Persaingan mendapatkan Jarell Quansah diperkirakan bakal menjadi salah satu saga transfer menarik pada bursa musim panas 2027. Bek muda Inggris tersebut kini menjadi incaran sejumlah klub besar Eropa setelah tampil mengesankan bersama Bayer Leverkusen.
Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan Real Madrid disebut memiliki ketertarikan terhadap pemain berusia 23 tahun tersebut. Namun, Liverpool mempunyai keuntungan yang tidak dimiliki para pesaingnya. Ketika melepas Quansah ke Leverkusen pada 2025, The Reds memasukkan klausul pembelian kembali atau buy-back ke dalam kesepakatan transfer.
Nilai klausul tersebut berada di angka sekitar £59,5 juta atau setara dengan kurang lebih 70 juta euro. Liverpool memiliki hak untuk mengaktifkannya hingga Juni 2027. Artinya, jika Quansah benar-benar masuk ke pasar transfer pada musim panas mendatang, klub asal Merseyside itu mempunyai opsi khusus untuk membawanya kembali ke Anfield.
Situasi tersebut membuat perburuan Quansah menjadi lebih rumit bagi klub-klub lain. Arsenal dan Chelsea mungkin memiliki kemampuan finansial untuk mengajukan tawaran besar, sementara Real Madrid mempunyai daya tarik tersendiri sebagai salah satu klub terbesar di Eropa. Namun, Liverpool sudah memiliki mekanisme kontraktual yang memungkinkan mereka bergerak dengan jalur berbeda.
Quansah Menjelma Jadi Bek Penting di Leverkusen
Keputusan Liverpool memasukkan klausul buy-back dalam transfer Quansah kini terlihat semakin strategis. Ketika meninggalkan Anfield pada 2025, Quansah memang sudah menunjukkan potensi besar, tetapi belum sepenuhnya menjadi pemain utama yang tidak tergantikan.
Bek kelahiran Warrington tersebut merupakan produk akademi Liverpool. Ia bergabung dengan sistem pembinaan klub sejak usia lima tahun dan secara bertahap naik hingga menembus tim utama.
Debut seniornya terjadi pada Agustus 2023 ketika Liverpool menghadapi Newcastle United. Setelah itu, Quansah mendapatkan semakin banyak kesempatan bermain di bawah arahan Jurgen Klopp dan kemudian Arne Slot.
Selama memperkuat Liverpool, Quansah mencatatkan 58 penampilan dan mencetak tiga gol. Ia juga menjadi bagian dari skuad yang meraih Piala Liga Inggris serta gelar Premier League 2024/25.
Pada musim panas 2025, Liverpool akhirnya melepasnya ke Bayer Leverkusen. Transfer tersebut menjadi langkah penting dalam perkembangan karier Quansah karena ia mendapatkan kesempatan untuk bermain secara reguler di Bundesliga.
Leverkusen kemudian mengembangkan Quansah menjadi pemain yang semakin fleksibel. Selain posisi bek tengah, ia juga mampu dimainkan sebagai bek kanan. Kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sejumlah klub elite mulai melihatnya sebagai aset berharga.
Perkembangannya di Jerman bahkan membawanya kembali ke radar tim nasional Inggris. Quansah mendapatkan kepercayaan untuk tampil dalam pertandingan-pertandingan internasional dan semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu bek muda Inggris yang patut diperhitungkan.
Real Madrid Mulai Memantau
Salah satu klub yang paling serius dikaitkan dengan Quansah adalah Real Madrid. Klub raksasa Spanyol tersebut disebut memantau perkembangan sang pemain setelah melihat performanya bersama Leverkusen.
Laporan dari Jerman menyebut Madrid menilai kemampuan Quansah sesuai dengan kebutuhan mereka di lini belakang. Fleksibilitasnya menjadi salah satu daya tarik karena pemain tersebut tidak hanya nyaman sebagai bek tengah, tetapi juga mampu mengisi sektor kanan pertahanan.
Madrid juga mempunyai faktor lain yang dapat membantu mereka dalam pendekatan kepada Quansah. Sang pemain memiliki hubungan baik dengan sejumlah pemain Inggris di skuad Los Blancos, termasuk Jude Bellingham dan mantan rekan setimnya di Liverpool, Trent Alexander-Arnold.
Namun, ketertarikan Madrid tidak serta-merta membuat mereka berada di posisi terdepan. Liverpool dapat mengaktifkan klausul buy-back yang sudah disepakati bersama Leverkusen.
Dengan kata lain, jika Liverpool benar-benar menginginkan Quansah kembali, klub-klub lain kemungkinan harus menghadapi keputusan The Reds terlebih dahulu.
Arsenal Sudah Pernah Mengajukan Tawaran
Arsenal juga bukan sekadar klub yang baru memantau situasi. The Gunners sebelumnya dikaitkan dengan tawaran besar untuk Quansah pada bursa transfer musim panas 2026.
Laporan sebelumnya menyebut Arsenal mengajukan proposal sekitar £55 juta untuk mendapatkan tanda tangan bek tersebut. Tawaran itu tidak berhasil meyakinkan Leverkusen untuk melepas pemainnya.
Arsenal kemudian beralih ke target lain dan mendatangkan Ezri Konsa dari Aston Villa. Meski demikian, minat terhadap Quansah tidak sepenuhnya hilang dan klub London Utara itu masih disebut sebagai salah satu peminat potensial.
Chelsea juga mulai masuk ke dalam persaingan. Ketertarikan The Blues menambah panjang daftar klub Premier League yang melihat Quansah sebagai pemain yang bisa memperkuat lini pertahanan mereka.
Dengan semakin banyak klub yang terlibat, harga pasar Quansah berpotensi meningkat. Namun, Leverkusen tetap berada dalam posisi penting karena pemain tersebut masih terikat kontrak hingga 2030.
Liverpool Memegang Kartu Truf
Di tengah persaingan tersebut, Liverpool mempunyai keunggulan yang sangat jelas. Klausul buy-back senilai sekitar £59,5 juta memberi mereka opsi untuk mengambil kembali pemain yang pernah dibesarkan melalui akademi.
Klausul itu berlaku hingga Juni 2027. Karena itu, Liverpool tidak harus mengikuti pola negosiasi biasa seperti Arsenal, Chelsea, atau Real Madrid jika ingin mendapatkan Quansah.
Situasi tersebut menjadi semakin menarik karena masa depan beberapa pemain bertahan Liverpool juga dapat memengaruhi keputusan klub.
Virgil van Dijk memasuki fase penting dalam kariernya, sementara Liverpool perlu memastikan regenerasi di lini belakang berjalan dengan baik. Quansah, yang sudah memahami budaya klub dan pernah bermain di bawah tekanan Premier League, dapat menjadi salah satu opsi yang menarik.
Liverpool juga tidak perlu beradaptasi dengan karakter sang pemain dari awal. Quansah sudah mengenal sistem klub, lingkungan Anfield, serta tuntutan bermain untuk salah satu tim terbesar di Inggris.
Karena itu, jika performanya terus berkembang di Leverkusen, mengaktifkan klausul buy-back dapat menjadi pilihan yang masuk akal bagi manajemen Liverpool.
Leverkusen Tidak Berada di Bawah Tekanan
Meski Liverpool mempunyai klausul khusus, Bayer Leverkusen tetap mempunyai posisi tawar yang kuat selama klausul tersebut belum diaktifkan.
Quansah masih terikat kontrak jangka panjang hingga 2030. Leverkusen juga tidak memiliki kewajiban untuk menjual pemain tersebut kepada klub lain hanya karena terdapat ketertarikan dari Madrid, Arsenal, atau Chelsea.
Namun, jika Liverpool mengaktifkan klausul buy-back sesuai ketentuan kontrak, situasinya tentu berbeda. Klub Jerman itu harus menghadapi kemungkinan kehilangan pemainnya dengan nilai yang telah ditentukan dalam kesepakatan sebelumnya.
Hal inilah yang membuat langkah Liverpool ketika menjual Quansah pada 2025 kini mendapat perhatian. The Reds bukan hanya mendapatkan keuntungan finansial dari transfer tersebut, tetapi juga mempertahankan jalan untuk membawa pulang sang pemain jika perkembangannya sesuai harapan.
Bursa Transfer 2027 Bisa Menjadi Penentu
Dengan kontrak Leverkusen hingga 2030 dan klausul buy-back Liverpool yang berlaku sampai Juni 2027, masa depan Quansah kemungkinan akan menjadi salah satu topik besar menjelang bursa transfer musim panas tahun depan.
Real Madrid dapat menawarkan kesempatan bermain di level tertinggi Eropa. Arsenal dan Chelsea mempunyai kekuatan finansial serta kebutuhan di lini pertahanan. Sementara itu, Liverpool memiliki hubungan historis, kebutuhan potensial di lini belakang, dan yang paling penting, klausul pembelian kembali.
Quansah sendiri kini mempunyai kesempatan untuk menentukan arah kariernya melalui performanya di Leverkusen. Semakin konsisten ia bermain di Bundesliga dan bersama tim nasional Inggris, semakin besar pula perhatian klub-klub elite terhadap dirinya.
Bagi Liverpool, perkembangan tersebut justru bisa menjadi alasan untuk mempertimbangkan penggunaan klausul yang telah mereka sisipkan dalam kontraknya.
Saga ini pada akhirnya bukan hanya tentang klub mana yang mampu menawarkan uang paling besar. Liverpool sudah menyiapkan jalan untuk mengamankan hak mereka atas pemain yang pernah mereka kembangkan sendiri.
Jika Quansah terus berkembang seperti sekarang, klausul buy-back senilai £59,5 juta tersebut bisa menjadi salah satu keputusan transfer paling strategis Liverpool dalam beberapa tahun terakhir. Sementara Arsenal, Chelsea, dan Real Madrid harus menunggu apakah The Reds memilih menggunakan hak tersebut atau membiarkan Quansah membuka babak baru dalam kariernya di klub lain.
