Zinedine Zidane akhirnya menjalani pertandingan pertamanya sebagai pelatih tim nasional Prancis dengan hasil yang langsung tercatat dalam sejarah. Les Bleus berhasil mengalahkan Turki dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan UEFA Nations League di Izmit, Jumat malam waktu setempat.
Satu gol Kylian Mbappe pada babak kedua memastikan kemenangan Prancis sekaligus memberikan awal yang positif bagi era baru setelah Didier Deschamps meninggalkan kursi pelatih.
Namun, kemenangan tersebut datang dengan harga yang cukup mahal.
Tidak lama setelah mencetak gol kemenangan, Mbappe mengalami masalah pada lutut kirinya dan terpaksa meninggalkan lapangan. Sang kapten Prancis sempat mendapatkan perawatan dan mencoba melanjutkan pertandingan, tetapi akhirnya tidak mampu bermain dengan intensitas yang dibutuhkan.
Désiré Doué kemudian masuk menggantikannya.
Dengan demikian, debut Zidane yang seharusnya menjadi malam penuh kebahagiaan justru berakhir dengan kekhawatiran terhadap kondisi pemain terpentingnya. Laporan terbaru menyebut Mbappe kemudian dicoret dari sisa agenda tim nasional dan kembali ke Madrid untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Zidane Langsung Mencatat Sejarah
Ada satu catatan sejarah yang membuat kemenangan tersebut semakin spesial bagi Zidane.
Mantan pemain legendaris Prancis itu menjadi pelatih pertama dalam lebih dari tiga dekade yang mampu memenangkan pertandingan pertamanya sebagai pelatih kepala Les Bleus.
Sebelum Zidane, kemenangan pada pertandingan pertama seorang pelatih Prancis terakhir kali diraih oleh Aimé Jacquet pada Februari 1994 ketika Prancis mengalahkan Italia 1-0 dalam laga persahabatan.
Artinya, dibutuhkan waktu sekitar 32 tahun sebelum rekor tersebut kembali terulang.
Zidane kini menjadi orang yang memutus rangkaian panjang tersebut.
Pencapaian itu tentu memiliki arti khusus bagi Zidane.
Ia bukan sekadar pelatih baru Prancis. Ia adalah salah satu tokoh terbesar dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Sebagai pemain, Zidane menjadi bagian dari tim Prancis yang memenangkan Piala Dunia 1998. Kini ia kembali ke panggung internasional dengan tugas membawa generasi baru Les Bleus menuju era yang berbeda.
Pertandingan melawan Turki menjadi langkah pertama dari proyek tersebut.
Dan meskipun performa Prancis belum sepenuhnya meyakinkan, hasil akhir memberikan tiga poin yang sangat penting.
Mbappe Menjadi Penentu Kemenangan
Prancis menghadapi pertandingan yang tidak mudah di kandang Turki.
Permainan Les Bleus pada babak pertama tidak berjalan sesuai harapan. Lapangan di Izmit juga dilaporkan membuat penguasaan bola dan operan menjadi lebih sulit.
Turki mampu memberikan tekanan dan beberapa kali menciptakan situasi berbahaya di depan gawang Prancis.
Mike Maignan kemudian menjadi salah satu pemain penting dalam menjaga gawang Prancis tetap aman.
Kiper AC Milan tersebut melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk ketika menggagalkan peluang Ismail Yüksek dan Arda Güler.
Prancis akhirnya menemukan celah pada babak kedua.
Pada menit ke-54, Michael Olise memberikan umpan kepada Mbappe di area berbahaya.
Penyerang Real Madrid tersebut kemudian melepaskan tembakan mendatar yang tidak mampu dihentikan kiper Turki, Ugurcan Çakir.
Gol tersebut membuat Prancis unggul 1-0.
Bagi Mbappe, gol tersebut juga memiliki arti tersendiri.
Itu merupakan gol internasional ke-67 dalam penampilannya yang ke-107 bersama Prancis. Catatan tersebut semakin memperkokoh posisinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Les Bleus.
Gol tersebut seharusnya menjadi awal dari malam yang sempurna.
Tetapi hanya beberapa menit kemudian, situasi berubah drastis.
Beberapa Menit Setelah Gol, Mbappe Terjatuh
Setelah mencetak gol, Mbappe mulai menunjukkan tanda-tanda mengalami masalah.
Ia terlihat memegang bagian sekitar lutut kirinya dan kemudian duduk di lapangan.
Tim medis Prancis segera menghampirinya.
Mbappe mendapatkan perawatan singkat sebelum mencoba kembali bermain.
Namun sang kapten ternyata tidak mampu melanjutkan pertandingan.
Beberapa saat kemudian ia kembali merasakan masalah dan akhirnya memberi tanda kepada bangku cadangan bahwa dirinya harus ditarik keluar.
Zidane kemudian memasukkan Désiré Doué untuk menggantikan Mbappe.
Mbappe mampu berjalan keluar lapangan dengan bantuan minimal, tetapi terlihat meringis dan sedikit pincang.
Pemandangan tersebut langsung membuat semua pihak waspada.
Pasalnya, Mbappe merupakan kapten sekaligus salah satu pemain terpenting dalam rencana Zidane.
Cedera tersebut juga terjadi pada bagian tubuh yang sebelumnya pernah menjadi perhatian.
Karena itu, tim nasional Prancis memilih tidak mengambil risiko.
Cedera Mbappe Membayangi Era Baru Zidane
Kemenangan 1-0 sebenarnya merupakan hasil yang sangat penting untuk Zidane.
Tetapi cedera Mbappe membuat perhatian setelah pertandingan langsung beralih kepada kondisi sang kapten.
Zidane tentu menginginkan awal baru yang sempurna setelah menggantikan Deschamps.
Namun ia justru harus menghadapi pertanyaan mengenai kondisi pemain utamanya sejak pertandingan pertama.
Situasi tersebut menjadi semakin penting karena Prancis masih memiliki beberapa pertandingan Nations League dalam agenda internasional kali ini.
Setelah menghadapi Turki, Les Bleus dijadwalkan bertemu Belgia pada 28 September, kemudian menghadapi Italia pada 2 Oktober, sebelum kembali bertemu Belgia pada 5 Oktober.
Jika Mbappe harus absen, Zidane harus mencari solusi.
Prancis memang memiliki banyak pemain berkualitas.
Namun peran Mbappe di dalam tim tidak mudah digantikan begitu saja.
Zidane Mengubah Posisi Mbappe
Salah satu hal menarik dari pertandingan tersebut adalah keputusan Zidane mengenai posisi Mbappe.
Di era Didier Deschamps, Mbappe beberapa kali digunakan sebagai penyerang tengah.
Namun pada pertandingan pertama Zidane, sang pelatih menempatkan Mbappe lebih melebar di sisi kiri.
Ousmane Dembélé dimainkan lebih ke tengah.
Perubahan tersebut memberikan Mbappe ruang untuk menerima bola dari sisi lapangan dan kemudian bergerak menuju area tengah.
Gol yang ia cetak menjadi salah satu bukti bahwa skema tersebut dapat menghasilkan peluang.
Mbappe mendapatkan bola dari Olise dan kemudian menggunakan kemampuan penyelesaiannya untuk membawa Prancis unggul.
Tentu saja, terlalu dini untuk menilai apakah posisi tersebut akan menjadi pola permanen Zidane.
Namun perubahan itu menunjukkan bahwa pelatih baru Prancis sudah mulai memberikan sentuhan taktisnya.
Debut Zidane Belum Menampilkan Sepak Bola Spektakuler
Meski berhasil menang, pertandingan tersebut belum bisa disebut sebagai pertunjukan sepak bola yang spektakuler dari Prancis.
L'Équipe menggambarkan pertandingan tersebut sebagai kemenangan yang tidak mudah. Permainan Prancis beberapa kali terganggu oleh kesalahan teknis dan kondisi lapangan yang membuat kombinasi umpan tidak berjalan lancar.
Namun situasi tersebut juga dapat dimaklumi.
Ini merupakan pertandingan pertama Zidane sebagai pelatih Prancis.
Ia baru mengambil alih tim setelah era panjang Deschamps.
Perubahan gaya bermain tentu membutuhkan waktu.
Para pemain harus memahami instruksi baru.
Struktur permainan juga tidak bisa langsung berubah hanya dalam beberapa sesi latihan.
Karena itu, tiga poin menjadi hal terpenting dari pertandingan pertama.
Zidane berhasil mendapatkannya.
Maignan Juga Punya Peran Besar
Jika hanya melihat skor akhir, nama Mbappe tentu menjadi pusat perhatian karena mencetak gol kemenangan.
Namun Prancis juga harus berterima kasih kepada Mike Maignan.
Kiper tersebut tampil sangat penting dalam menjaga keunggulan Les Bleus.
Turki memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol, terutama ketika pertandingan memasuki babak kedua.
Salah satu momen penting terjadi ketika Arda Güler melepaskan tembakan keras pada menit ke-76.
Maignan berhasil menggagalkannya.
Penyelamatan tersebut membuat Turki gagal menyamakan kedudukan.
Performa Maignan akhirnya memastikan gol Mbappe tetap menjadi pembeda hingga peluit akhir.
Turki Kehilangan Kiper di Akhir Pertandingan
Situasi pertandingan semakin menguntungkan Prancis menjelang akhir laga.
Pada menit ke-87, Turki harus bermain dengan sepuluh pemain setelah kiper Ugurcan Çakir menerima kartu merah.
Çakir keluar dari area penalti dan melakukan handball ketika mencoba menghentikan Bradley Barcola yang sudah berada dalam posisi berbahaya.
Wasit kemudian melakukan pemeriksaan VAR sebelum memberikan kartu merah langsung kepada sang kiper.
Dengan keunggulan jumlah pemain, Prancis semakin mampu mempertahankan hasil.
Turki tidak lagi memiliki cukup waktu untuk mengejar gol penyeimbang.
Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan 1-0 untuk Les Bleus.
Zidane pun memulai era barunya dengan tiga poin.
Mbappe Sudah Dipastikan Meninggalkan Kamp Prancis
Setelah pertandingan, perhatian kemudian beralih kepada perkembangan cedera Mbappe.
Laporan terbaru menyebut penyerang Real Madrid tersebut tidak akan mengikuti sisa agenda Prancis dalam periode internasional kali ini.
Ia kembali ke Madrid agar bisa menjalani pemeriksaan lanjutan.
Informasi mengenai cedera tendon pada lutut kiri juga kemudian muncul dari perkembangan medis terbaru. Namun tingkat keparahan cedera dan berapa lama Mbappe harus absen belum dapat dipastikan sebelum pemeriksaan lebih lanjut.
Hal tersebut menjadi persoalan yang harus dipantau secara hati-hati.
Real Madrid tentu memiliki kepentingan besar terhadap hasil pemeriksaan tersebut.
Mbappe merupakan pemain utama Los Blancos dan menjadi bagian penting dari rencana klub sepanjang musim.
Sementara bagi Prancis, ia adalah kapten dan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional.
Dengan kata lain, satu cedera Mbappe berdampak kepada dua proyek besar sekaligus.
Awal Zidane yang Manis Sekaligus Pahit
Jika dilihat dari hasil, debut Zidane tidak bisa dikatakan buruk.
Ia menang.
Timnya tidak kebobolan.
Prancis mendapatkan tiga poin.
Mbappe mencetak gol.
Namun dari sisi lain, ada alasan kuat mengapa kemenangan tersebut terasa kurang sempurna.
Kaptennya cedera.
Pemain yang menjadi pembeda justru harus meninggalkan lapangan beberapa menit setelah memberikan kemenangan.
Itulah gambaran paling tepat mengenai debut Zidane.
Ada sejarah yang tercipta.
Ada tiga poin yang diamankan.
Namun ada pula kekhawatiran besar mengenai kondisi pemain utama.
Zidane sendiri tentu tidak ingin era kepelatihannya di Prancis hanya dikenang karena hasil pertandingan pertama.
Ia memiliki pekerjaan jauh lebih besar.
Ia harus membangun generasi baru.
Ia harus mempertahankan Prancis sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.
Dan ia harus memastikan pemain-pemain bintang seperti Mbappe berada dalam kondisi terbaik.
Kutukan Berhasil Dipatahkan
Terlepas dari persoalan cedera, satu fakta tidak dapat diubah.
Zidane berhasil melakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukan para pendahulunya selama lebih dari tiga dekade.
Ia memenangkan pertandingan pertamanya sebagai pelatih Prancis.
Sejak kemenangan Aimé Jacquet atas Italia pada 1994, tidak ada pelatih Prancis lain yang mampu membuka mandatnya dengan kemenangan hingga Zidane melakukannya di Turki.
Kini catatan tersebut menjadi bagian dari sejarah karier kepelatihan Zidane.
Menariknya, sejarah itu tercipta di negara lain, dalam pertandingan yang sulit, dan dengan skor tipis.
Gol Mbappe menjadi penentu.
Maignan menjadi penyelamat.
Dan Zidane mendapatkan kemenangan yang ia butuhkan.
Namun cerita debut tersebut akan selalu memiliki satu catatan besar: beberapa menit setelah mencetak gol kemenangan, Mbappe mengalami cedera dan harus meninggalkan lapangan.
Tantangan Berikutnya Menunggu
Zidane sekarang tidak punya banyak waktu untuk menikmati kemenangan pertamanya.
Agenda Prancis masih panjang.
Pertandingan melawan Belgia dan Italia menanti.
Tanpa Mbappe, Zidane harus menyiapkan alternatif jika kondisi sang kapten belum memungkinkan untuk bermain.
Di sinilah kemampuan Zidane sebagai pelatih akan kembali diuji.
Ia harus memastikan absennya satu pemain tidak membuat sistem permainan Prancis kehilangan arah.
Untungnya, skuad Les Bleus memiliki banyak pemain berkualitas.
Dembélé, Olise, Barcola, Cherki, Doué dan sejumlah pemain lainnya dapat memberikan opsi di lini depan.
Tetapi tetap saja, menggantikan Mbappe secara langsung bukan perkara mudah.
Untuk sementara, Zidane bisa menikmati satu fakta sederhana: pertandingan pertamanya sebagai pelatih Prancis berakhir dengan kemenangan.
Namun setelah itu, fokus akan beralih kepada satu pertanyaan yang jauh lebih penting.
Seberapa serius cedera Kylian Mbappe?
Jawabannya akan menentukan apakah kemenangan bersejarah Zidane atas Turki benar-benar menjadi awal yang indah bagi era barunya bersama Prancis, atau justru menjadi malam yang meninggalkan masalah besar bagi Les Bleus dan Real Madrid.
Yang sudah pasti, Zidane telah mematahkan kutukan 32 tahun.
Kini ia harus menghadapi tantangan berikutnya tanpa kepastian mengenai kondisi pemain yang menjadi wajah utama generasi Prancis saat ini.
