MANCHESTER — Perkembangan kasus pelanggaran regulasi Premier League yang melibatkan Manchester City terus memunculkan reaksi dari berbagai kalangan sepak bola Inggris. Salah satu yang turut memberikan komentar adalah legenda Manchester United, Rio Ferdinand, yang bahkan secara terbuka meminta mantan bek Manchester City, Joleon Lescott, mengembalikan medali juara Premier League apabila gelar yang diraih The Citizens pada periode tersebut nantinya dicabut.
Komentar Ferdinand muncul setelah komisi independen menyatakan Manchester City terbukti melakukan sebagian besar pelanggaran yang didakwakan Premier League. Dari total 115 dakwaan yang diajukan dalam perkara tersebut, City dinyatakan bersalah atas 114 dakwaan, sementara satu dakwaan lainnya tidak terbukti.
Meski demikian, proses perkara belum sepenuhnya berakhir. Manchester City masih memiliki jalur banding dan tetap mempertahankan posisi bahwa mereka tidak melakukan pelanggaran seperti yang dituduhkan. Karena itu, bentuk hukuman yang akan diberikan serta dampaknya terhadap gelar-gelar masa lalu masih harus menunggu proses berikutnya.
Ferdinand sendiri mengambil sikap dengan nada bercanda ketika membahas kemungkinan Manchester City kehilangan gelar Premier League yang diraih selama periode investigasi. Ia secara khusus menyinggung gelar musim 2011/2012 yang dimenangkan City setelah mengalahkan Manchester United dalam persaingan dramatis hingga pertandingan terakhir.
Joleon Lescott merupakan bagian dari skuad Manchester City yang memenangkan gelar tersebut. Ferdinand, yang ketika itu membela Manchester United, menjadi salah satu pemain dalam skuad Sir Alex Ferguson yang harus menerima posisi runner-up.
Dalam program miliknya, Rio Ferdinand Presents, mantan bek Timnas Inggris tersebut melontarkan candaan kepada Lescott.
"Ketika saya bertemu Joleon, saya akan pergi ke rumahnya dan mengatakan, 'Serahkan. Serahkan'," ujar Ferdinand.
Ia kemudian menambahkan bahwa apabila gelar Manchester City benar-benar dicabut, maka medali juara yang diterima para pemain juga seharusnya dikembalikan.
Ferdinand bahkan menyebut bahwa Manchester City tidak cukup hanya mendapatkan hukuman berupa denda apabila pada akhirnya pelanggaran tersebut terbukti dan sanksi retrospektif diberlakukan.
Ferdinand Soroti Gelar Musim 2011/2012
Musim 2011/2012 menjadi salah satu alasan utama komentar Ferdinand mendapatkan perhatian besar. Manchester City ketika itu meraih gelar Premier League pertama mereka sejak 1968 melalui akhir musim yang sangat dramatis.
City dan Manchester United sama-sama mengoleksi poin yang sama menjelang pertandingan terakhir. City akhirnya memastikan gelar setelah Sergio Aguero mencetak gol pada masa tambahan waktu ketika menghadapi Queens Park Rangers.
Manchester United menyelesaikan musim tersebut sebagai runner-up. Ferdinand menjadi bagian dari skuad United yang kehilangan gelar dengan cara yang sangat dramatis.
Karena itu, ketika muncul kemungkinan adanya pencabutan gelar secara retrospektif, Ferdinand langsung mengaitkannya dengan medali yang diterima para pemain City.
Sebelumnya, ia juga telah memberikan reaksi di media sosial setelah keputusan komisi independen diumumkan. Ferdinand menulis bahwa ada "medali Premier League lain" yang akan ditambahkan ke koleksi trofinya.
Komentar tersebut merujuk pada kemungkinan Manchester United mendapatkan kembali gelar musim 2011/2012 apabila Premier League pada akhirnya menerapkan sanksi pencabutan gelar.
Namun, hingga saat ini hal tersebut belum menjadi keputusan resmi.
Ferdinand Tegaskan Pemain Tidak Bisa Disalahkan
Di balik komentarnya mengenai medali dan trofi, Ferdinand juga memberikan penjelasan penting mengenai posisi para pemain Manchester City.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menganggap para pemain sebagai pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran finansial tersebut.
Menurut Ferdinand, keputusan terkait laporan keuangan, struktur pembayaran, maupun kepatuhan terhadap regulasi berada pada level manajemen dan pihak-pihak yang memiliki kewenangan di dalam klub.
Ia tetap mengakui kualitas Manchester City di lapangan dan menyebut tim tersebut sebagai salah satu tim terbaik di Inggris dalam periode yang sangat panjang.
Namun, menurutnya, apabila pelanggaran memang telah terbukti dan keputusan tersebut bertahan setelah proses hukum selesai, hukuman yang relevan tetap perlu diterapkan.
Ferdinand juga mengakui adanya pertanyaan mengenai bagaimana prestasi para pemain City harus dikenang jika gelar mereka nantinya dinyatakan tidak berlaku.
Ia menilai para pemain tidak seharusnya menjadi sasaran utama kritik karena mereka menjalankan tugas di lapangan berdasarkan struktur yang telah dibangun klub.
Pandangan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari komentar Ferdinand. Di satu sisi, ia meminta agar trofi dan medali dikembalikan apabila sanksi pencabutan gelar benar-benar diterapkan. Di sisi lain, ia tetap memisahkan tanggung jawab pemain dari persoalan administratif dan finansial yang menjadi pokok perkara.
Belum Ada Keputusan Mencabut Gelar
Meski komentar mengenai pengembalian medali terus bermunculan, pencabutan gelar Manchester City belum menjadi keputusan resmi.
Laporan BBC Sport menyebut terdapat sedikit keinginan dari Premier League maupun klub-klub anggotanya untuk mencabut gelar-gelar masa lalu City. Namun, keputusan akhir mengenai sanksi berada di tangan panel independen yang masih harus menjalani tahap penentuan hukuman.
Artinya, kemungkinan pencabutan gelar secara retrospektif memang menjadi salah satu isu yang dibicarakan, tetapi belum dapat dianggap sebagai hasil akhir.
Aturan Premier League memberikan sejumlah opsi hukuman, termasuk pengurangan poin, denda besar, hingga kemungkinan sanksi yang lebih berat. Secara teori, panel juga memiliki ruang untuk menerapkan hukuman lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, nasib gelar-gelar Manchester City pada periode yang masuk dalam penyelidikan masih menjadi tanda tanya.
Periode dakwaan mencakup rentang 2009 hingga 2018. Dalam periode tersebut, Manchester City memenangkan tiga gelar Premier League, yakni pada musim 2011/2012, 2013/2014, dan 2017/2018.
Jika ketiga gelar tersebut dicabut, pertanyaan berikutnya adalah apakah gelar akan diberikan kepada klub yang finis di posisi kedua atau justru dibiarkan tanpa pemenang baru.
Situasi tersebut juga berpotensi menimbulkan persoalan baru karena perubahan sejarah kompetisi dapat berdampak pada catatan statistik, penghargaan pemain, bonus, hingga berbagai konsekuensi finansial yang terjadi bertahun-tahun lalu.
Manchester United Berpotensi Mendapat Dua Gelar
Apabila skenario pencabutan gelar benar-benar diterapkan terhadap Manchester City untuk seluruh musim yang relevan, Manchester United berpotensi mendapatkan dampak paling besar.
United merupakan runner-up pada musim 2011/2012 dan 2017/2018. Sementara Liverpool berada di posisi kedua pada musim 2013/2014.
Dengan demikian, tiga musim tersebut berpotensi menimbulkan perubahan terhadap catatan sejarah Premier League apabila panel memutuskan adanya redistribusi gelar.
Namun, hal itu masih sebatas kemungkinan. Tidak ada keputusan resmi yang menyatakan bahwa Manchester United otomatis akan menjadi juara pada dua musim tersebut.
Persoalan tersebut juga menjadi semakin rumit karena Premier League belum memiliki preseden yang jelas mengenai mekanisme pencabutan dan pengalihan gelar akibat pelanggaran finansial dalam skala seperti kasus Manchester City.
Masa Depan Kasus City Masih Panjang
Manchester City diperkirakan akan menggunakan seluruh jalur hukum yang tersedia untuk mempertahankan posisi mereka. Klub telah berulang kali membantah tuduhan yang diajukan Premier League dan menyatakan memiliki bukti yang mendukung posisi mereka.
Dengan adanya kemungkinan banding, proses penyelesaian perkara diperkirakan masih membutuhkan waktu. Bahkan, CEO Manchester City Ferran Soriano menyampaikan kepada sejumlah pejabat sepak bola Eropa bahwa perkara tersebut masih akan berlangsung lebih lama.
Situasi tersebut membuat komentar mengenai pengembalian medali masih berada dalam konteks kemungkinan sanksi, bukan keputusan final.
Bagi Ferdinand, isu tersebut tetap menjadi perhatian karena menyangkut sejarah kompetisi yang pernah ia jalani bersama Manchester United.
Ia bahkan menjadikan Joleon Lescott sebagai sasaran candaan karena sang mantan bek City merupakan salah satu pemain yang menerima medali juara Premier League 2011/2012.
Namun, di balik candaan tersebut terdapat pertanyaan yang jauh lebih serius: bagaimana Premier League akan memperlakukan gelar yang diraih selama periode ketika klub dinyatakan melakukan pelanggaran?
Jawabannya masih menunggu keputusan panel independen dan proses banding yang mungkin dilakukan Manchester City.
Untuk saat ini, Joleon Lescott tetap tercatat sebagai bagian dari skuad Manchester City yang memenangkan Premier League 2011/2012. Medali yang ia terima juga masih menjadi bagian dari sejarah resmi kompetisi.
Apakah medali tersebut suatu hari harus dikembalikan, seperti yang dilontarkan Ferdinand, sepenuhnya bergantung pada keputusan akhir mengenai sanksi Manchester City.
Yang jelas, perkara ini telah membuka kembali perdebatan mengenai pencatatan sejarah Premier League. Jika sanksi retrospektif benar-benar diterapkan, dampaknya tidak hanya akan dirasakan Manchester City, tetapi juga klub-klub rival, mantan pemain, serta berbagai pihak yang terlibat dalam kompetisi pada periode tersebut.
Untuk sementara, semua pihak masih harus menunggu. Manchester City menghadapi proses banding dan penentuan sanksi, sementara pertanyaan mengenai nasib trofi masa lalu mereka belum mendapatkan jawaban resmi.
