Kabar buruk menghampiri Real Madrid dari jeda internasional. Kylian Mbappe mengalami cedera pada lutut kirinya ketika memperkuat Prancis menghadapi Turki dalam pertandingan UEFA Nations League. Cedera tersebut menjadi perhatian serius karena bagian tubuh yang bermasalah merupakan lutut yang sebelumnya juga sempat mengganggu sang penyerang pada musim lalu.
Mbappe sebenarnya menjadi pahlawan kemenangan Prancis dalam pertandingan tersebut. Ia mencetak satu-satunya gol yang membawa Les Bleus menang 1-0 sekaligus memberikan kemenangan pada pertandingan pertama Zinedine Zidane sebagai pelatih tim nasional Prancis.
Namun beberapa saat setelah mencetak gol, situasi berubah menjadi mengkhawatirkan.
Mbappe merasakan sesuatu yang tidak beres pada lutut kirinya ketika melakukan gerakan setelah melepaskan tembakan. Ia sempat mencoba melanjutkan pertandingan setelah mendapatkan perawatan dari tim medis Prancis. Akan tetapi, rasa sakit kembali muncul ketika ia mencoba berlari.
Penyerang Real Madrid itu akhirnya terjatuh dan meminta untuk diganti. Désiré Doué kemudian masuk menggantikannya pada menit ke-58. Mbappe meninggalkan lapangan dengan ekspresi kesakitan dan terlihat kesulitan berjalan normal.
Situasi tersebut langsung membuat Real Madrid waspada.
Pasalnya, ini bukan pertama kalinya lutut kiri Mbappe menjadi sumber masalah.
Cedera Terjadi Tepat Setelah Mencetak Gol
Momen cedera Mbappe terjadi dalam situasi yang cukup ironis.
Pada menit ke-54, Prancis akhirnya berhasil memecah kebuntuan ketika Mbappe mencetak gol ke gawang Turki. Gol tersebut tercipta setelah Michael Olise memberikan bola kepada Mbappe di sisi kiri kotak penalti.
Mbappe kemudian menyelesaikan peluang tersebut dengan kaki kanannya.
Gol itu membuat Prancis unggul 1-0 sekaligus menjadi gol ke-67 Mbappe untuk negaranya menurut laporan pertandingan. Namun dalam proses melakukan tembakan, kaki kiri Mbappe menjadi kaki tumpu.
Tidak lama setelah bola masuk ke gawang, Mbappe mulai menunjukkan reaksi tidak nyaman.
Ia sempat melakukan gerakan kecil seperti melompat setelah melakukan kontak dengan bola. Ketika berusaha berlari untuk merayakan gol, ia kemudian berhenti.
Mbappe memegang lutut kirinya.
Tim medis Prancis segera masuk ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan awal. Setelah mendapatkan perawatan, sang penyerang sempat mencoba kembali bermain.
Namun percobaan tersebut tidak berlangsung lama.
Ketika kembali berlari, Mbappe kembali merasakan masalah pada lutut tersebut. Ia kemudian jatuh di atas lapangan, menutup wajahnya, dan memberi isyarat kepada bangku cadangan bahwa dirinya tidak sanggup melanjutkan pertandingan.
Doué akhirnya masuk menggantikannya.
Prancis tetap mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga pertandingan berakhir. Tetapi kemenangan tersebut terasa berbeda karena salah satu pemain terpenting mereka harus meninggalkan lapangan akibat cedera.
Federasi Prancis Konfirmasi Cedera Tendon
Kekhawatiran semakin meningkat setelah Federasi Sepak Bola Prancis memberikan informasi terbaru mengenai kondisi Mbappe.
Dalam pernyataan resminya, pihak Prancis menyebut Mbappe mengalami cedera tendon pada lutut dan dipastikan tidak dapat melanjutkan agenda bersama tim nasional dalam periode kali ini.
Artinya, Mbappe tidak akan mengikuti pertandingan-pertandingan Prancis berikutnya dalam rangkaian Nations League.
Namun federasi belum memberikan rincian lengkap mengenai tingkat kerusakan tendon maupun berapa lama Mbappe harus menepi. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan setelah sang pemain kembali ke Madrid.
Informasi tersebut membuat Real Madrid harus menunggu.
Klub ibu kota Spanyol tersebut belum mengetahui secara pasti berapa lama mereka akan kehilangan pemain andalannya.
Pemeriksaan lanjutan di Madrid akan menjadi penentu.
Jika cedera tersebut tergolong ringan, Mbappe mungkin hanya membutuhkan waktu pemulihan singkat. Namun jika ditemukan kerusakan tendon yang lebih serius, Real Madrid harus bersiap kehilangan sang penyerang untuk sejumlah pertandingan penting.
Lutut Kiri yang Sama Pernah Bermasalah
Inilah bagian yang paling membuat Real Madrid khawatir.
Cedera kali ini terjadi pada lutut kiri yang sama dengan bagian tubuh yang pernah mengalami masalah pada musim sebelumnya.
Laporan Goal menyebut Mbappe sebelumnya juga harus berhenti bermain akibat persoalan pada lutut kiri tersebut. Karena itu, muncul kekhawatiran bahwa cedera terbaru bukan sekadar benturan biasa atau masalah yang akan hilang dalam beberapa hari.
Riwayat tersebut membuat tim medis Real Madrid tentu akan melakukan pemeriksaan dengan sangat hati-hati.
Terlebih lagi, Mbappe merupakan salah satu pemain paling penting dalam skuad Los Blancos.
Ia bukan hanya pencetak gol utama, tetapi juga pemain yang menjadi pusat serangan Real Madrid.
Kehilangan Mbappe dalam beberapa pertandingan saja sudah dapat memengaruhi pilihan taktik Jose Mourinho. Jika masa pemulihannya ternyata panjang, dampaknya tentu jauh lebih besar.
Zidane Langsung Membawa Kabar Buruk
Cedera Mbappe juga memberikan noda pada pertandingan debut Zinedine Zidane sebagai pelatih Prancis.
Zidane berhasil membawa Les Bleus menang 1-0 atas Turki dalam pertandingan pertamanya setelah menggantikan Didier Deschamps.
Namun, kemenangan tersebut harus dibayar dengan cedera kapten tim.
Setelah pertandingan, Zidane tidak mencoba menutupi kekhawatirannya.
Ia menyatakan bahwa kondisi Mbappe tidak terlihat baik dan sang pemain akan kembali ke Madrid untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Zidane juga menegaskan bahwa Prancis tidak akan mengambil risiko terhadap kondisi pemain bintangnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa bahkan tim nasional Prancis pun memilih berhati-hati.
Bagi Zidane, kemenangan di pertandingan pertama tentu penting. Tetapi kesehatan Mbappe jauh lebih penting untuk agenda panjang tim nasional.
Real Madrid Sudah Kehilangan Konate
Kekhawatiran Madrid menjadi semakin besar karena Mbappe bukan satu-satunya pemain Los Blancos yang mengalami masalah ketika berada di tim nasional Prancis.
Ibrahima Konaté juga lebih dahulu meninggalkan kamp Prancis akibat cedera lutut.
Bek tengah Real Madrid tersebut mengalami keseleo ringan pada lutut kanan setelah merasakan ketidaknyamanan dalam sesi latihan. Pemeriksaan MRI menunjukkan adanya masalah tersebut dan Konaté kemudian dipulangkan ke Madrid untuk melanjutkan proses pemulihan.
Dengan demikian, dalam waktu singkat Real Madrid mendapatkan dua kabar buruk dari satu tim nasional.
Konaté mengalami masalah pada lutut kanan.
Mbappe mengalami cedera tendon pada lutut kiri.
Situasi tersebut tentu menjadi perhatian bagi Mourinho.
Real Madrid membutuhkan seluruh pemain pentingnya dalam kondisi fit karena kalender pertandingan mereka setelah jeda internasional cukup padat.
Oktober Bisa Menjadi Periode Sangat Berat
Jika melihat jadwal yang menanti Real Madrid, kekhawatiran mengenai Mbappe memang cukup beralasan.
Real Madrid dijadwalkan menghadapi sejumlah pertandingan penting pada periode Oktober. Ada laga LaLiga melawan Villarreal, Sevilla, dan Barcelona, serta pertandingan Liga Champions melawan Leipzig dan Roma dalam rangkaian jadwal yang padat.
El Clasico bahkan dijadwalkan pada 25 Oktober.
Pertandingan melawan Barcelona tentu menjadi salah satu pertandingan yang paling ditunggu dalam kalender LaLiga.
Jika Mbappe harus absen hingga periode tersebut, Real Madrid akan menghadapi situasi sulit.
Namun untuk saat ini belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa Mbappe pasti akan melewatkan El Clasico.
Durasi pemulihan belum diketahui.
Semuanya bergantung pada hasil pemeriksaan medis yang akan dilakukan di Madrid.
Karena itu, klub harus menunggu diagnosis lengkap sebelum menentukan langkah berikutnya.
Madrid Tidak Ingin Mengambil Risiko
Dalam situasi seperti ini, Real Madrid tentu tidak memiliki alasan untuk terburu-buru mengembalikan Mbappe ke lapangan.
Pemain tersebut merupakan aset utama klub.
Memaksakan pemain kembali sebelum benar-benar pulih justru dapat meningkatkan risiko cedera kambuh atau memperburuk masalah yang ada.
Terlebih lagi, lokasi cedera kali ini berada pada bagian tubuh yang pernah mengalami masalah sebelumnya.
Itulah sebabnya pemeriksaan lanjutan akan menjadi sangat penting.
Tim medis Madrid perlu mengetahui apakah cedera tersebut hanya membutuhkan rehabilitasi singkat atau justru memerlukan periode pemulihan yang lebih panjang.
Mbappe sendiri tentu juga akan menjadi bagian penting dalam menentukan proses tersebut.
Cedera Datang Saat Performa Mbappe Dibutuhkan
Cedera ini juga muncul pada momen yang kurang ideal bagi Real Madrid.
Mbappe merupakan pemain yang sangat diandalkan dalam urusan mencetak gol.
Setelah beradaptasi dengan kehidupan di Madrid, eks penyerang Paris Saint-Germain tersebut menjadi salah satu pusat permainan tim.
Kecepatan, kemampuan melakukan penetrasi, dan ketajamannya di depan gawang menjadi senjata utama Los Blancos.
Ketika Mbappe berada di lapangan, pertahanan lawan harus memberikan perhatian ekstra.
Absennya dia dapat membuat lawan lebih mudah mengatur pertahanan.
Mourinho tentu harus memikirkan alternatif jika Mbappe benar-benar tidak tersedia.
Vinicius Junior bisa mendapatkan porsi lebih besar dalam serangan. Pemain lain juga bisa digunakan untuk mengisi ruang yang biasanya ditempati Mbappe.
Namun, tetap saja, menggantikan kontribusi seorang pemain seperti Mbappe bukan perkara sederhana.
Musim Lalu Pernah Ada Drama Soal Cedera
Riwayat cedera Mbappe pada lutut juga pernah menjadi sorotan besar.
Laporan Goal sebelumnya menyebut muncul ketegangan antara Mbappe dan tim medis Real Madrid setelah ada laporan mengenai pemeriksaan terhadap bagian tubuh yang dianggap tidak tepat. Dalam laporan tersebut, L'Equipe bahkan mengklaim Mbappe sempat menyampaikan kepada presiden Florentino Pérez bahwa ia tidak ingin lagi ditangani oleh staf medis internal klub.
Namun laporan semacam itu perlu dipahami sebagai klaim media yang menggambarkan hubungan antara pemain dan departemen medis, bukan sebagai konfirmasi resmi seluruh pihak.
Yang jelas, masalah kesehatan Mbappe pada musim lalu memang pernah menjadi pembicaraan.
Karena itu, ketika cedera kembali terjadi pada lutut kiri, perhatian terhadap kondisinya otomatis menjadi lebih besar.
Prancis Juga Kehilangan Kaptennya
Bagi Prancis, kehilangan Mbappe bukan hanya kehilangan seorang pencetak gol.
Mbappe merupakan kapten tim dan salah satu wajah utama generasi baru Les Bleus.
Debut Zidane sebagai pelatih sebenarnya berjalan sempurna dari sisi hasil.
Prancis menang.
Mbappe mencetak gol kemenangan.
Namun kemudian sang kapten mengalami cedera.
Situasi tersebut membuat kemenangan Prancis atas Turki terasa kurang sempurna.
Zidane kini harus memikirkan pertandingan berikutnya tanpa pemain yang menjadi salah satu pusat rencana permainannya.
Untungnya, Prancis memiliki kedalaman skuad yang cukup besar.
Pemain seperti Ousmane Dembélé, Michael Olise, Rayan Cherki, dan Désiré Doué dapat menjadi opsi di lini depan.
Tetapi peran Mbappe tetap sulit digantikan secara langsung.
Madrid Menunggu Diagnosis Lengkap
Saat ini, pertanyaan terbesar bukan lagi apakah Mbappe mengalami cedera.
Itu sudah dikonfirmasi.
Federasi Prancis menyebut adanya cedera tendon pada lutut dan memastikan Mbappe absen dari sisa agenda tim nasional kali ini.
Pertanyaan berikutnya adalah seberapa serius cedera tersebut.
Apakah Mbappe hanya perlu beristirahat selama beberapa pekan?
Apakah ia bisa kembali sebelum pertandingan besar berikutnya?
Atau justru membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama?
Jawabannya akan muncul setelah pemeriksaan lanjutan di Madrid.
Real Madrid akan menjadi pihak yang sangat berkepentingan untuk mengetahui hasil tersebut karena jadwal mereka memasuki periode yang sangat padat.
Satu hal yang sudah jelas, klub tidak akan ingin mengambil risiko dengan kondisi pemain bintangnya.
Gol Kemenangan yang Berubah Menjadi Kekhawatiran
Ada ironi besar dalam cerita ini.
Mbappe mencetak gol kemenangan.
Ia menjadi pemain yang memberikan awal sempurna bagi era Zidane.
Namun hanya beberapa detik setelah gol tersebut, perhatian semua orang berubah dari kemenangan menjadi kondisi kesehatan sang striker.
Mbappe yang seharusnya merayakan gol justru memegang lututnya.
Ia mencoba kembali bermain.
Gagal.
Kemudian meminta diganti.
Kini ia harus kembali ke Madrid untuk menjalani pemeriksaan lebih lengkap.
Real Madrid pun hanya bisa menunggu.
Bagi klub sebesar Madrid, kehilangan satu pemain mungkin bukan sesuatu yang luar biasa. Namun kehilangan Mbappe pada saat jadwal mulai memasuki fase penting jelas merupakan persoalan berbeda.
Apalagi cedera kali ini mengenai lutut kiri yang sebelumnya juga pernah bermasalah.
Karena itu, wajar jika kabar tersebut langsung membuat kubu Los Blancos waspada.
Namun sampai hasil pemeriksaan lanjutan keluar, belum ada kepastian mengenai berapa lama Mbappe akan absen.
Yang sudah pasti adalah satu hal: Kylian Mbappe mengalami cedera tendon pada lutut kiri, dicoret dari sisa agenda Prancis, dan kini kembali ke Madrid untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Real Madrid harus menunggu diagnosis lengkap sebelum mengetahui seberapa besar dampak cedera tersebut terhadap perjalanan mereka pada musim ini.
