.

Kiper berusia 34 tahun tersebut masih menunjukkan keinginannya untuk terus membela negaranya.

Kegagalan di final Piala Dunia tidak membuat kecintaannya terhadap tim nasional berkurang.

Sebaliknya, Martinez tetap menikmati setiap kesempatan ketika dirinya dipanggil untuk bergabung dengan skuad.

Ia juga memahami bahwa tim nasional akan selalu mengalami perubahan.

Para pemain akan datang dan pergi, tetapi identitas Argentina sebagai tim nasional akan tetap ada.

Martinez menyadari bahwa generasi yang saat ini bermain bersama Messi suatu hari akan berganti.

Namun, sebelum perubahan tersebut benar-benar terjadi, ia ingin menikmati kesempatan terakhir untuk bermain bersama sang kapten di hadapan pendukung Argentina.

Bagi Martinez, kesempatan seperti itu tidak datang setiap hari.

PERPISAHAN MESSI BUKAN AKHIR SEGALANYA

Meski pertandingan melawan Benin disebut sebagai salah satu momen perpisahan Messi di kandang, laga tersebut tidak serta-merta berarti seluruh perjalanan Argentina berakhir bersamanya dalam satu malam.

Yang lebih penting adalah bagaimana Argentina memberikan penghormatan kepada pemain yang sudah memberikan kontribusi luar biasa selama karier internasionalnya.

Martinez tampaknya memahami bahwa perpisahan yang sempurna bukan berarti harus selalu berakhir dengan kemenangan besar.

Yang terpenting adalah Messi dapat merasakan penghargaan dari para pendukung, rekan setim, dan orang-orang yang telah mendampinginya selama bertahun-tahun.

Karena itu, suasana di Monumental kemungkinan akan menjadi perpaduan antara kebahagiaan, nostalgia, dan kesedihan.

Ada kebahagiaan karena Argentina memiliki kesempatan untuk merayakan sosok Messi.

Ada nostalgia karena generasi yang selama ini dikenal dengan nama-nama besar seperti Messi dan Martinez telah melewati begitu banyak pertandingan bersama.

Dan ada kesedihan karena sebuah era pada akhirnya harus berakhir.

DIBU MARTINEZ INGIN MENUTUP CERITA DENGAN CARA ISTIMEWA

Bagi Martinez, laga tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengabadikan kenangan terakhir bersama Messi di kandang Argentina.

Setelah bertahun-tahun melewati tekanan, kemenangan, kekalahan, perayaan, hingga momen dramatis bersama, ia ingin menutup salah satu bab penting tersebut dengan cara yang positif.

Martinez tidak menyembunyikan bahwa dirinya masih membawa rasa sakit akibat kekalahan dari Spanyol.

Tetapi sepak bola juga memberikan kesempatan untuk menciptakan kenangan baru.

Itulah yang ingin dilakukan Martinez bersama rekan-rekannya.

Alih-alih membiarkan rasa kecewa dari final Piala Dunia terus menjadi cerita utama, mereka ingin menjadikan pertandingan melawan Benin sebagai momen penghormatan kepada Messi.

Bagi Martinez, keberadaan Messi di lapangan mungkin akan selalu menjadi sesuatu yang istimewa.

Mereka telah melewati banyak hal bersama sebagai bagian dari Argentina.

Kini, ketika perjalanan tersebut mendekati babak baru, Martinez ingin memastikan sang kapten mendapatkan perpisahan yang pantas.

Estadio Monumental akan menjadi saksi.

Ribuan suporter akan hadir.

Para anggota skuad juara Piala Dunia 2022 beserta keluarga mereka juga telah diundang.

Dan di tengah semua itu, Martinez akan berdiri bersama rekan-rekannya dengan satu tujuan: membuat hari terakhir Messi di kandang Argentina menjadi sebuah kenangan yang akan selalu dikenang.

Luka akibat kekalahan dari Spanyol mungkin belum sepenuhnya hilang. Bahkan Martinez sendiri mengakui bahwa rasa sakit itu akan bertahan lama.

Namun, sepak bola memberi mereka kesempatan untuk menulis cerita baru.

Kali ini bukan tentang sebuah final yang gagal dimenangkan.

Melainkan tentang seorang kapten yang telah memberikan segalanya untuk negaranya dan akhirnya mendapatkan kesempatan mengucapkan selamat tinggal di hadapan para pendukungnya sendiri.

Bagi Martinez, itulah yang membuat momen tersebut begitu penting.

Dan jika semuanya berjalan sesuai rencana, perpisahan Messi di Monumental bukan hanya akan menjadi pertandingan biasa, melainkan sebuah malam penuh penghormatan untuk salah satu perjalanan terbesar dalam sejarah sepak bola Argentina.