Dani Carvajal semakin dekat dengan klub barunya setelah berstatus tanpa klub sejak meninggalkan Real Madrid. Bek kanan veteran asal Spanyol tersebut telah melewati tes medis dan kini hanya membutuhkan satu tahapan terakhir sebelum resmi bergabung dengan Getafe.

Kepastian mengenai perkembangan transfer tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Getafe, Ángel Torres. Ia mengungkapkan bahwa klubnya sedang berupaya menyelesaikan kesepakatan untuk mendatangkan Carvajal dengan status bebas transfer.

Carvajal sebelumnya mengakhiri hubungan panjangnya dengan Real Madrid setelah pertandingan terakhirnya bersama klub pada 23 Mei 2026. Keputusan tersebut sekaligus menutup perjalanan selama lebih dari dua dekade bersama Los Blancos.

Kini, pemain berusia 34 tahun itu berpeluang tetap melanjutkan karier di wilayah Madrid. Getafe menjadi tujuan yang semakin mungkin setelah proses negosiasi memasuki tahap akhir.

Namun, kepindahan tersebut belum sepenuhnya rampung. Getafe masih harus menyelesaikan persoalan administratif dan finansial dengan LaLiga sebelum dapat mendaftarkan sang pemain.

Lolos Tes Medis, Tinggal Tunggu Lampu Hijau LaLiga

Torres mengungkapkan bahwa Carvajal telah menjalani pemeriksaan medis dan hasilnya dinyatakan memuaskan. Dengan demikian, salah satu tahapan penting dalam proses transfer telah berhasil dilewati.

Masih terdapat satu persoalan yang harus diselesaikan, yakni kesepakatan antara Getafe dan LaLiga mengenai pendaftaran sang pemain.

Torres menyebut klub sedang berusaha mencapai formula yang memungkinkan Carvajal masuk ke dalam struktur skuad tanpa melanggar aturan batas gaji LaLiga.

"Jika saya berhasil mencapai kesepakatan dengan LaLiga, maka kemungkinan besar ia akan bergabung dengan kami," kata Torres, seperti dikutip dari laporan yang disampaikan Infobae melalui DAZN.

Situasi tersebut membuat transfer Carvajal berada pada tahap yang sangat dekat dengan penyelesaian. Sang pemain sudah melewati tes medis, klub peminat sudah menyatakan ketertarikan secara terbuka, dan pembicaraan mengenai kontrak juga telah berlangsung.

Kini, faktor administrasi menjadi penentu terakhir.

Getafe Melihat Carvajal sebagai Pemain Serbaguna

Menariknya, Carvajal tidak hanya diproyeksikan untuk menjalankan tugas tradisional sebagai bek kanan.

Torres menjelaskan bahwa pelatih Getafe, José Bordalás, sebenarnya meminta klub mencari pemain sayap. Namun, karena pencarian tersebut tidak membuahkan hasil, Carvajal dipandang sebagai pemain yang mungkin dapat menjalankan peran lebih fleksibel.

"Kami sedang mengupayakannya. Pelatih meminta saya seorang pemain sayap dan kami tidak berhasil menemukannya, jadi mari kita lihat apakah ia cocok untuk mengisi peran bek sekaligus pemain sayap," ujar Torres.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Getafe tidak sekadar melihat Carvajal berdasarkan pengalamannya sebagai bek kanan.

Pengalaman panjang di level tertinggi membuat Carvajal dianggap memiliki kemampuan membaca permainan dan beradaptasi dengan kebutuhan taktik tim. Dalam usia 34 tahun, ia memang tidak lagi berada pada fase awal karier, tetapi pengalaman bertanding di kompetisi elite menjadi modal penting.

Bagi Getafe, kehadiran Carvajal juga berpotensi memberikan kepemimpinan tambahan di ruang ganti.

Mengakhiri Era Panjang Bersama Real Madrid

Jika transfer ke Getafe benar-benar terwujud, Carvajal akan melanjutkan kariernya masih di lingkungan sepak bola Madrid.

Perjalanan sang pemain bersama Real Madrid berlangsung sangat panjang. Ia bergabung dengan akademi klub ketika masih muda sebelum menjalani satu musim bersama Bayer Leverkusen pada 2012/13.

Real Madrid kemudian mengaktifkan klausul pembelian kembali dan membawa Carvajal pulang ke Santiago Bernabéu.

Sejak saat itu, Carvajal menjadi bagian penting dari salah satu era paling sukses dalam sejarah klub.

Ia mencatatkan ratusan penampilan bersama tim utama dan memenangkan berbagai trofi bergengsi. Total, Carvajal meninggalkan Real Madrid dengan koleksi 27 gelar, termasuk enam trofi Liga Champions.

Prestasi tersebut membuat namanya masuk dalam jajaran pemain paling sukses sepanjang sejarah klub.

Di posisi bek kanan, Carvajal juga memiliki peran penting dalam kesuksesan Madrid di kompetisi domestik maupun Eropa. Kecepatan, kemampuan bertahan, agresivitas, serta pengalaman menghadapi pemain-pemain terbaik dunia membuatnya menjadi salah satu bek kanan terkemuka generasinya.

Cedera Membuat Musim-Musim Terakhir Sulit

Namun, beberapa tahun terakhir karier Carvajal tidak berjalan mudah.

Setelah memenangkan Euro 2024 bersama Spanyol, ia mengalami cedera ligamen krusiat pada Oktober tahun yang sama. Cedera tersebut membuatnya harus menjalani periode pemulihan panjang.

Masalah kebugaran kemudian terus menghampiri. Pada musim terakhirnya bersama Real Madrid, Carvajal dilaporkan melewatkan 18 pertandingan kompetitif dan sempat mengalami retak rambut pada kaki menjelang akhir musim.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keberlanjutan kariernya di Madrid.

Pada akhirnya, setelah pertandingan terakhirnya pada 23 Mei 2026, Carvajal berstatus sebagai pemain bebas.

Ia kemudian mulai mempertimbangkan berbagai pilihan untuk melanjutkan karier sebelum Getafe muncul sebagai kandidat serius.

Getafe Menawarkan Kesempatan Tetap di Madrid

Salah satu alasan Getafe menjadi pilihan menarik adalah faktor geografis.

Carvajal tidak perlu meninggalkan Madrid jika bergabung dengan klub tersebut. Hal ini memungkinkan sang pemain tetap berada dekat dengan lingkungan yang telah menjadi bagian dari kehidupannya selama bertahun-tahun.

Selain itu, proyek olahraga Getafe dan sosok Bordalás juga disebut menjadi faktor yang menarik perhatian Carvajal.

Bordalás bahkan disebut berkomunikasi langsung dengan sang pemain untuk menjelaskan peran yang bisa diberikan kepadanya di dalam tim.

Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari Carvajal dan membantu proses negosiasi bergerak maju.

Meski begitu, masih ada satu tantangan besar yang harus diselesaikan, yakni batas gaji yang diberlakukan LaLiga.

Getafe harus memastikan struktur finansial mereka memungkinkan pendaftaran Carvajal. Klub sedang mencari solusi agar kesepakatan tersebut dapat diselesaikan tanpa melanggar regulasi kompetisi.

Berpeluang Menghadapi Mantan Klub

Jika transfer ini rampung, Carvajal berpotensi menghadapi Real Madrid sebagai lawan untuk pertama kalinya dalam kariernya bersama klub Spanyol lain.

Momen tersebut tentu akan menjadi salah satu pertandingan paling emosional dalam perjalanan kariernya.

Carvajal telah menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya dengan mengenakan seragam putih Madrid. Ia tumbuh sebagai pemain di lingkungan klub tersebut dan kemudian menjadi salah satu pemain senior serta kapten.

Kini, kemungkinan menghadapi mantan klub dari sisi berlawanan menjadi cerita baru yang menarik.

Namun, sebelum semua itu terjadi, Carvajal dan Getafe masih harus menunggu penyelesaian persoalan dengan LaLiga.

Tes medis sudah dilewati. Kesepakatan personal juga semakin dekat. Getafe sudah menunjukkan keseriusan, sementara sang pemain disebut terbuka terhadap kepindahan tersebut.

Hanya administrasi yang kini berdiri di antara Carvajal dan klub barunya.

Jika Getafe berhasil mendapatkan lampu hijau dari LaLiga, Carvajal kemungkinan besar akan segera diperkenalkan sebagai pemain baru mereka.

Bagi Getafe, kedatangannya bukan sekadar perekrutan pemain berpengalaman. Klub juga mendapatkan seorang juara Eropa dengan enam gelar Liga Champions dan pengalaman bertahun-tahun di level tertinggi.

Sementara bagi Carvajal, kepindahan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk membuka babak baru setelah perjalanan luar biasa bersama Real Madrid.

Satu hal yang pasti, era Carvajal di Santiago Bernabéu telah berakhir. Kini, tinggal menunggu apakah babak berikutnya dalam karier sang legenda akan berlangsung bersama Getafe.